• Ternyata kasus susu berbakteri hasil penelitian IPB tempo hari itu masih berkelanjutan. Ingat, itu kasus yang lama, bahkan aku pernah juga tertarik untuk membahasnya, yaitu di sekitar tahun 2008, ini tulisanku tentang hal itu. Sekarang khan tahun 2011, jadi sudah tiga tahun. Masih saja itu dijadikan permasalahan, bahkan yang terakhir tidak hanya dosen yang ikut-ikut urun rembug, bahkan pada rektor perguruan tinggi langsung terlibat di dalamnya. Ini berita tentang rektor-rektor yang terlibat atau melibatkan diri dengan kasus susu tersebut. Seru khan.

    Kenapa itu bisa terjadi, itu disebabkan karena di masyarakat masih saja timbul pro kontra tentang perlu tidaknya merk susu formula berbakteri tersebut diungkapkan. Tahu sendiri khan kalau ada “masalah”, pasti akan ada pihak yang mengambil keuntungan. Jaman sekarang ini, yang namanya masalah khan bisnis, mulai dari masalah anak, rumah tangga, apalagi korupsi. Itu semua akan menyangkut duit. Maklum, orang akan dengan rela melepas duit yang mereka punya agar dapat terlepas dari masalah. Jadi masalah adalah sumber duit. 🙂

    (lebih…)

  • Ketika jaman sekolah dulu, istilah studi tour lebih banyak dikenal dibanding istilah studi banding. Maklum kala itu dilakukannya beramai-ramai, satu sekolah, berangkatnyapun memakai beberapa bis sekaligus. Seru. Tentang istilah “studi tour”, saya  sangat ingat sekali, maklum di badan bis, di sampingnya terikat kuat spanduk besar dengan tulisan “Studi tour SMA  . . . ke  . . . “.

    Wah jadi nostalgia nih. 🙂

    Studi tour dan studi banding, hampir mirip. Ke duanya mengacu pada kepergian ke suatu tempat lain yang baru, untuk mendapatkan atau melihat sesuatu yang baru pula. Itu diyakini agar mendapat tambahan pengetahuan atau minimum wawasan pikir yang baru, yang diharapkan akan mempengaruhi cara berpikirnya kemudian. Idealnya itu bahkan bisa dijadikan suatu motivasi baru, atau dasar bagi suatu tindakan kreatifitas yang lain.

    (lebih…)

  • Dua puluh tiga tahun yang lalu, yaitu saat pertama kali kerja di PT. Wiratman & Asociates (Jakarta), saya sudah terlibat dengan yang namanya baut mutu tinggi. Waktu itu saya perlu mempelajarinya karena diperlukan untuk merencanakan sistem sambungan balok baja untuk atap proyek Thamrin Tower. Saat ini gedungnya diberi nama ATD Plaza, di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.

    Struktur atap yang direncanakan relatif kecil (menurut ukuranku saat ini), masalahnya pada waktu itu adalah karena aku masih fresh graduate sedangkan di sisi lain yaitu engineer in-charge-nya langsung orang Jepang,  Mr. T. Araki namanya. Bayangkan saja, sebagai engineer muda yang baru lulus disuruh merencana secara lengkap struktur baja. Meskipun waktu itu, ketika kuliah di UGM juga telah mengerjakan tugas struktur baja dengan baik, tetapi ketika masuk dunia kerja, koq rasa-rasanya nul putung. Nggak tahu  apa-apa. 😦

    Bayangkan saja, menggambar struktur baja yang relatif kecil itu saja waktu itu sampai ditolak beberapa kali, dan disuruh merevisinya lagi oleh orang jepang tersebut. Aku ingat sekali, revisinya sampai tujuh kali. Pokoknya stress berat dan bahkan ada pemikiran mau resign saja. Mikir, merencanakan struktur atap saja, yang bagian kecil koq rasa-rasanya ribet dan susah banget gitu. 😦

    (lebih…)

  • Di jaman media ini, menjadi populer adalah salah satu jalan pintas menuju kesuksesan. Lihat saja para artis yang populer di TV, yang dikenal masyarakat banyak. Ternyata dengan bermodal itu dan ketika dijagokan parpol, karena meraih perhatian rakyat, akhirnya jadi wakil rakyat. Tahu sendiri khan, itu khan jaminan kesejahteraan. Tinggal tentu saja harus pintar-pintar jaga diri, jangan lihat film asal-asalan, bisa berhenti di tengah jalan lho.

    (lebih…)

  • <<updated lagi 8 Januari 2020>>

    Bagi orang yang tahu pekerjaanku, yaitu dosen di perguruan tinggi swasta, maka judul di atas tentu dapat dipertanyakan. Kenapa, karena yang namanya dosen bukankah kerjanya memang mengajar dan itupun juga dibayar.

    Artinya, itu memang tugasnya. Jika tidak mengajar, maka tentu tidak digaji juga. Kalau begitu apa istimewanya mengajar, itu memang suatu keharusan. Konsekuensi pekerjaan begitu lho. Jadi jika sesuatu itu tidak istimewa, mengapa perlu dibangga-banggakan. Betul nggak.

    (lebih…)
  • Kriteria penting suatu perencanaan struktur adalah kuat, kaku dan daktail. Itu diperlukan untuk memperkirakan atau tepatnya memprediksi perilaku struktur terhadap suatu pembebanan yang terjadi.

    Tetapi kadang, apa dan dimana pembebanan tersebut bekerja pada suatu struktur adalah tidak gampang memprediksinya secara tepat. Jadi kalau pembebanannya saja tidak tahu, maka tentu penilaiannya terhadap kriteria di atas, tidak mudah juga dilakukan. Oleh karena itu pengetahuan tentang berbagai pembebanan yang mungkin terjadi atau timbul dari suatu struktur adalah sangat penting.

    Bagaimana cara mempelajarinya.

    (lebih…)

  • Konstruksi bangunan umumnya hanya mengenal tiga bahan material pokok, yaitu baja, beton dan kayu. Dalam pengamatan saya selama ini hanya dua yang dianggap sebagai struktur yang sebenarnya, yaitu baja dan beton. Adapun struktur kayu dianggap sebagai konstruksi sekunder, kelas dua, bahkan tidak terpikirkan untuk menjadi struktur utama pengganti beton atau baja.

    (lebih…)

  • Pembelajaran struktur baja di UPH yang aku kelola mengacu pada code Amerika, yaitu AISC. Harapannya sih agar materi yang diberikan kepada mahasiswa-mahasiswa selalu up-dated dengan kemajuan jaman.

    (lebih…)

  • Soal-soal yang saya buat biasanya relatif sederhana. Males, karena kalau bikin soal susah-susah dan ternyata mahasiswa pada nggak bisa maka yang repot adalah saya sendiri. Jadi dengan soal yang sederhana tersebut harapannya mahasiswanya pada bisa, jadinya lulus deh.

    (lebih…)