erection baja

Sorry, judulnya jangan di-complaint ya. Maklum bahasanya campur-campur, asing dan Indonesia sekaligus, terkesan tidak konsisten. Jadi yang merasa ahli bahasa pasti akan mencak-mencak. šŸ˜€

Sebagai orang yang awalnya adalah engineer, lalu baru sekarang menjadi pemakai bahasa aktif (penulis) maka menerjemahkan hanya berdasarkan kaidah yang biasa ada, koq nggak sreg begitu. Erection merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris dan sebenarnya sudah diserap menjadi kata baku bahasa Indonesia sebagai ereksi. Tetapi saya koq rasanya merasa nggak begitu pas untuk menyandingkannya dengan kata baja . Kata ereksi koq cocoknya jika dikaitkan dengan dokter Boyke. Tul nggak ?!

Tidak hanya itu saja, saya merasa bahwa kata ereksi merujuk pada suatu kondisi (statis). Adapun erection (dicetak miring) merujuk suatu proses (dinamis). Nah yang terakhir itu rasanya pas kalau yang memakai adalah seorang insinyur . He, he ini mungkin subyektifas pribadi ya.

Nah terlepas setuju atau tidak setuju, yang jelas kata erection (dicetak miring) sudah aku gunakan pada buku karanganku berjudul Struktur Baja (edisi awal) maupun untuk buku edisi ke-dua, dan kelihtannya sudah menjadi referensi banyak engineer.

Baca lebih lanjut

buku Edisi 2016 telah SIAP !

Puji Tuhan buku karanganku terbaru, Struktur Baja Edisi ke-2 yang dinanti-nanti telah diterima oleh LUMINA Press. Demikian informasi via sms yang aku terima hari ini. Lega rasanya menerima kabar tersebut sehingga rencana untuk segera mengirim buku tersebut kepada pemesan pra-order dan sekaligus rencana untuk berpartisipasi dengan membuka stand buku di seminar HAKI, dapat terwujud. Ini tentu berkat doa dan harapan baik dari para pembaca sekalian.

Baca lebih lanjut

suasana launching Buku di Yogyakarta – 14 Nov 2015

Jadi penulis itu memang menyenangkan, banyak teman, banyak rejeki (bantuan). Seperti launching buku karya terbaru misalnya, banyak lho yang bersedia membantu. Ini bisa terjadi karena kedua belah mendapatkan keuntungan masing-masing, win-win solution sifatnya.

Pihak yang membantu launching akan mendapatkanĀ keuntungan karena acaranya semakin meriah, minimal mendapatkan perhatian dari para pembaca, dan penulisnya sendiri tentunya juga senang karena tidak perlu repot-repot mengadakannya. Karena alasan itu pula, maka pihak penerbit, LUMINA Press, dengan senang hati memberi sumbangan beberapa buku terbitannya untuk dijadikan door-prize. Ini menjadi alasan peserta untuk hadir dan menunggu sampai selesai. Ke dua belah pihak senang. šŸ˜€

Konsep dengan latar belakang pemikiran seperti di atas dimanfaatkan dengan baik oleh adik-adik HMTS Universitas Negeri Yogyakarta. Ketika mereka mengadakan acara seminar akademik dan mengundang saya sebagai salah satu pemakalah, maka mereka menawarkan kesempatan itu untuk sekaligus launching bukuku yang terbaru berjudul Struktur Baja – Perilaku, Analisis dan Desain – AISC 2010. Ini poster acara yang dimaksud.

SEMNAS-SIPIL-UNY-2015_small

Baca lebih lanjut

Struktur Baja Edisi ke-2

Tidak ada rencana sebenarnya untuk up-dated materi buku Struktur Baja, yang terbit April 2015 yang lalu. Hanya saja ketika diskusi dengan Kelvin Tio terkait penelitiannya tentang keruntuhan baut terhadap tarik , ternyata bahasan tentang efek prying pada buku belum memuaskan. Materi yang saya tulis baru sekedar introduction, lalu aplikasinya pada perencanaan sambungan end-plate. Padahal mekanisme kuat tarik pada baut dengan memperhitungkan efek prying mestinya perlu dibahas detail sebagai materi dasar tentang perilaku sambungan baut. Pemahaman ini penting karena dapat menjadi dasar kreatifitas insinyur dalam mendesain sambungan.

Nah ini, nggak enaknya jadi idealis. Tahu bahwa bukunya masih saja punya kelemahan, maka nggak bisa tidur. Padahal materi lain yang perlu ditulis masih banyak. Tentang tidak adanya materi balok kompositi pada buku tersebut. Itu sudah dijelaskanalasannya, yaitu akan dibuatkan buku tersendiri. Maklum sudah kepegang kata-kata kunci yang membuat buku tersebut istimewa. Jurnal-jurnal pendukungnya juga sudah lengkap. Tinggal waktu tenang menuliskannya.

Jadi intinya akan terbit buku Struktur Baja edisi ke-2, ya pak Wir ?

Kayaknya begitu dik. Ini sudah mulai nglembur.

Pertama-tama yang perlu perbaikan adalah kesalahan yang ditemukan pada buku tersebut atau disebut errata . Ini daftarnya, jadi kalau kamu menemukan errata baru, yang belum ada pada daftar tersebut,Ā  informasikan ya, biar diperbaiki sekalian. Sebagai tanda terima kasih, namamu akan aku sebut di buku. Abadi šŸ˜€

Baca lebih lanjut

Sabtu 14 November 2015 di UNY, Jogjakarta

Tidak terasa waktu cepat berlalu, bulan November – Desember ini banyak sekali acara. Rencana acara tersebut ada di beberapa kota, yaitu mulai dari Yogyakarta, Bandung, Medan dan Jakarta. Waktu paling dekat ini, yaitu Sabtu, tanggal 14 November 2015 diundang di kota Yogyakarta, tepatnya di Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta.

Ini merupakan undangan institusi tersebut yang kedua kalinya. Dua tahun lalu juga sekaligus launching buku terbitan Lumina Press yang pertama. Sekarang ini juga diundang untuk memberikan kuliah sekaligus untuk launching buku Struktur Baja. Tentu saja, tawaran tersebut langsung aku sambut gembira. Maklum bukan seorang pejabat, dokunya terbatas sehingga kalau launching buku numpang diĀ acara teman-teman yang punya acara dan mau direpotin. Harapannya sih agar acaranya bertambah meriah, dan sayanya juga senang. Itu namanya win-win solution.

Baca lebih lanjut

baut mutu tinggi 8.8 dan A325

Bekerja pada institusi dengan jumlah dosen yang relatif terbatas (kecil), ada untung dan ruginya lho. Kecil disini dengan asumsi bahwa setiap kepakaran cukup dipegang oleh satu dosen. Itu juga berarti bahwa jika dosennya mempunyai kepakaran lebih, maka akan dirangkap. Maklum sebagai institusi swasta maka faktor efisiensi kerja selalu menjadi tolok ukur dari setiap keputusan yang dibuat.

Oleh sebab itu untuk mata kuliah Computer Programming (2 sks), Steel Structure (3 x 2 sks), Timber Structure (2 sks), Computer Aided Structural Engineering (2 sks), yang mana dianggapnya aku menguasai dibanding dosen-dosen lain yang ada, maka diberikan aku tanggung jawab untuk mengelolanya. Satu sisi ini tentu suatu yang membanggakan karena dianggap menjadi pakar di bidang tersebut, tentu saja itu hanya berlaku di institusi tempatku bekerja.Tahu sendiri, disebut pakar khan kesannya terhormat. Tetapi karena menjadi satu-satunya yang dianggap pakar di tempat kerja, maka ketika harus menyiapkan materinya harus sendirian juga. Itu khan berarti perlu kerja keras. Itu mungkin sisi negatifnya.

Kalau hanya sekedar “bergaya” di kelas saja di kampus sendiri, maka para murid tentu akan dengan senang hati menyebut kepakaran yang dimaksud. Betul nggak, karena kalau nggak mau mengakui, . . . he, he, . . . nilainya bisa-bisa nggak lulus.:D

Masalahnya adalah jika pengakuan kepakaran tersebut disampaikan ke orang lain di luar kampus.Ā  Nah belum tentu orang lain itu mau mengakui. Padahal salah satu unsur reputasi adalah adanya pengakuan dari orang lain, betul khan. Itulah makanya, meskipun di negeri ini hanya ratusan program studi teknik sipil, sehingga tentunya ada banyak pakar terkait bidang studi yang diajarkan, faktanya mereka hanya berani menyebut diri sebagai dosen untuk mata kuliah anu, dan bukan pakar di bidang anu. Kalau dosen khan memang tidak bisa dibantah, maklum ada institusi yang mau menggajinya. Itu juga berarti ada ratusan dosen tentang struktur baja, tetapi yang dapat disebut pakar struktur baja tentunya jumlahnya lebih terbatas.

Baca lebih lanjut

cover design

Jika dipikir-pikir apa yang saya lakukan ini bukan pekerjaan insinyur, tetapi scope pekerjaan orang desain, tepatnya Desain Komunikasi Visual (DKV) yang mana salah satu jurusannya ada di UPH di School of Design atau SOD.

Pekerjaan di bidang desain “terpaksa’ harus dilakukan karena tuntutan profesi, bukan sebagai insinyur sih, tetapi selaku penulis. Ini adalah bentuk kemasan untuk menjual tulisan yang akan diterbitkan. O ya, hasil kerjaku selaku desainer adalah buku sampul “Komputer Rekayasa Struktur dengan SAP2000” yang terbit tahun 2013 yang lalu. Responnya bagus lho, udan tahu belum. Jika belum klik ini saja.

Baca lebih lanjut