Ultah perkawinan berlian orang tuaku

Lirik lagu berjudul “Harta Berharga”, yang dinyanyikan BCL berikut tentu cukup familiar

Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga

Selamat pagi emak
Selamat pagi abah
Mentari hari ini
Berseri indah

Terima kasih emak
Terima kasih abah
Untuk tampil perkasa
Bagi kami putra putri yang siap berbakti

Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga

Saya setuju sekali dengan lirik di atas, bahwa keluarga adalah salah satu harta yang tidak ternilai (selain kesehatan tentu saja). Saya bahkan selalu mengingatkan kepada anak-anak bahwa di awal kehidupan ada dua hal yang perlu diperjuangkan, yaitu CITA (karir) dan CINTA (keluarga). Keduanya harus mulai dipikirkan bersama, keduanya sama pentingnya. Jangan berpikir bahwa keduanya itu terpisah, ibarat seperti makan dan minum, keduanya harus seimbang sesuai waktunya agar hidup ini harmonis.

Dalam konteks itu bisa dijelaskan bahwa yang dimaksud CINTA itu tidak sekedar seks, atau untuk menghindari zinah, tetapi lebih dari itu, yaitu sebagai bagian dari tanggung jawab untuk mewujudkan anak keturunan dengan membentuk keluarga yang damai dan sejahtera dan bisa memuliakan pencipta-Nya. Dalam konteks seperti itu maka permasalahan childfree dan LGBT dapat dijelaskan kepada anak-anak mengapa kita harus menolaknya. Jika keduanya dipilih, maka jelas anak keturunan seperti yang diharapkan tidak akan tercapai.

Peran keluarga bagi seseorang sangat penting sekali dan dibutuhkan selagi belum bisa mandiri (masih kecil) dan sangat membantu ketika sudah menua. Bagi seseorang yang tidak memikirkan bahwa CITA dan CINTA itu penting, dan hanya menekankan pada CITA (karir dan mencari kekayaan) maka ketika waktu beranjak menjelang senja, maka hanya PENYESALAN yang didapat.

Puji Tuhan sampai saya seusia ini (telah dikarunia satu cucu), ke dua orang tua dan mertua masih sehat, tinggal di kota kelahiran, Yogyakarta. Hanya karena karunia-NYA maka pada hari Sabtu tanggal 28 Oktober 2023 kedua orang tua saya merayakan ulang tahun perkawinan berlian (ke-60), dalam bentuk Misa Ekaristi Syukur di Gereja Pringwulung, Yogyakarta. Acara berlangsung meriah sebagai berikut:

Video di atas dibuat oleh Komsos yang memang profesional. Selanjutnya ada dokumentasi foto-foto dari HP yang saya bawa, sebagai berikut.

Selanjutnya tidak lupa, aku sematkan nats kesukaan bapakku.

Nyanyian ziarah (Mazmur 128).

Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.
Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu. Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu.
Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.
Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, dan melihat anak-anak dari anak-anakmu.
Damai sejahtera atas Israel.

Tinggalkan komentar

I’m Wiryanto Dewobroto

Seseorang yang mendalami ilmu teknik sipil, khususnya rekayasa struktur. Aktif sebagai guru besar sejak 2019 dari salah satu perguruan tinggi swasta di Tangerang. Juga aktif sebagai pakar di PUPR khususnya di Komite Keselamatan Konstruksi sejak 2018. Hobby menulis semenjak awal studi S3. Ada beberapa buku yang telah diterbitkan dan bisa diperoleh di http://lumina-press.com