Kategori: penulis

  • Yusen Wijaya menulis : selamat sore pak Wir Bapak menuliskan: Pemakaian AISC bukan karena tidak cinta bangsa, tetapi karena alasan praktis saja, bahwa literatur baik textbooks maupun jurnal sudah sangat banyak tersedia. Jadi kalau memakai AISC sebagai rujukan maka diharapkan mahasiswa jika tidak puas dapat merujuk ke literatur yang banyak tersedia tersebut. Alangkah baiknya jika…

  • Makan siang ketemu teman dosen non-eksata. Omong-omong banyak, mulai dari studi S3-nya yang sedang berjalan (sama-sama kandidat doktor), suka-dukanya, bahkan sampai pemahaman dia tentang konsep pendidikan bagi anak (anak sendiri maksudnya). Saya kira cukup menarik. Maklum dosennya cukup senior dan banyak pengalamannya, kira-kira sepuluh tahun di atas ku. Saya bertanya untuk basa-basi :”Wah kalau sudah…

  • Setelah menulis dan berhasil menerbitkan beberapa buku (yang beredar secara nasional), ternyata hal tersebut dapat menciptakan dinamika baru di dalam hidupku. Menjadikan aku seakan-akan lahir baru, yang berbeda dengan sebelumnya. Jelasnya menjadi lebih percaya diri, berani berbeda dalam berpendapat, khususnya dalam hal pemikiran, strategi dan sikap hidup. Sisi lain dengan timbulnya percaya diri (PD) tersebut, adalah…

  • Jangan bayangkan bahwa menulis itu merupakan bakat. Jadi jika tidak punya bakat, maka tidak bisa menulis. O ya, tentu saja di sini menulis yang dimaksud adalah menulis artikel untuk dibaca orang. Kalau menulis untuk menjawab soal ujian, saya kira semua orang yang lulus sekolah pasti bisa. 😀 Pak Wir, bisa aja. Situ khan punya pengalaman banyak. Lha saya…

  • Kita pernah merasakan bagaimana asyiknya membaca , bahkan sampai-sampai lupa makan misalnya. Membaca yang dimaksud tentu saja membaca tulisan atau cerita, bisa suatu novel, atau cerita roman, atau bisa juga text-books tebal yang orang lain membacanya saja mungkin bikin pusing. Jika anda saja sebagai pembaca (yang pasif) bisa merasa senang (asyik) , coba bayangkan bagaimana…

  • Lagi di tol dalam kota, HP bunyi, nomer baru, jadi nggak tahu siapa yg nelpon. Tahu-tahu ada suara merdu “Selamat siang. Besok Sabtu datang ya ?” “Siang juga . Ada apa mbak?”  **agak  bingung** “Itu ada acara temu penulis di Bentara Budaya!” **cepat nangkap bahwa ‘penulis’ dan ‘Bentara Budaya’ = Slipi Pal Merah= Gramedia = PT. Elex Media…