Hari ini kebetulan mengantar ke daerah Balaraja, dari Bekasi rute via tol JORR, BSD lalu masuk tol Jakarta Merak. Lancar-lancar saja. Untung nggak masuk Tangerang yang menurut berita TV terjadi kemacetan parah karena imbas jalan tol bandara terendam air dan tidak bisa dilalui. Ini berita di detik.com.
Berita itu tentu saja sangat mengherankan sekali, terus terang seharian ini, udara di Jabotabek relatif panas, tidak ada hujan sama sekali. Jadi jika tidak ada hujan, mengapa tol bandara bisa sampai kerendam air dan tidak bisa dilewati kendaraan. Jika bukan dari hujan, berarti sumber banjir adalah dari muka air laut yang lebih tinggi dari badan tol. Iya bukan.
Muka air laut tinggi ?
Bisa juga, apakah ini dampak dari pemanasan global. Apakah dalam 10-15 tahun ini tinggi muka air laut bisa naik sampai lebih dari 1 m.
Jika permukaan air laut tidak naik setinggi itu, tentu jalan tol-nya yang turun. Apa iya ?
Atau mungkin kedua-duanya, yaitu (1) muka air laut naik akibat pemanasan global dan (2) permukaan jalan tol turun.
Jika demikian lalu bagaimana cara mengatasinya ?
Saat ini yang dilakukan adalah membuat tanggul dan menyiapkan pompa. Tetapi kelemahannya adalah jika ada tanggul yang bocor (gagal) maka air akan langsung mengenai semuanya. Tol terendam. Itulah yang terjadi saat ini. Dengan demikian jelaslah bahwa tanggul dan pompa bukanlah solusi baik di jangka panjang.
Alternatif lain bagaimana ? Bagaimana dengan menimbun ? Kalau menimbun berarti menambah berat struktur jalan tersebut, jika semakin berat dan tanah dibawahnya mengalamai konsolidasi maka akan turun lagi. Iya khan.
Bikin jalan layang ! Bisa juga, tetapi mahal, pondasinya juga bisa mengalami penurunan jika tidak digunakan sistem pondasi dalam (tian pancang).
Bagaimana dengan jalan baru ?
Saya kira ini merupakan cara yang cukup efektif karena dapat memberi alternatif jalan menuju bandara. Atau mau memindah bandaranya sekalian. Wah ini lebih mahal lagi.
Yah, yang jelas karena sistem tanggul dan pompa sudah sekian kali menunjukkan kegagalan dalam mengatasi jalan tol yang terendam, maka itu tidak bisa kita andalkan lagi. Harus dicari alternatif penyelesaian yang lain.
Apa itu ?
Berita yang terkait :







Tinggalkan komentar