Sebenarnya mau menulis tentang wisata kuliner ketika pulang kampung kemarin, yaitu di Muntilan. Menarik, ada foto-fotonya pula. . . .  Eh, belum sempat nulis, ini idenya terganggu dengan berita pagi di TV Global yang menyajikan tayangan lengkap tentang “kontroversi pencekalan dewi persik oleh Walikota Tangerang“.

Saya kurang jelas, motivasi apa yang mendasari TV Global membikin reportase tersebut, mungkin kelihatannya ingin menyajikan informasi seimbang dari dua sisi. Satu sisi kengototan bapak Walikota (atau wakilnya ya) tentang pencekalan bahwa “jika dewi persik tetap dengan pakaiannya itu maka dianya dilarang manggung di wilayahnya”. Sedang dari satu sisi lain, terlihat kengototan seorang dewi persik, yang katanya “mempertahankan kehormatannya”, mengapa sampai dicekal seperti itu. Bahkan sepintas terlihat keinginannya untuk “menuntut keadilan”.

Sampai di sini apa pendapat anda, tentang hal tersebut di atas.

Sebenarnya aku juga malas menanggapi atau membahas hal tersebut. Kayaknya ini wilayah yang kalau dibahas nggak ada habis-habisnya tergantung dari sudut pandang mana akan dibahas.

Hanya sayangnya, kalau melihat bagaimana TV Global membuat reportase yaitu dengan meminta pendapat artis-artis lain, juga para penggemar si dewi, maka kelihatan sekali bahwa reportase tersebut sepintas ingin mengkritik kebijaksanaan walikota tersebut.

Adanya pendapat seperti itu, juga melihat tayangan si dewi , bagaimana dia meninju seseorang yang dianggap melecehkannya. Jadi dianya merasa sebagai orang terhormat. Juga ketika melihat gayanya dipanggung, bagaimana dianya memakai baju mirip Jini, transparan, dengan BH yang mengkilap-mengkilap, juga dengan gerakan-gerakan sadar bagaimana si dewi bergoyang, bagaimana pula dia ketika memegang mic, dll. Juga dalam wawancaranya yang seakan-akan dia berjuang dengan menekankan kebebasan berpendapat atau apa gitu.

Atas semua tayangan di atas, dan juga ditambah perbendaraan pengetahuan surfing menjelajahi internet sebagai lelaki normal, maka sampailah aku pada kesimpulan bahwa dalam hal tersebut aku berada pada kubu bapak Walikota Tangerang.

Bagus pak, hiburan lain yang mendidik masih ada koq pak. Teruskan berjuang.

103 tanggapan untuk “dewi persik dan pencekalan”

  1. Landy Avatar

    Ini hanya soal waktu siapa yang paling sungguh-sungguh kalau bapak walikotanya cuma angot-angotan maka dewi-dewi persik yang lain akan bertebaran suatu hari nanti. postingan yang jujur pak saluttttttttt, melihat dari 2 sisi . good

    Suka

  2. Landy Avatar

    tapi hati2 pak di WP sepertinya banyak pendukung si dewi he..he..he..

    Suka

  3. okky Avatar
    okky

    aq emang udah eneg dari dulu ma dewi persik…
    aq berada pada kubu bapak Walikota Tangerang

    Suka

  4. Robby Permata Avatar
    Robby Permata

    ketika melihat judul postingan ini saya sempat heran :
    ‘halah, p wir ikut2 membahas dewi persik.. tidak cukupkah tidak menonton tv membuat saya terbebas dari berita2 selebriti Indonesia?’..

    hehehe..
    ternyata untunglah bukan asal gosip, tp ada pesan moralnya..

    kadang2 artis Indonesia terlalu tinggi memandang dirinya, membawa2 kebebasan berekspresi, seolah2 mereka se-derajat dengan pejuang hak asasi manusia (beneran) seperti alm. Munir, alm. Marsinah, atau alm. Udin.

    padahal… 😀
    ampun deehh…

    -Rp-

    Suka

  5. sandynata Avatar

    dewi persik? nggak cakep gitu juga… 😛

    Suka

  6. Vavai Avatar

    Setuju 1000% pak.

    Kebebasan berpendapat ? Ah, itu sih kebebasan bertingkah, nanti malu sendiri dapetnya 🙂

    Serasa yang paling seksi sedunia 😀

    Suka

  7. Irwin Day Avatar

    untunglah para Almarhum tersebut tidak ada yang suka bergoyang ala dewi Persik.

    Suka

  8. awijay Avatar
    awijay

    SETUJUUUUUU….!!! (ada di barisan walikota) tp yg langgeng jngn hanya ikuti angin berhembus

    Suka

  9. kadijan Avatar
    kadijan

    Gimana ya, memang gak boleh ya pakai baju transparan? Kayak-nya artis lain bisa jauh lebih heboh. Kalau masalah goyang sih menurutku biasa aja, mungkin Pak Walikota (dan … 🙂 cukup terangsang melihat-nya, jadilah larangan tersebut.

    Apalagi dikaitkan dengan perda anti pelacuran, jelas aja dia marah karena dianggap sebagai pelacur. Siapa sih yang tidak marah? Masa misalnya sexy sedikit, karena tinggal di Tangerang lantas dianggap sebagai pelacur?

    Saya sih jujur aja masa bodoh dengan si Persik dan artis sebangsanya, karena saya gak demen nonton dangdut, beda selera.

    Cuma saya suka gemas melihat tingkah polah pemberangusan macam begitu. Apalagi dengan menuduh seseorang sebagai pelacur.

    Suka

  10. Gyl Avatar

    Hmm… setuju sama pak walikota dech. Walau pun saya di Surabaya 😀

    Saya lebih mikir ke dampak jangka panjang kalo hiburan ( saya sendiri gak pernah nonton, dan
    saya jarang nonton TV ) yang katanya kurang mendidik dipertahankan… 😕

    Salut sama pak walikota tangerang… ( sekali lagi, saya di Surabaya )

    Suka

  11. maskun Avatar

    dewi persik? gak penting !!

    tapi kalau orang-orang model dewi persik dibiarkan, bisa rusak generasi mendatang. lebih baik dari sekarang di eliminir meskipun pasti banyak yang tidak setuju.

    Suka

  12. norie Avatar

    weqz..
    Ujung tulisannya sungguh tidak saya duga.

    Kita memang perlu memberikan hiburan yang mendidik buat masyarakat kita, agar generasi mendatang kelak lebih baik dari kita. ^_^

    Suka

  13. Hedwig™ Avatar

    dewi pesing… 🙂

    Suka

  14. imbot Avatar

    dewi persik apa ga mikir nantinya klu punya anak atau keluarganya malu ngeliat kelakuannya…….ato dewi persik ga pernah nonton goyangan seronoknya lewat TV…sy yakin klu dia nonton pasti malu…
    ampun….:)
    mau dikemanain negara ini klu cuman tiap hari cuman ngurus goyang pantatnya org2 dangdut…..

    Suka

  15. Biyung Nana Avatar

    hehehe.. emang ga kan da habisnya ngomongin dewi persik dan ‘kemelorotannya’ (kamben kek ato behanya.. xixixixixi)

    saya juga ngerti keras kepalanya dewi yang mempertahankan cara berpakaian dan the way she entertains people yah… yang katanya itu hak perempuan lah, meski terlihat seksi dengan segala ketelanjangan yang penting ga gampang disentuh lah.. apa lah. (karena saya jg dulu sempet mikir hal yg sama yg dewi pikirkan, namanya jg gejolak kawula muda hehe). Emang siy ada waktunya nanti dia sadar (seperti saya misalnya.. hehe)

    Tapi tindakan bapak walikota Tangerang itu juga baik kok. Soalnya takutnya sadarnya kelamaan, nanti keburu memakan korban.. hehehehe

    peace,
    Nana

    Suka

  16. emfajar Avatar

    setuju banget ama bapak walikotanya…

    emank sih sekarang jamannya kebebasan tapi jangan sampe kebebasan disalahgunakan…

    masih banyak kok hiburan yang lebih bermutu daripada dewi persik…

    Suka

  17. Javanese-script.com Avatar

    Mungkin dengan berpakaian seksi dan goyang gergajinya nan seronok, Dia ngerasa cantik, ngerasa wah, ngerasa seksi. Tapi bagi laki-laki, dia gak lebih dari sekedar objek fantasi.

    Aq pengen tau bagaimana perasaan orang tuanya ngeliat anaknya di TV tampil dengan baju minim dengan goyangan erotisnya di liat banyak laki-laki dengan tatapan penuh nafsu….

    Apa bangga ya punya anak putri kayak gitu ?

    Suka

  18. sofwan {kalipaksi} Avatar
    sofwan {kalipaksi}

    Setuju. Saya juga berada pada pihak Tuan Walikota. Terus cekal, Pak. Kebebasan berekspresi tetap harus ada batasannya. Lagian, Dewi Persik itu kampungan banget.

    Orang kampung yang sok ngurban. Tp, jadi katro. Maaf jika comment ini agak tendensius. Tapi, saya termasuk orang yang langsung ganti channel TV jika pas Dewi Persik yang jadi topiknya.

    Kata orang Jawa Timur, gak patheken, nek gak ndelok Dewi Persik.

    Suka

  19. kucing garong Avatar

    Hoby nonton infotainment juga nih Pak… 😀

    Suka

  20. atakeo Avatar

    Saya tidak nonton TV apa kata sang Dewi yang kemben dan BH melorot itu.

    Ketika BH dan kemben Dewi jatuh juga saya tidak lihat. Tetapi heboh luar biasa besar sampai suami walk out.

    Kasus Dewi mungkin seperti Inul saja. Ternyata begitu banyak artis bahkan yang udel dan ubun-ubunnya masih bau kencur lebih seru goyangannya.

    Dewi juga tentu ada kekurangan. Tetapi lihat itu artis-artis kita lain dan juga yang asing ditayangkan di TIPI. Dan itu lebih heeboh lagi.
    Ingat Inul dan cekal kita ingat si king dangdut.

    Hal Dewi ada dua hal: pertama mungkin ada king lainnya. Kedua ini alih perhatian dari Walikota. Usul kita urus dulu kerja pa wali dulu baik-baik. Urusan Dewi tidak masuk skala prioritas. Kalau semuanya berjalan baik, maka titah baginda sama dengan sabda Allah.

    Pembangunan wilayah dan keadaan ekonomi rakyat juga moral rakyatnya tidak bergantung pada sangkutan kemben dan BH Dewi Persik. Karena Dewi Persik yang perempuan itu tidak berbeda dengan gadis kampung lainnya yang juga perempuan serta suka bikin heboh juga.

    Suka

  21. Usman Avatar
    Usman

    DUH….DEWI PERSIK …….. DIA EMANG CONTOH BURUK KAUM HAWA…… KETERLALUAN DIA KALAU TAMPIL… PANTAS LAKINYA … KABUUUURRR….. JAUHKAN ANAK2 DARI PENGARUH DIA…..

    Suka

  22. ressay Avatar

    aku sepakatnya dewi persik jadi istriku. hahahaha…

    Wir’s responds : AMIN . . . .

    Suka

  23. hendra_ku Avatar
    hendra_ku

    @ressay

    akeh tunggale om 🙂

    Suka

  24. nenyok Avatar
    nenyok

    Dewi Persik!!! , semua orang di dunia ini akan mengatakan dikau ini cantik jadi tolong gunakan kecantikan dan keindahanmu di jalan yang benar 🙂 sesuai fitrah keperempuananmu. Amin
    Lam kenal
    -nenyok-

    Suka

  25. deteksi Avatar

    dewi persik? tingkah laku gadis dolly lebih sopan daripada dia…

    Suka

  26. Donny B Tampubolon Avatar
    Donny B Tampubolon

    No Comment !

    Suka

  27. aRuL Avatar

    dewi persik… halah mencari sensasi doang 😀

    Suka

  28. realylife Avatar

    kirain konsen ke kulinernya pak

    Suka

  29. gulabatu Avatar
    gulabatu

    persik ini luar biasa, moga-moga gue kagak punya anak kaya dia !

    Maju terus pak Wachidin ! Lindungi daerah kekuasaanmu dari perempuan-perempuan kaga tahu diri macem si persik ini !

    Suka

  30. danalingga Avatar

    Kalo menurut saya sih, itu sudah resiko bagi dewi persik karena memilih berpakaian seksi. Tinggal usaha dia aja gimana, mo melawan atau merubah diri sendiri saja.

    Suka

  31. abu zulfa Avatar
    abu zulfa

    Dewi Persik….., Siapa sich…?

    http://www.serviceprinter.wordpress.com

    Suka

  32. budiridwin Avatar

    Gue dukung sejuta persen, macam yang oke aja Dewi Persik tuuuuuu,…

    Suka

  33. Rully Avatar
    Rully

    kirain kuliner bareng dewi kersik :mrgreen:

    Suka

  34. mrsyusuf Avatar

    kalau kualifikasi Miss Universe kan 3B ( Brain, Behavior and Beauty ), kalo dewi persik non 3B ( No Brain, No Behavior, No Beauty ) 😛

    Suka

  35. mare Avatar

    aq ikutan comment yach:

    kebetulan aq satu daerah ama dewi persik(jember), satu angkatan juga (1998-2001) walau beda sekolah, bahkan guru SMU-nya juga tetanggaku. Jujur aq miris juga sih liat “perjuangannya” harus berakhir sampai seperti ini. Padahal dulu masa SMP dimana dia masuk salah satu SMP tervaforit di Jember (gua dulu waktu SMP sering ikutan upacara di tengah alun-alun kota, jadi sering kumpul ama murid SMP lain ). Dia punya prestasi yang bagus (baik untuk ekstrakulikuler maupun pendidikan) yang tidak dia raih dengan mudah. Terus dia masuk masa SMU dimana juga gua tau gak dilalui dengan mudah (dia nyari duit sekolah dan jajan dari pentas dangdutan) apalagi lingkungan daerahnya yang amat sangat keras untuk sekedar bertahan hidup.

    Sayang setelah ia “sukses” di metropolitan sekarang nasipnya tragis bgt :(…. hik..hik….hik….
    dia rela telanjang dengan sehelai kain transparan di depan umum atau hanya memakai “sepasang BH dan CD” di depan pejabat “hanya untuk mencari sesuap nasi” yang tak ubahnya seperti keadaan orang “ndeso plosok” jember dan irian jaya (klo gak percaya silakan datang dan plototin sendiri). Hiiiiik…hiiiik

    Suka

  36. Sudarsono Hutapea Avatar
    Sudarsono Hutapea

    Wah, commentnya sudah banyak.

    Saya dukung kebijakan Walikota Tangerang asalkan tetap konsisten dan tidak tebang pilih ataupun kebablasan.

    Salam,

    Ucok

    Suka

  37. mare Avatar

    eh ya tambahan nih

    bagaimanapun juga wong2 “ndeso plosok” jember dan irian jaya masih punya etika (ini yang menandakan bahwa mereka lebih punya kepribadian bagus dan moral yang baik), mereka tidak pernah “telanjang “untuk upacara ataupun acara yang menuntut mereka bergaul ama orang lain, mereka juga tidak akan “telanjang” ataupun membiarkan tubuh mereka “ditelanjangi (dipelototi)” orang lain kalau ketemu mereka bakal hajar habis-habisan orang itu.

    Jadi sebenarnya walaupun mereka orang “ndeso pelosok” mereka jauh lebih beradap dari pada para artis yang “katro” begaya ikutan Hollywood atau eropa, paling enggak mereka punya idealisme sendiri yang mereka pertahankan so not just like a duck.

    Suka

  38. Johny Warok Avatar

    wakakakaka…
    SAY NO TO DANGDUT..!!
    SAY YES TO KRONCONG ..!
    Hiduup kroncong…
    wakakaka…

    Suka

  39. Dyan Avatar

    Sebenernya pusing diskusi pagi2 gini, tapi ikut nimbrung aja deh..

    kelakuan artis kita kebanyakan menyalahgunakan arti kebebasan semau dia, apa dia ga mikir tingkah lakunya di lihat seluruh orang Indonesia dan juga Allah swt.

    pesen aja buat mbak dewi persik, dangdut ga usah di bikin goyang yang aneh-aneh, tanpa goyangan yang bikin kepala muter juga asyik di denger, contoh aja penyanyi dangdut yang kalem dandannya. Nyadar ga sih kelakuan mbak dewi persik itu bikin moral anak muda semakin bejat contohnya banyak kasus perkosaan oleh anak muda (Mbak dewi pasti bilang “Ahh itu otak orangnya aja yang ngeres, porno“), ya gimana ga mikir gitu wong yang di liat goyangan porno kok, ga ngerasa emang?.

    artis kok ada2 aja.

    Suka

  40. nurussadad Avatar

    muga Pak Walkot teteup keukeuh.

    Suka

  41. donaldessen Avatar
    donaldessen

    Btw kasus Maia ama Ahmad Dani gimana ya ?udah lama gak nonton infotainement nih hehe

    Suka

  42. hmcahyo Avatar
    hmcahyo

    Mari kita dukung pak walikota.. dan mudah-mudahan pak walikota saya seperti walikota tanggerang .

    salam dari malang

    Suka

  43. niamajid Avatar
    niamajid

    Saya mendukung tulisan anda. Seandainya kalo Dewi benar2 menjunjung tinggi kehormatannya, seharusnya dia juga berpikir 1000 kali untuk berpakaian yang kurang sopan.
    Saya harap walikota juga benar2 tegas dalam menghadapi Dewi.
    Salam dari Samarinda.

    Suka

  44. Thamrin Avatar

    Kasian Dewi Persik, nggak ada yang belain… 🙂

    Suka

  45. Jimmy Avatar
    Jimmy

    Lebih bahaya mana:
    Pornoaksi atau Korupsi?

    Kayaknya kalau kasus Pornoaksi lebih heboh daripada korupsi?

    Pak Wir, tolong bahas dong wisata kuliner di yogya, soalnya saya 2 minggu sekali keYogya..kontrol proyek. Khan sekalian makan2

    Suka

  46. SUKMA Avatar

    Gitu aja ko rame………… saling menyalahkan lihat dong diri elo sendiri udah pada bener belum!!

    Suka

  47. D a d u n Avatar
    D a d u n

    Hm, jujur, kalau kasus ini menimpa penyanyi lain, selain Dewi Persik, mungkin saya akan sedikit berpihak kepadanya, dan meragukan pejabat yang mencekalnya. Tetapi, jika melihat Dewi Persik yang sedemikian ehm-nya, ditambah gaya bicaranya yang sok berbahasa tinggi itu, hmmmmmmmmmmmmmm……… saya memilih untuk tidak di kubu manapun, bahkan benar-benar memindahkan channel ketika tayangan itu diputar^^

    Suka

  48. erwindpk Avatar
    erwindpk

    pencekalan disuatu tempat memang mengarah pada pembatasan aturan secara fisik, tetapi saya pikir alangkah lebih indah apabila suatu pencekalan dianggap sebagai kacamata dan cermin seseorang untuk merasa apakah ada yang kurang dari diri sendiri dan kalangan umum.

    Jadi saya lebih condong menyikapi dengan melihat sisi walikota dan sisi dewi, apakah dua-duanya memiliki hak mencekal dan dicekal. trimmmmmmmmmmm

    Suka

  49. gagahput3ra Avatar

    Masalahnya bukan di porno atau tidaknya Dewi Persik. Masalahnya adalah saat pemerintah merasa lebih tahu hiburan mana yang paling cocok untuk warganya.

    Karena ini Demokrasi, harusnya menghormati setiap pilihan

    Gituuu 😀

    Suka

  50. Agus Avatar
    Agus

    ……….. ????????????? !!!!!!!!!

    Suka

Tinggalkan komentar

I’m Wiryanto Dewobroto

Seseorang yang mendalami ilmu teknik sipil, khususnya rekayasa struktur. Aktif sebagai guru besar sejak 2019 dari salah satu perguruan tinggi swasta di Tangerang. Juga aktif sebagai pakar di PUPR khususnya di Komite Keselamatan Konstruksi sejak 2018. Hobby menulis semenjak awal studi S3. Ada beberapa buku yang telah diterbitkan dan bisa diperoleh di http://lumina-press.com