saya ini programmer lho !

Jika anda memperhatikan, saya suka memperkenalkan diri sebagai engineer, guru besar, penulis dan programmer atau pemrogram. Untuk engineer mudah diidentifikasi, yaitu gelar yang terpasang di depan nama saya, yaitu Ir. Hanya saja pemakaian gelar itu sekarang lagi jadi permasalahan dengan adanya undang-undang insinyur yang baru. Padahal saya sudah pakai itu sejak tahun 1989. Kalau saya menyebut diri saya, guru besar atau profesor maka tentu tidak ada yang meragukan, ada acara pengukuhannya yang meriah. Juga untuk sebutan penulis, tidak perlu diragukan karena sudah ada buku yang diterbitkan dan sampai sekarang masih bisa dibeli di Bukalapak atau di Tokopedia atau sumber langsung di http://lumina-press.com.

Untuk profesi saya sebagai programmer, maka bagi yang baru-baru kenal saya, tentu akan banyak bertanya-tanya. Apa betul saya ini seorang programmer. Jawaban tentang hal itu hanya bisa diketahui jika telah membaca buku saya, yang terbitan PT. Elexmedia tahun 2002 atau 18 tahun yang lalu. Tentu saja buku tersebut sudah susah dicari dan sudah banyak yang melupakannya. Sejak buku itu terbit, rasanya produktifitas saya sebagai programmer hanya diaplikasikan pada struktur beton, dan belum struktur baja. Padahal setelah itu, saya lebih banyak fokus mendalami struktur baja, yang akhirnya terkulminasi dengan terbitnya buku struktur baja di tahun 2015 dan 2016 yang lalu. Akibatnya di kalangan profesional, saya ini dikenal sebagai ahli struktur baja. Nggak salah deh.

Setahun ini, sejak 4 November 2019, maka gelar Profesor saya sandang. Banyak hal positip yang saya dapat dengan anugrah tersebut. Keluarga dan anak-anak kelihatannya yang lebih menikmatinya. Kalau bagi saya, gelar itu ya biasa-biasa saja. Cara berpikirnya sama seperti ketika saya belum punya gelar tersebut, yaitu bahwa Profesor itu bukan segala-segalanya, dia bukan orang yang serba tahu. Itulah mengapa, dulu ketika bertemu seorang Profesor ya biasa-biasa saja. Maka sekarangpun ketika sudah jadi Profesor karena merasa tidak serba tahu, maka tidak bisa jumawa juga. Yah, biasa-biasa gitulah.

Hanya saja memang, setelah jadi Profesor maka banyak diminta bantu pemikiran terhadap permasalahan orang. Tentu saja terkait permasalahan yang terkait dengan keahlian saya, yaitu struktur baja. Mulai dari sistem perancah, jembatan box, rangka atap kubah. Mulai dari proyek infratruktur di Jakarta, proyek universitas di Solo, infrastruktur di Menado, kompleks PON di Papua, kampus poltek di Kalimantan atau pabrik di Aceh. Itu semua tentu menambah beban dan pikiran.

Tentang hal itu saya jadi ingat salah satu senior saya, yang sampai saat ini nggak mau ngurus jenjang guru besar karena merasa masih suka kerja mroyek. Saya dulu jadi berpikir, emangnya kalau profesor tidak boleh mroyek. Padahal setelah jadi profesor, maka kasus-kasus proyek yang bermasalah pada berdatangan. Padahal nggak maksud untuk mroyek lho, karena saya hanya fokus untuk menyelesaiakan permasalahan. Itu khan prinsip seorang peneliti, yaitu harus dimulai dari masalah.

Poster Seminar HAKI On-line

Adanya permasalahan yang datang dari mroyek bahkan memperingan kerja saya sebagai seorang peneliti akademisi, nggak perlu pusing mencari masalah untuk diangkat dalam penelitian. Saya membayangkan teman-teman akademisi dengan hibah penelitian, yang dari awal sudah mulai memikirkan masalah yang cocok dengan reviewer, lalu mengelola dana penelitian. Kalau masalah datang dari proyek, maka cukup memberikan petunjuk-petunjuk yang tepat, maka orang proyek yang akan mengerjakannya sekaligus mencari dana untuk membiayainya. Tahun ini masalah proyek yang menarik adalah tentang angkur raksasa di Surabaya, yang kemarin aku presentasikan di seminar HAKI Jogja.

Karena sudah jadi magnet permasalahan tentang struktur baja, maka tentunya harus menyiapkan diri dengan lebih baik. Jika tidak siap, maka tentu akan menimbulkan masalah, dan bisa-bisa stress. Salah satu caranya adalah mulai mempelajari program-program komputer yang dikembangkan orang. Tetapi ternyata tidak mudah juga. Umumnya program yang dimaksud adalah dalam bentuk program besar yang tergabung dengan analisa struktur, seperti SAP2000 atau STAAD Pro dan semacamnya. Program-program kecil yang sekedar fokus pada elemen, kelihatannya tidak banyak dijumpai. Padahal itu penting sekali untuk check hitungan yang ada.

Problem mempunyai gelar guru besar, adalah sendirian. Maklum belum tentu orang lain juga memahami tentang apa yang kita pikirkan. Jadi meskipun pada satu sisi setelah menjadi guru besar adalah banyak teman, tetapi kalau soal keilmuan menjadi semakin sendiri, tidak bisa dengan mudah bertanya ke orang lain, tetapi harus lebih banyak menjawab pertanyaan yang datang. Tentang hal itu, maka membimbing tesis di level S2 sangat membantu untuk mendapatkan teman diskusi tentang keilmuan. Kalau untuk level S1, lebih banyak sabarnya. Maklum, di kampusku tidak banyak mahasiswa yang tertarik bidang ilmu yang aku geluti. Katanya bikin pusing. Mereka lebih banyak ambil topik material beton, daripada struktur baja yang harus numerik karena kalau eksperimentalnya tidak didukung oleh peralatan laboratorium. Intinya tidak bisa mengandalkan orang lain untuk membantu permasalahan yang terkait dengan keahlianku. Itu berarti harus siap-siap mempersiapkan diri sendiri. Tentang hal itu, maka kepribadianku yang introvet sangat membantu. Aku kuat menyepi untuk melakukannya.

Nah dalam rangka memperkuat kompetensiku di bidang struktur baja, maka ketrampilan programmer yang aku kira sudah hilang ternyata masih kuat setelah puluhan tahun tidak aku gunakan. Programnya memang tidak secanggih yang sekarang bisa di HP, karena aku masih mengandalkan program VB 6.0 yang terkenal sekitar tahun 2000-an dulu.

Jujur, sebelumnya aku iseng-iseng saja karena perlu menghitung section property penampang baja. Tetapi tidak terasa sudah berjalan hampir sebulan ini. Akhirnya jadi juga suatu program kecil yang dapat menghitung profil baja I, mulai tekan, lentur dan kombinasi. Semua profil baja yang ada diinternet bisa aku masukkan dalam data base. Dari program itu pula, maka dapat terdeteksi pula beberapa kesalahan kecil di buku merah yang saya tulis.

Ini program yang aku maksud.

Gambar 1. Tampilan Utama Program I-Section

Note : tampilan di atas ternyata pada kondisi program belum di-RUN. Karena harusnya untuk profil tebal di atas, adalah termasuk penampang balok “compact”.

Aku sengaja pakai bahasa Inggris agar istilah-istilah langsung dapat aku comot dari AISC. Ketika sudah masuk ke penulisan program, dan sudah menikmati maka hasil akhirnya aku sendiri juga heran. Ternyata asyik juga ya. Adanya program seperti di atas tentu nilainya lebih tinggi dari selembar sertifikat yang ingin menunjukkan bahwa aku programmer. Betul khan.

Ketika di klik sana-sini maka opsi-opsi perhitungan bisa keluar. Ini contohnya.

Gambar 2. Menghitung koefisien momen gradien, yaitu Cb untuk LTB

Dengan melakukan penulisan program, maka secara tidak langsung menguliti setiap ilmu struktur baja yang tertempel di benak, memastikan apakah masih sinkron dengan kondisi ilmu baja saat ini. Ini tentnya sangat membantu sekali untuk mengasah otak kita menghadapi kasus-kasus struktur baja yang datang nantinya.

Output terbaik untuk program tersebut adalah dalam bentuk text file, seperti jaman SAP90 dulu. Ini hasil implementasinya pada program di atas.

Gambar 3. Output program dikirim dalam bentuk FILE teks.

Dengan kesuksesan membuat program kecil diatas maka rasanya lebih pede juga menyatakan diri sebagai programmer. Saya ini tidak hanya pintar berkata-kata lho, tetapi juga aplikatif .

Dengan berhasil dibuatnya tool-tool di atas, maka rasanya makin pede juga untuk menyatakan bahwa “struktur baja itu gampang lho !”

Semoga menginspirasi.

Penulis: wir

Engineer, Computer Programmer, Writer and Professor ini Structural Engineering

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s