• penerima hadiah nobel mampir ke UPH

    Dr Barry J Marshall , penerima hadiah nobel bidang kedokteran tahun 2005, menyambut tawaran menjadi guru besar tamu (visiting professor) di Universitas Pelita Harapan (UPH).

    (lebih…)

  • Sudah biasa kita mendengar berita tentang banjir, bahkan jika ada berita banjir besar di Jakarta dan sekitarnya yang menjadi berita di TV, ya sekitar bulan-bulan ini, maka kadang mendapat telpon interlokal dari orangtua di Jogja, “omahmu kebanjiran ?”. Syukurlah sampai hari ini tidak kebanjiran dan semoga selanjutnya demikian pula adanya.

    (lebih…)

  • Kusnadi bertanya :

    salam kenal pak wiryanto.
    biasanya beton ada pengujiannya mulai dari kekuatannya dll. klo untuk besi betonnya ada pengujian bersamaan dengan beton apa sendiri 2x. tolong kasih tahu metode pengujian besi betonnya donk pak wiryanto mulai dari bending testing, chemical, dll

    Pertanyaan anda sudah lama ada, belum bisa saya jawab langsung karena memang belum dapat acuannya. Ternyata setelah sekian lama nampang belum ada teman lain yang membantu untuk menjawabnya. Baiklah karena tempo hari, ketika  membongkar-bongkar ebooks tentang ASTM yang jumlahnya puluhan itu, eh ternyata dapet ASTM standard yang sesuai dengan pertanyaan saudara, ya beruntunglah anda. Ini jawabannya !

    (lebih…)

  • Kata pengantar Wiryanto Dewobroto

    Pidato Dr.(h.c.) WS Rendra ternyata mendapat banyak tanggapan positip dari para cendekia negeri ini. Jika itu baik maka perlu juga disosialisasikan ke teman-teman engineer yang belum membacanya.

    Bayangkan, yang nggak sarjana saja, jika berprestasi baik akan bisa mendapat pengakuan akademis tertinggi juga. Apalagi yang sarjana, seperti halnya teman-teman engineer, saya berharap ini dapat menjadi motivasi untuk terus bertumbuh, berkembang untuk kebaikan diri juga sesama.

    Syallom.

    Pengantar Umum : Rendra Ajak Masyarakat Bangkitkan Daya Cipta

    REKTOR Universitas Gadjah Mada, Prof Sudjarwadi menyatakan pemberian gelar Doktor Honoris Causa di bidang kebudayaan kepada WS Rendra merupakan perwujudan penghargaan atas kiprah dan prestasi luar biasa yang dilakukan oleh promovendus.
     
    “Rendra mampu membangkitkan kesadaran dalam bermasyarakat, juga memberi nuansa pengayaan unsur budaya,” kata Prof Sudjarwadi usai mendengarkan orasi Rendra, berjudul

    Megatruh Kambuh; Renungan Seorang Penyair dalam Menanggapi Kalabendu
    di Balai Senat UGM, Yogyakarta. Selasa (4/2).

    Tertarik membaca ? Awas panjang banget !  (wir’s comments)

    (lebih…)

  • Tanpa membuang waktu, mobil-mobil KPK memepet mobil Urip yang saat itu melawan. Mobil Urip ditabrak dari belakang sehingga bempernya penyok. Ia baru menyerah diborgol ketika empat personel Brimob yang memburunya menjatuhkan dirinya ke jalan aspal dan menekan kepalanya agar tak bisa bergerak lagi.
    [Kompas , Selasa 4 Maret 2008]

    Bisa dibayangkan apa yang terjadi pada saat itu, pasti cukup ‘keras’ dan itu dilakukan kepada orang yang tahu benar apa artinya keadilan, karena terdakwa adalah seorang jaksa yang pernah mengadili kasus terkenal pula. Jadi kalau KPK tidak mempunyai dasar argumentasi yang sangat kuat rasanya mustahil untuk dilakukan.

    Tentang apa yang dilakukan oleh KPK saya setuju. Meskipun sampai saat ini tuduhan terhadapnya belum tuntas, tetapi dengan tertangkap basah jaksa tersebut ketika membawa 660 ribu U$ yang dikatakannya hasil jual beli permata adalah suatu fakta yang memang menarik untuk dikaji. Apakah anda bisa membayangkan orang mempunyai omzet jual beli permata seharga 660 ribu U$ , tetapi mau hidup sebagai jaksa dengan meninggalkan sanak keluarganya di tempat lain. Ha, ha, rasanya orang bodoh juga tahu.

    Jikapun dia punya permata tersebut, darimana permata tersebut dia dapat. Padahal dia sehari-harinya khan di kejaksaan yang mungkin hanya segelintir bahkan nggak ada yang mau memperbincangkan tentang permata, kecuali jika itu dapat digantikan dengan penyelesaian perkaranya.

    Juga, yang bisa membeli batu permata seharga seperti itu khan hanya segelitintir orang di negeri ini. Pokoknya ini fakta yang sangat istimewa, fakta yang sudah dapat bercerita banyak tanpa perlu cari argumen-argumen yang lain.

    (lebih…)

  • Ada salah satu komentar yang ditulis oleh seseorang yang cukup menarik, yaitu

    memang benar, Islam mengijinkan menyimpan senjata, misalnya oleh militer untuk keperluan pertahanan sebuah negara. Saya rasa Kristen, Hindu, Budha, Konghucu, bahkan atheis pun mengijinkan menyimpan senjata.

    apa di Indonesia ada agama tertentu yang eksplisit melarang menyimpan senjata ? kalo iya, bersiaplah negara ini dihancurkan oleh bangsa biadab semacam amerika, israel dan antek-anteknya…

    Komentar di atas (asli-nya di sini) diberikan pada salah satu artikel saya yang membahas topik yang cukup peka, berkaitan dengan ideologi agama. Oleh karena itu saya perlu membikin artikel khusus, terpisah, agar tidak terjadi saling silang yang menyebabkan bias (tidak fokus).

    (lebih…)

  • Saksi Ahli dari MUI: Islam Izinkan Menyimpan Senjata

    Judul di atas adalah serangkaian kata yang terpampang menjadi judul berita di detikcom, ini linknya. Itu dilontarkan oleh saksi ahli tersebut berkaitan dengan acara sidang kasus teroris dengan terdakwa Abu Dujana alias Ainul Bahri di PN Jakarta (3/3/208).

    Saya tidak membayangkan bahwa kalimat seperti itu ada di negeri ini, Indonesia, yang katanya mengedepankan “Pancasila” dan mempunyai quote “Bhinneka Tunggal Ika“. Sepengetahuan saya, Indonesia adalah negara hukum, dimana mempunyai senjata api tanpa izin selain petugas adalah tindakan melawan hukum, lihat UU Nomor 8 Tahun 1948, tentang pendaftaran dan pemberian izin kepemilikan senjata api.

    (lebih…)

  • Publikasi tentang “kandungan bakteri enterobacter sakazakii pada susu formula di negeri ini”, hasil penelitian rekan-rekan IPB ternyata membuat heboh, tidak hanya di wordpress (dunia maya), tetapi juga di berita-berita koran harian atau news on-line (dunia real).

    (lebih…)

  • Papa, siapakah Gito Rollies itu ?

    Jika itu ditanyakan oleh generasi yang seumuran dengan saya, tentulah sangat mengherankan jika sampai tidak tahu “siapa Gito Rollies itu“. Tetapi itu merupakan pertanyaan anakku, yang saat ini masih duduk di SMP. Ternyata di generasinya, nama tersebut asing sehingga menjadi sesuatu yang perlu ditanyakan.

    Pertanyaan itu sebenarnya terjadi kemarin, yaitu ketika anakku yang kebetulan tidak masuk sekolah karena sakit, sedang menonton televisi. Kebetulan hari Sabtu, aku juga dirumah melihat acara yang sama, tayangan prosesi pemakaman Gito Rollies sehari sebelumnya. Pada tayangan tersebut juga diceritakan sekelumit tentang kehidupan masa lalunya, selanjut disampaikan juga testimoni teman-teman dekat yang ditinggalkannya.

    (lebih…)

  • Saya ini penipu. Kaget sekali aku terhadap komentar anak muda itu.

    **mengambil nafas panjang**. “Tenang-tenang, jangan emosi !“; bisik hatiku. “Mengapa aku disebut penipu ?“; balasku dengan sikap tenang. Anak muda itu bukan mahasiswa UPH, jadi belum tahu dia.

    (lebih…)