• Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan akan menyelenggarakan Seminar Nasional Teknik Struktur 2009 dengan tema :”Perkembangan Mutakhir Pemanfaatan Material Baja dalam Industri Konstruksi“, pada tanggal 17 – 18 Juli 2009 bertempat di Aula Universitas Katolik Parahyangan, Jl. Merdeka No.30 Bandung 40117.

    Informasi lengkap dapat dilihat di sini.

    (lebih…)

  • Sebagai orang awam, atau tepatnya sebagai anggota masyarakat sipil biasa, tentu pertanyaan pada judul di atas bisa-bisa dianggap tidak relevan. Karena bisa saja kemudian ada yang berkomentar menanggapinya, misalnya : “Memangnya ada apa pak, dan kalaupun ada apa-apa, emangnya bisa apa bapak ?”

    Bukan wilayahnya begitu lho.

    (lebih…)

  • Pada mulanya berita tentang ibu Prita tidak terlalu kutahu, bahkan cenderung terabaikan. Maklum, aku mula-mula menganggapnya seperti berita tentang ‘facebook haram’. Nggak perlu ditanggapi, itu khan ibarat seperti halnya ‘melarang pisau tajam di rumah, karena bisa melukai bahkan membunuh seorang manusia yang tidak berdosa’.  Artinya apa, tergantung dari cara memandangnya. Jika di awal sudah dianggap negatif maka hasilnya ya negatif, tetapi jika dianggap positip maka bisa juga dihasilkan hal yang positip. Teknologi itu netral, tergantung orangnya. Gitu aja koq pusing. 🙂

    (lebih…)

  • Banyak orang, juga enginer (di negeri ini tentunya) yang berpendapat, bahwa hanya dengan tindakan nyata, maka mereka telah berbuat yang besar. Sehingga memandang rendah para teoritis yang hanya berkutat pada angka-angka dan tulisan.  Jika belum berkeringat, belum berpanas-panas dan belum mewujud dalam bentuk fisik maka dianggap belum berkarya.

    (lebih…)

  • Bagi seorang selibriti atau yang sejenisnya, tentu tahu sekali arti pentingnya publisitas. Jika perlu, bahkan untuk hal-hal yang terkait dengan moral, yang mungkin bagi kebanyakan orang dianggap negatif, kadang-kadang bukan sesuatu yang dipermasalahkan, yang penting mendapat publisitas. Titik !

    (lebih…)

  • Ujian akhir semester, baru saja selesai. Nilai-nilai hasil ujiannya baru saja diserahkan ke TU. Jadi tugas dan tanggung jawab sebagai dosen di semester ini tuntas sudah. 🙂

    Hari ini, Senin 25 Mei 2009, perkuliahan semester pendek dimulai. Lamanya sekitar dua setengah bulan. Adanya semester pendek ini maka yang mengambil perkuliahan dapat menyelesaikan dalam waktu 3.5 tahun. Lumayan khan. Semester pendek bagi sebagian besar teman-teman dosen yang lain digunakan untuk tetap sibuk memberikan perkuliahan. “Nambah-nambah tabungan, daripada nganggur“, kata mereka. Bener juga sih.

    (lebih…)

  • Bagus pak ?

    Betul, bagus dalam kaca mata saya lho. Buku tentang structural engineering, dapetnya di internet. Pertama-tama saya melihat sampulnya, koq menarik. Lalu membaca siapa pengarangnya, ternyata lebih menarik lagi. Siapa itu.

    (lebih…)

  • Karena rekomendasi ibu Lanny Hidayat maka saya diundang mewakili UPH untuk menghadiri seminar on “Advanced Technology for Long Span Cable Supported Bridge Engineering and Material” yang dilaksanakan secara sukes hari ini, Selasa tanggal 19 Mei 2009 di hotel Borobudur, Jakarta.

    Terima kasih bu Lanny dan juga budi baiknya bapak Suroto dari Inkindo yang mengusahakan undangannya. 🙂

    Oleh karena adanya kesempatan yang begitu baik tersebut, maka adalah tugas saya selanjutnya untuk melaporkan hasilnya kepada komunitas masyarakat engineering di Indonesia yang tidak sempat hadir pada acara ini.

    Note : he, he, bagi temen-temen yang menyelenggarakan event seperti ini ada baiknya mengundang juga lho para akademisi, mungkin secara materiil nggak ada dampaknya, tetapi para akademisi itu biasanya sering menuliskan seperti ini. Itu artinya event tersebut bisa abadi sifatnya sekaligus tersosialisasi lebih luas, nama penyelenggara juga terangkat. Win-win solution, nggak rugi lho ngundangnya. 🙂

    (lebih…)

  • Cukup puas rasanya hasil penyelenggaraan seminar Konteks3 kemarin, terutama karena kehadiran banyak teman-teman sejawat dari berbagai penjuru, baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta, tidak hanya yang berdomilisi di pulau Jawa saja tetapi bahkan banyak yang berasal dari luar Jawa, kelihatannya yang paling jauh adalah dari Unsrat, Menado, Sulawesi Utara (itu yang lokal), juga ada yang dari Maluku. Jauh mana sih ? Sedangkan di tingkat internasional tentunya wakil dari Werner Sobek yaitu Jerman, selain tentu saja tidak boleh dilupakan bahwa di Konteks3 tersebut juga telah datang pemakalah dari Singapore dan Malaysia.

    Fakta seperti itu, tentunya dapat diterjemahkan sebagai adanya pengakuan akan keberadaan Jurusan Teknik Sipil UPH , yang di tahun ini telah mencapai usia 15 tahun. Untuk seorang bocah tentunya itu telah menjadi remaja, menjelang dewasa, tetapi untuk suatu insititusi pendidikan rasanya masih relatif muda dibanding institusi-institusi pendidikan yang lain.

    Tentang pengakuan, rasanya itu tidak terbatas pada penyelenggaraan seminar saja, tetapi juga alumni-alumninya. Meskipun alumni untuk setiap angkatan relatif kecil, tetapi sudah ada beberapa lho yang bekerja di luar negeri di bidangnya (tentang hal itu ada beberapa yang kutulis di blog ini juga). Kecuali yang bekerja, ada juga yang telah mendapat beasiswa di luar negeri, contohnya Merry Natalia, alumni yang namanya tercantum di sampul prosiding Konteks, dimana gelar M.Sc.Eng diperoleh dari beasiswa di Taiwan. Satu lagi alumni dengan nama yang mirip, yaitu Merryana, juga tercantum di sampul prosiding tersebut, baru saja menerima surat pemberitahuan diterima beasiswa di Belgia.

    Hal-hal seperti itulah yang membuat bahagia seseorang yang dosen, tidak berupa hal-hal yang bersifat materiil. Jadi hal-hal seperti inilah yang membuat mengapa banyak dosen-dosen dapat berusia lanjut dan tetap produktif.

    Selain hal-hal di atas yang sifatnya personal dan subyektif,  ternyata keramaian acara dapat juga dimanfaatkan untuk marketing atau promosi. Di bagian lain ruang seminar, di ruang 502 tempat snack di waktu istirahat, dipasang beberapa boot untuk para sponsor acara tersebut. Tetapi tentu saja yang cocok dipromosikan adalah hal-hal yang terkait dengan profesi para peserta, yaitu bidang konstruksi maupun juga informasi umum untuk pengembangan pribadi seperti informasi pendidikan lanjut dsb.

    Marketing atau promosi produk ternyata tidak hanya terbatas bagi sponsor. Juga bagi peserta seminar Konteks3 sendiri.

    Maksudnya pak ?

    Maksudnya jelas, bahwa kesuksesan penyelenggaraan seminar tersebut tidak hanya berguna bagi penyelenggaranya saja (UPH dan UAJY) tetapi juga bagi pesertanya, menjadi suatu win-win-solution , gitu lho. Kehadiran banyak praktisi dan pakar dibidangnya tentu merupakan suatu ajang yang paling bagus untuk promosi sesuatu yang memang kemungkinan besar diminati oleh orang-orang tersebut. Sesuatu yang dimaksud bisa juga berupa buku. Dalam hal ini teman-teman dari ITS, yaitu bapak Tavio dan bapak Kusuma memanfaatkan benar untuk sekaligus membagikan brosur buku-buku yang diterbitkannya. Ini benar-benar dapat disebut sebagai “sambil menyelam minum air, sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui”. Sambil berbagi ilmu, dan berdiskusi ilmiah, sekaligus juga mempromosikan karyanya.

    Bayangkan jika tidak pada pertemuan seperti ini, kemudian ingin membagikan brosur promosi, jelas diperlukan perangko, itu khan biaya tersendiri.

    Buku-buku tentang apa pak ?

    Buku-buku tentang struktur beton terbitan ITS-Press, wah bagus lho. Dan seperti yang pernah saya sampaikan kemarin via penulisnya yaitu bapak Tavio sendiri, bahwa karena partisipasinya di Konteks3 tersebut maka saya juga akan bantu promosikan di blog ini.

    Ini lho buku-buku karangan Bapak Ir. Tavio, MS., Ph.D dari ITS, Surabaya. Ayo jangan sampai ketinggalan.

    (lebih…)

  • Dead line hampir tiba. Tanggal 15 Mei ini diminta untuk menyampaikan T.O.C, itu lho Table of Content dari materi yang akan disampaikan.

    Apa itu ?

    Itu lho yang tempo hari pernah saya sampaikan, yaitu tulisan yang akan menyajikan jembatan-jembatan di Indonesia. Tulisan itu nanti jika berhasil maka akan dijadikan salah satu bab dari buku yang akan diedarkan kenalan saya di luar sana. Karena ini menyangkut nama Indonesia, maka jelas informasi yang saya dapat dari Ibu Lanny Hidayat dan juga dari internet perlu dicheck lagi. Semakin banyak yang mengcheck dan memberi masukan maka tentunya akan semakin baik. Oleh karena itu maka jaringan internet di blog ini akan dimanfaatkan.

    (lebih…)