• Saya kira membahas atau menanggapi pertanyaan saudara YW cukup menarik, dan ini pertanyaannya.

    siang pak Wiryanto,
    ada pertanyaan dari teman saya, dan saya sendiri juga bingung menjawabnya, mudah mudahan bapak bisa menjawab pertanyaan temen saya .

    simple saja pak , untuk apa kita susah payah belajar struktur beton bertulang dan struktur baja secara mendalam , bahkan sampai membuat program perhitungan penampangnya segala, seperti program penampang beton bertulang buku pak Wir yang ke 3 ini. bukannya SAP2000 sudah bisa melakukan itu semua.

    jadi untuk apa lagi kita susah payah belajar beton , baja, analisa struktur dan pemograman secara mendalam ??? kata temen saya yang penting tau teori dasarnya ( kulitnya saja ) dah cukup ,supaya tidak terjadi kesalahan dalam input data ke SAP.

    hehe pertanyaan yang sangat susah di jawab..

    Apa benar itu suatu pertanyaan yang susah ? Ya tentu tergantung dari siapa yang menjawab bukan.

    (lebih…)

  • Kata pengantar : untuk menghormati teman-teman dari Jurusan Teknik Sipil, Universitas Kristen Maranatha, Bandung yang telah berpartisipasi aktif menghadiri KoNTekS-3 di UPH Karawaci kemarin maka sekarang saatnya mendukung mereka untuk menyukseskan kegiatan ilmiah yang akan diselenggarakannya.

    (lebih…)

  • umbul-umbul_11Malam ini rasanya lega, sehingga hobby menulis di blog ini dapat berjalan lagi. Hal itu disebabkan karena pelaksanaan Konferensi Nasional Teknik Sipil ke-3, hasil kerja sama UPH dan UAJY di kampus UPH Karawaci dalam dua hari ini dapat berlangsung lancar dan sukses. Tentu itu karena adanya penyertaan Tuhan selama acara tersebut berlangsung.

    Rasa lega ini patut diungkapkan, terutama ketika mengingat kemarin pagi saat acara akan segera dimulai, dimana menurut skedulnya seminar ini setelah dibuka oleh Rektor akan segera dimulai dengan presentasi dari dua keynoted speaker. Padahal pada waktunya tersebut, keduanya belum ada.

    Keynoted speakernya adalah dari staf ahli Menko dan pakar dari Stuttgart, Jerman. Keduanya dari arah Jakarta, jadi mestinya akan datang lewat jalan tol Jakarta-Merak. Jalur seperti yang pernah cara ceritakan tempo hari di sini. Ketika menunggu tersebut ada berita bahwa jalan tol macet karena ada kecelakaan truk kontainer, sehingga para speaker tersebut kena macet juga. Tidak ada kepastian kapan para keynoted bisa tiba di tempat seminar, jelas ini di luar skenario para panitia.

    Dalam memikirkan hal tersebut, dikemukakan rencana untuk mengubah invited speaker lain, yang seharusnya maju di hari ke dua, untuk menggantikannya (daripada kosong). Dengan skenario pemikiran seperti itu, maka acara dimulai.Padahal hal ini sangat beresiko, bayangkan, jika pembicara yang tidak terencana di atas baru saja mulai, lalu pembicara yang terencana datang. Khan jadi kacau.

    (lebih…)

  • Meskipun telah lebih dari 15 tahun keberadaan Universitas Pelita Harapan di Lippo Karawaci, Tangerang, tetapi saya yakin tidak semua orang pernah tahu dengan detail kampus tersebut. Ya dapat dimaklumi, lokasinya di pinggir, di sebelah barat kota Jakarta, tepatnya di sebelah selatan kota Tangerang dan terletak persis di pinggir tol Jakarta – Merak. Bahkan jika diperhatikan, bagi siapa saja yang pernah melintas di tol Jakarta – Merak, dari arah Jakarta, di sebelah kiri jalan, maka gedung kampus tersebut akan kelihatan.

    (lebih…)

  • Selagi masih menjadi mahasiswa di jurusan teknik sipil, permasalahan tentang standard dan strategi perencanaan tentu belum menjadi sesuatu yang urgent. Pada saat itu, bagi seorang mahasiswa yang penting adalah mengikuti materi dosennya dan dapat lulus. Tidak peduli dengan standard maupun metode design yang dipakai. Bisa tahu Standard, syukurlah (nilai tambah), tapi jika tidak tahu tapi ternyata lulus. Ya sudah ! Itu dipikirkan nanti saja, iya khan. 🙂

    (lebih…)

  • Ada titipan dari panitia KoNTekS-3 tentang rencana acara pelaksanaan konferensi nasional teknik sipil ke-3 atau KoNTekS-3 sbb:

    (lebih…)

  • Ini ada titipan dari panitia KoNTekS-3, yaitu tentang daftar lengkap makalah-makalah yang akan masuk pada Prosiding. Makalah terbagi dalam empat bidang kajian sbb:

    (lebih…)

  • Setelah ditunggu dengan toleransi waktu lebih dari dua minggu sejak dead line tgl 1 April, akhirnya kemarin diputus sudah. Ada sekitar 106 full-paper yang segera diproses untuk Prosiding, ditambah satu invited paper dari UTM, Malaysia.

    Jumlah itu berarti ada sekitar 85% abstrak yang berhasil menyanggupi mengirim tulisan penuhnya.

    Jadi bagi yang merasa terlambat, lebih baik tidak usah dikirim saja, pengiriman untuk makalah sudah ditutup.

    (lebih…)

  • Bencana ! Kecelakaan atau semacamnya, rasanya telah menjadi sesuatu yang biasa, seperti ketika ada pemilihan idol. Bergema sesaat, setelah itu terlupakan lagi oleh masyarakat (yang tidak kena musibah tentunya). Terlupakan, karena ternyata silih berganti.

    (lebih…)

  • Mall atau mal, adalah suatu kompleks pertokoan lengkap sebagai tempat belanja atau untuk janjian ketemuan di sana, karena tersedia banyak meeting point, baik itu lokasi terbuka yang memang mudah dijangkau, atau bisa berupa restorant bahkan toko buku.

    (lebih…)