penting bagi mahasiswa dan dosen

Ini ada surat dari Dirjen Dikti yang mewajibkan publikasi ilmiah bagi setiap jenjang S1, S2 dan S3. Silahkan dibaca :

Wah jadi kelihatan nanti siapa yang bisa menulis atau tidak, karena tugas akhir yang dibuat tiap-tiap mahasiwa akan terpublikasi secara luas. Akan ketahuan nanti yang suka copy and paste.

Selamat belajar melakukan penelitian dan penulisan.

Link yang terkait :

harapan tentang buku SAP2000 Edisi III

Merupakan kebiasaanku bila ada sedikit riak-riak harapan, maka aku coba tulis menjadi kata-kata. Nggak peduli meskipun mula-mula hanya dalam bentuk gagasan di dalam pikiran, dan belum ada wujudnya. Kenapa, karena aku yakin jika hal tersebut baik adanya dan terus dipikirkan serta diusahakan maka pada akhirnya waktu akan membuktikan bahwa itu ada. Jadi dengan menuliskannya di blog ini, maka aku dapat terus membaca, mengingat, memikirkannya dan pada akhirnya mengusahakannya.

Lanjutkan membaca “harapan tentang buku SAP2000 Edisi III”

bukunya pak TAVIO

Cukup puas rasanya hasil penyelenggaraan seminar Konteks3 kemarin, terutama karena kehadiran banyak teman-teman sejawat dari berbagai penjuru, baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta, tidak hanya yang berdomilisi di pulau Jawa saja tetapi bahkan banyak yang berasal dari luar Jawa, kelihatannya yang paling jauh adalah dari Unsrat, Menado, Sulawesi Utara (itu yang lokal), juga ada yang dari Maluku. Jauh mana sih ? Sedangkan di tingkat internasional tentunya wakil dari Werner Sobek yaitu Jerman, selain tentu saja tidak boleh dilupakan bahwa di Konteks3 tersebut juga telah datang pemakalah dari Singapore dan Malaysia.

Fakta seperti itu, tentunya dapat diterjemahkan sebagai adanya pengakuan akan keberadaan Jurusan Teknik Sipil UPH , yang di tahun ini telah mencapai usia 15 tahun. Untuk seorang bocah tentunya itu telah menjadi remaja, menjelang dewasa, tetapi untuk suatu insititusi pendidikan rasanya masih relatif muda dibanding institusi-institusi pendidikan yang lain.

Tentang pengakuan, rasanya itu tidak terbatas pada penyelenggaraan seminar saja, tetapi juga alumni-alumninya. Meskipun alumni untuk setiap angkatan relatif kecil, tetapi sudah ada beberapa lho yang bekerja di luar negeri di bidangnya (tentang hal itu ada beberapa yang kutulis di blog ini juga). Kecuali yang bekerja, ada juga yang telah mendapat beasiswa di luar negeri, contohnya Merry Natalia, alumni yang namanya tercantum di sampul prosiding Konteks, dimana gelar M.Sc.Eng diperoleh dari beasiswa di Taiwan. Satu lagi alumni dengan nama yang mirip, yaitu Merryana, juga tercantum di sampul prosiding tersebut, baru saja menerima surat pemberitahuan diterima beasiswa di Belgia.

Hal-hal seperti itulah yang membuat bahagia seseorang yang dosen, tidak berupa hal-hal yang bersifat materiil. Jadi hal-hal seperti inilah yang membuat mengapa banyak dosen-dosen dapat berusia lanjut dan tetap produktif.

Selain hal-hal di atas yang sifatnya personal dan subyektif,  ternyata keramaian acara dapat juga dimanfaatkan untuk marketing atau promosi. Di bagian lain ruang seminar, di ruang 502 tempat snack di waktu istirahat, dipasang beberapa boot untuk para sponsor acara tersebut. Tetapi tentu saja yang cocok dipromosikan adalah hal-hal yang terkait dengan profesi para peserta, yaitu bidang konstruksi maupun juga informasi umum untuk pengembangan pribadi seperti informasi pendidikan lanjut dsb.

Marketing atau promosi produk ternyata tidak hanya terbatas bagi sponsor. Juga bagi peserta seminar Konteks3 sendiri.

Maksudnya pak ?

Maksudnya jelas, bahwa kesuksesan penyelenggaraan seminar tersebut tidak hanya berguna bagi penyelenggaranya saja (UPH dan UAJY) tetapi juga bagi pesertanya, menjadi suatu win-win-solution , gitu lho. Kehadiran banyak praktisi dan pakar dibidangnya tentu merupakan suatu ajang yang paling bagus untuk promosi sesuatu yang memang kemungkinan besar diminati oleh orang-orang tersebut. Sesuatu yang dimaksud bisa juga berupa buku. Dalam hal ini teman-teman dari ITS, yaitu bapak Tavio dan bapak Kusuma memanfaatkan benar untuk sekaligus membagikan brosur buku-buku yang diterbitkannya. Ini benar-benar dapat disebut sebagai “sambil menyelam minum air, sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui”. Sambil berbagi ilmu, dan berdiskusi ilmiah, sekaligus juga mempromosikan karyanya.

Bayangkan jika tidak pada pertemuan seperti ini, kemudian ingin membagikan brosur promosi, jelas diperlukan perangko, itu khan biaya tersendiri.

Buku-buku tentang apa pak ?

Buku-buku tentang struktur beton terbitan ITS-Press, wah bagus lho. Dan seperti yang pernah saya sampaikan kemarin via penulisnya yaitu bapak Tavio sendiri, bahwa karena partisipasinya di Konteks3 tersebut maka saya juga akan bantu promosikan di blog ini.

Ini lho buku-buku karangan Bapak Ir. Tavio, MS., Ph.D dari ITS, Surabaya. Ayo jangan sampai ketinggalan.

Lanjutkan membaca “bukunya pak TAVIO”

google scholar

Dalam menyelesaikan disertasiku tempo hari, maka keberadaan internet adalah sangat signifikan. Bagaimana tidak, jurnal-jurnal terbaru yang kujadikan referensi utama dalam meyakinkan pengujiku adalah dari internet. Ketika itu bulan april-juni 2007, saat proposal risetku diajukan, referensinya adalah jurnal Elsevier bulan feb 2007, jadi karena referensinya dapat dianggap sangat up-to-dated , maka pantaslah kalau pelaksanaannya mak nyuss.

Jika mau dihitung-hitung, penelitian efektifnya cuma dua tahun. Sisanya khan aku pakai buat nulis buku. 😉

Lanjutkan membaca “google scholar”

Insinyur perlu Menulis Publikasi

Catatan : Makalah ini disampaikan dalam Workshop Penulis Muda, dengan tema : “Motivasi dan Inspirasi untuk menjadi Penulis; Menggerakkan Kepenulisan sebagai Jembatan Teknokrat dan Masyarakat” yang diselenggarakan oleh Forum Anggota Muda – Persatuan Insinyur Indonesia (http://fampii.org/), bertempat di Kantor Pusat Persatuan Insinyur Indonesia, Jalan Halimun No.39, Jakarta 12980 Jakarta Selatan

Lanjutkan membaca “Insinyur perlu Menulis Publikasi”

pelatihan penulis Elex – Nov 2008

Kadang-kadang bangga juga terdaftar dalam komunitas penulis, kesannya eksklusif.

Lho, emangnya bapak penulis ? Bukankah bapak ini hanya seorang guru ?

Betul. Gajian tiap bulannya sih guru. Tapi tiap semester terima royalti juga lho dari penerbit. Itu khan namanya penulis profesional. Kalau penulis blog di wordpress seperti ini khan hanya hobby doang. Jadinya disebut penulis amatir. 😉

Lanjutkan membaca “pelatihan penulis Elex – Nov 2008”

kumpul-kumpul penulis ELEX

Inisiatip menarik dari penerbit Elexmedia, yaitu diselenggarakannya acara pelatihan “Generate Idea (Creativity)” bagi para penulisnya, khususnya bidang IT (information & technology). Acara diadakan pada hari Sabtu, 19 Juli 2008 yang lalu, bertempat di Gedung Gramedia Unit III, Lt.5, Jl. Palmerah Selatan No.24 Jakarta.  Dalam kesempatan tersebut hadir sekitar 43 penulis.

Lanjutkan membaca “kumpul-kumpul penulis ELEX”

kenapa koq belum ada literaturnya ?

Yusen Wijaya menulis :

selamat sore pak Wir

Bapak menuliskan:

Pemakaian AISC bukan karena tidak cinta bangsa, tetapi karena alasan praktis saja, bahwa literatur baik textbooks maupun jurnal sudah sangat banyak tersedia. Jadi kalau memakai AISC sebagai rujukan maka diharapkan mahasiswa jika tidak puas dapat merujuk ke literatur yang banyak tersedia tersebut.

Alangkah baiknya jika ada seseorang yang menerbitkan buku yang merujuk pada SNI baja 2002.

PPBBI aja sudah ada buku literaturnya,
Pertanyaan saya:

kenapa yg SNI LRFD kok belum ada literaturnya ? padahal kan udah cukup lama di pelajari oleh orang Indonesia.. apakah para insinyur di indonesia masih betah dengan metode ASD.

Menurut pendapat Pak.Wir gimana ?

Pertanyaan sdr Yusen Wijaya menarik, jika dapat diresponds dengan baik maka itu merupakan bagian dari suatu kemajuan bangsa, khususnya kemajuan bagi anak bangsa yang berkutat di bidang rekayasa struktur baja.

Anak bangsa yang dimaksud bisa dari kalangan industri , konsultan, maupun perguruan tinggi. Eh, jadi ingat ke pak T. Warisman, Chief Representative “Zamil Steel Building Vietnam Co. LTD” yang menyempatkan mampir ke kampus UPH Lippo Karawaci, sekedar berkenalan dan bertukar pikiran tentang struktur baja prefabricated produknya. He, he, link-and-match  jadi tambah ilmu katanya.

Lanjutkan membaca “kenapa koq belum ada literaturnya ?”