Setelah direnungi ternyata cukup asing juga memakai kata “kepatutan”, mungkin tepatnya adalah berkaitan dengan dapat diterima atau tidaknya oleh audience. Jika cukup patut maka audience akan merasa senang melihat atau mendengar hal yang patut tersebut, jika tidak patut, maka bisa saja audience merasa nggak enak, jengah, malu, bahkan jika keterlaluan akan menimbulkan protes. Bisa pada tingkat wacana tulis, bahkan sampai pada kerumunan massa, dan jika emosi tidak dijaga bisa sampai berdarah-darah. 😦
-
Berita terbaru dari kampus NIU ChicagoÂ
6:50 p.m. CST, 2/14/08
At approximately 3 p.m. Thursday, February 14, 2008, a gunman, carrying one shotgun and two handguns, opened fire in Cole Hall on the campus of Northern Illinois University in DeKalb.NIU Police officers were on the scene in less than two minutes and the gunman was found dead of a self-inflicted gunshot wound a short time later. Police have not released the identity of the gunman. At this time, there is no known motive.
Eighteen students were transported to Kishwaukee Community Hospital in DeKalb.
Info lengkap di sini.
Beberapa kali saya mengulas tentang anarki yang terjadi di sekitar kita, semuanya berpikir itu disebabkan adanya kesulitan ekonomi. Jadi menjadi semacam pelarian begitu, sehingga strategi penanganan yang tuntas adalah meningkatkan kesejahteraan.
Jika sudah sejahtera dan menjadi negara maju maka anarki tadi diyakini pasti hilang dengan sendirinya.
-
Memang hari ini penuh warna, satu sisi tadi berbicara tentang Valentine dan kasihnya, lalu ada pelantikan profesor baru UPH. Ternyata selain dua hal tadi, ada satu hal lain yang nggak enak, itu lho tentang complaint.
Jadi begini ceritanya, mahasiswaku khan punya acara yaitu kegiatan lomba jembatan model. Eh ternyata peminatnya membludak, lebih besar dari yang diharapkan. Satu sisi, tentu senang sekali, tapi sisi yang lain khan ada konsekuensinya. Untunglah mahasiswa saya ternyata telah memikirkan hal itu juga, akhirnya dengan banyak pertimbangan dipilihlah keputusan bahwa tidak mungkin menerima semua peserta yang mendaftarkan, kalau dipaksa, bisa-bisa kacau semuanya.
-
Pagi hari di kampus UPH Lippo Karawaci, langit mendung tapi belum hujan. Suasana Valentine, iya benar ketika tadi jalan-jalan di luar disapa sekelompok mahasiswa yang mengekspresikan diri dengan baju warna pink membagi kado kecil. Sederhana sih, kembang gula tetapi dikasih pita, lalu ada sedikit kata-kata motivasi, ini isinya:
Happy Valentine’s Day
“To the world you are someone,
but to someone you are the world”
BEM UPH -
Pelan tapi pasti, itu mungkin yang sedang terjadi. Dari sisi luar, orang akan melihat bahwa UPH sebagai perguruan tinggi swasta yang relatif muda sangat gencar dalam beriklan. Memang sih, itu karena ada divisi pemasaran tersendiri yang memang tugasnya adalah seperti itu.
Dari sisi lain, di bagian dalam, para staf pengajarnya juga tidak tinggal diam. Ya seperti di industri pada umumnya, agar laku maka ada dua hal yang perlu mendapat perhatian, bagian produksi dan bagian pemasaran. Bagian produksi yaitu kami, para staf pengajar, atau dikenal juga dengan istilah yang berkesan elite yaitu dosen, juga berupaya meningkatkan kualitas. Tahu sendiri khan meskipun pemasaran selangit tetapi kalau produknya mengecewakan, tentu tidak ada yang beli.
-
salam kenal pa’ Wir…
saya mo nanya kalau dalam struktur baja-
ASD dan LRFD, lebih irit mana ?
-
apa boleh nge-desain pake ASD?
maklum saya taunya ASD (he..he..) berilah pencerahan bagi saya. Please bangget!!!
salam christanto
Salam kenal juga Chris, syukurlah kalau kamu telah menguasai ASD. Moga-moga itu merupakan singkatan dari Allowable Stress Design-nya AISC dari USA. Itu bagus koq, tapi AISC-ASD Code yang terakhir adalah tahun 1989, sejak itu kosong. Code yang keluar berikutnya adalah AISC-LRFD. Kondisi tersebut seakan-akan menyatakan bahwa ASD sudah digantikan sepenuhnya oleh LRFD, jadi banyak engineer yangmempunyai kesan bahwa mereka harus berpindah gitu (dari ASD ke LRFD).
-
-
Sumber bacaan : “Tradisi Bijak Kayutanam“, oleh Agus Hernawan, Kompas 9 Feb 2008
Sekolah INS Kayutanam di kota Padang, yang berdiri di tahun 1926, akhirnya dapat berkembang menjadi institusi pendidikan Bumiputera terkemuka dengan fasilitas terlengkap pada masanya (Hernawan 2008). Padahal masa itu adalah masa penjajahan, tentunya sarana pendidikan bagi Bumiputera tidak semudah seperti sekarang ini, yang katanya telah merdeka lebih dari 50 tahun.
Sekolah tersebut bukan berdiri karena adanya subsidi pemerintah kolonial Belanda, bahkan INS Kayutanam menolak segala bentuk subsidi dari pemerintah. Tetapi adalah karena tekad kuat dari Engku Sjafei dan ayahnya, Marah Sutan, agar tercipta perguruan yang mempunyai hubungan erat dengan masyarakat, untuk dapat saling kerja sama sebaik-baiknya guna kebahagiaan nusa, bangsa dan kemanusiaan.Â
-
Dua hari terakhir ada dua artikel di harian Kompas yang menyitir tentang “sarjana nganggur”. Untuk itu perlu saya kutip sebagian artikel tersebut sebagai berikut.
. . .Â
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Fasli Jalal, mengutip data Badan Pusat Statistik, mengatakan, hingga Februari 2007, jumlah sarjana yang menganggur sebanyak 409.890 orang. Belum lagi lulusan diploma III yang belum mendapatkan pekerjaan sebanyak 179.231 orang serta diploma I dan diploma II yang menganggur berjumlah 151.085 orang. Total penganggur keluaran institusi pendidikan tinggi berjumlah 740.206 orang.
[Sumber Kompas – Rabu, 6 Februari 2008] -
Banyak orang menganggap bahwa eksiklopedia Wikipedia adalah sangat hebat dan akurat. Semula akupun menganggap demikian, khususnya untuk topik-topik yang belum aku ketahui, yaitu topik di luar bidang profesiku. Tetapi selanjutnya, ketika membaca penjelasan Wikipedia (berbahasa Indonesia) tentang bidang teknik sipil, aku mulai ragu. !?!?! Â Banyak uraian yang diberikan terasa janggal !