Belum baca buku saya ya ?

Kehidupan mengajar bagi saya adalah suatu kehormatan, apalagi ditambah karunia menulis. Lengkap sudah modal untuk mengisi kehidupan ini secara warna-warni. Akibatnya profesi dosenpun dapat menjadi sesuatu yang dibanggakan, tanpa perlu melengkapi diri dengan Rubicon.  😀

Salah satu ciri atau tanda jika proses mengajar / menulis mendapatkan respon yang baik dari murid / pembaca adalah adanya pertanyaan, baik itu secara lesan (mengajar) atau tertulis (dibaca tulisannya). Pertanyaan dapat menjadi menjadi petunjuk apakah materi yang diajarkan mendapat respon atau tidak. Semakin banyak pertanyaan, berarti para murid tertarik untuk mendengarkan bahkan bisa terjadi diskusi tambahan untuk menjelaskan hal-hal lain yang mungkin terlewatkan. Proses pengajaran menjadi hidup.

Baca lebih lanjut

Seminar Inovasi Baja di Pontianak

Jumlah perguruan tinggi yang memiliki Jurusan Teknik Sipil di P. Kalimantan ada sekitar 23 (Sumber banpt.or.id). Itu berarti komunitas pembelajaran teknik sipil relatif banyak. Bayangkan, jika setiap jurusan punya 50 orang murid (pukul rata) maka setiap tahun akan ada kurang lebih 1150 orang yang datang bergabung. Karena mata kuliah struktur baja adalah wajib diikuti untuk menyelesaikan pendidikan teknik sipil, maka tentunya penyelenggaraan seminar struktur baja akan banyak peminatnya. Anggap saja yang masih aktif belajar adalah 5 angkatan terakhir atau sekitar 5750 orang dan yang benar-benar mau meluangkan waktu ada sekitar 5% saja maka itu saja akan ada sekitar 200 orang. Sudah ramai itu.

Adanya harapan seperti itu, dan juga karena adanya dukungan Asosiasi Masyarakat Baja Indonesia (AMBI) sekaligus untuk usaha menangkap peluang akan ramainya dunia konstruksi saat di Indonesia. Oleh sebab itu Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Pontianak mengambil inisiatip menyelenggarakan Seminar Nasional Rancang Bangun Konstruksi Baja, di kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Seminar sehari tersebut akan berlangsung pada hari Rabu, tanggal 18 Oktober 2017 yang akan diadakan di Hotel Mercure Pontianak, Kalbar.

Y993738023_
Hotel Mercure Pontianak, Jl. Jendral Ahmad Yani No.91, Pontianak, Indonesia

Penyelenggaraan seminar di hotel seperti di atas, tentunya tidak sekedar untuk mengakomodasi keperluan akademis semata (kapita selekta perkuliahan), tetapi juga ditujukan sebagai sarana pengembangan profesional di P. Kalimatan dan sekitarnya, khususnya di bidang rekayasa konstruksi baja.

Baca lebih lanjut

Mahal itu indikasi mutu ?!

Pernyataan bahwa “barang mahal itu indikasi mutu“, tentu akan lebih banyak yang setuju dibanding jika pernyataannya adalah “barang mahal itu indikasi indah” atau bisa juga “makanan mahal itu enak“.

Setuju atau tidak ?

Mestinya iya khan. Bahwa ada yang tidak setuju karena faktanya ada juga yang bermutu tetapi relatif murah : Itu tentu ada. Tetapi untuk mendapatkannya tentu tidak segampang kalau harga tidak dibatasi. Itulah alasannya mengapa dalam menyatakan hal di atas, saya memilih kata akan lebih banyak. Jadi kalaupun ada yang tidak setuju, maka itu adalah sah-sah saja, hanya saja saya yakin jumlahnya relatif sedikit.

Juga dari kalimat yang saya bandingkan di atas dapat diketahui bahwa kriteria mutu lebih bersifat objektif dibanding kriteria indah atau enak. Adapun yang terakhir bersifat subyektif, sangat tergantung person atau manusia yang menjalankan atau menggevaluasinya.

Karena mutu tidak banyak tergantung dari person atau manusia, maka sebenarnya kriteria mutu lebih banyak bisa dibuat daripada kriteria indah atau enak. Padahal sebenarnya dalam kriteria mutu itu kadang kriteria enak atau indah bisa masuk di dalamnya, yaitu selama hal itu bisa didefinisikan.

Baca lebih lanjut

erection baja

Sorry, judulnya jangan di-complaint ya. Maklum bahasanya campur-campur, asing dan Indonesia sekaligus, terkesan tidak konsisten. Jadi yang merasa ahli bahasa pasti akan mencak-mencak. 😀

Sebagai orang yang awalnya adalah engineer, lalu baru sekarang menjadi pemakai bahasa aktif (penulis) maka menerjemahkan hanya berdasarkan kaidah yang biasa ada, koq nggak sreg begitu. Erection merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris dan sebenarnya sudah diserap menjadi kata baku bahasa Indonesia sebagai ereksi. Tetapi saya koq rasanya merasa nggak begitu pas untuk menyandingkannya dengan kata baja . Kata ereksi koq cocoknya jika dikaitkan dengan dokter Boyke. Tul nggak ?!

Tidak hanya itu saja, saya merasa bahwa kata ereksi merujuk pada suatu kondisi (statis). Adapun erection (dicetak miring) merujuk suatu proses (dinamis). Nah yang terakhir itu rasanya pas kalau yang memakai adalah seorang insinyur . He, he ini mungkin subyektifas pribadi ya.

Nah terlepas setuju atau tidak setuju, yang jelas kata erection (dicetak miring) sudah aku gunakan pada buku karanganku berjudul Struktur Baja (edisi awal) maupun untuk buku edisi ke-dua, dan kelihtannya sudah menjadi referensi banyak engineer.

Baca lebih lanjut

buku Edisi 2016 telah SIAP !

Puji Tuhan buku karanganku terbaru, Struktur Baja Edisi ke-2 yang dinanti-nanti telah diterima oleh LUMINA Press. Demikian informasi via sms yang aku terima hari ini. Lega rasanya menerima kabar tersebut sehingga rencana untuk segera mengirim buku tersebut kepada pemesan pra-order dan sekaligus rencana untuk berpartisipasi dengan membuka stand buku di seminar HAKI, dapat terwujud. Ini tentu berkat doa dan harapan baik dari para pembaca sekalian.

Baca lebih lanjut

suasana launching Buku di Yogyakarta – 14 Nov 2015

Jadi penulis itu memang menyenangkan, banyak teman, banyak rejeki (bantuan). Seperti launching buku karya terbaru misalnya, banyak lho yang bersedia membantu. Ini bisa terjadi karena kedua belah mendapatkan keuntungan masing-masing, win-win solution sifatnya.

Pihak yang membantu launching akan mendapatkan keuntungan karena acaranya semakin meriah, minimal mendapatkan perhatian dari para pembaca, dan penulisnya sendiri tentunya juga senang karena tidak perlu repot-repot mengadakannya. Karena alasan itu pula, maka pihak penerbit, LUMINA Press, dengan senang hati memberi sumbangan beberapa buku terbitannya untuk dijadikan door-prize. Ini menjadi alasan peserta untuk hadir dan menunggu sampai selesai. Ke dua belah pihak senang. 😀

Konsep dengan latar belakang pemikiran seperti di atas dimanfaatkan dengan baik oleh adik-adik HMTS Universitas Negeri Yogyakarta. Ketika mereka mengadakan acara seminar akademik dan mengundang saya sebagai salah satu pemakalah, maka mereka menawarkan kesempatan itu untuk sekaligus launching bukuku yang terbaru berjudul Struktur Baja – Perilaku, Analisis dan Desain – AISC 2010. Ini poster acara yang dimaksud.

SEMNAS-SIPIL-UNY-2015_small

Baca lebih lanjut

Struktur Baja Edisi ke-2

Tidak ada rencana sebenarnya untuk up-dated materi buku Struktur Baja, yang terbit April 2015 yang lalu. Hanya saja ketika diskusi dengan Kelvin Tio terkait penelitiannya tentang keruntuhan baut terhadap tarik , ternyata bahasan tentang efek prying pada buku belum memuaskan. Materi yang saya tulis baru sekedar introduction, lalu aplikasinya pada perencanaan sambungan end-plate. Padahal mekanisme kuat tarik pada baut dengan memperhitungkan efek prying mestinya perlu dibahas detail sebagai materi dasar tentang perilaku sambungan baut. Pemahaman ini penting karena dapat menjadi dasar kreatifitas insinyur dalam mendesain sambungan.

Nah ini, nggak enaknya jadi idealis. Tahu bahwa bukunya masih saja punya kelemahan, maka nggak bisa tidur. Padahal materi lain yang perlu ditulis masih banyak. Tentang tidak adanya materi balok kompositi pada buku tersebut. Itu sudah dijelaskanalasannya, yaitu akan dibuatkan buku tersendiri. Maklum sudah kepegang kata-kata kunci yang membuat buku tersebut istimewa. Jurnal-jurnal pendukungnya juga sudah lengkap. Tinggal waktu tenang menuliskannya.

Jadi intinya akan terbit buku Struktur Baja edisi ke-2, ya pak Wir ?

Kayaknya begitu dik. Ini sudah mulai nglembur.

Pertama-tama yang perlu perbaikan adalah kesalahan yang ditemukan pada buku tersebut atau disebut errata . Ini daftarnya, jadi kalau kamu menemukan errata baru, yang belum ada pada daftar tersebut,  informasikan ya, biar diperbaiki sekalian. Sebagai tanda terima kasih, namamu akan aku sebut di buku. Abadi 😀

Baca lebih lanjut