Minggu ini yaitu hari Rabu tanggal 26 September 2007 penyelenggaraan konferensi internasional bidang Teknik sipil di UPH akan dimulai. Rencananya akan dipresentasikan sekitar 100 makalah di berbagai bidang Teknik Sipil, mulai dari Infrastruktur / Geoteknik, Construction / Structure, Material sampai Management (tentunya tentang konstruksi / proyek).
-
Suatu kalimat pendek dan sederhana yang banyak dipakai orang kita Indonesia untuk menunjukkan bahwa dia mampu ! Bisa juga kalimat itu seperti ini : Lihat saja hasilnya !
Kenapa pak Wir ingin membahas tentang kalimat itu ? Apanya sih yang menarik, itu khan biasa aja dan cukup positip, nggak bertele-tele. Khan sudah benar pak !
Yah, saya kira nggak semudah itu menjawabnya. Ya atau tidak.
Kesan positip di kalangan kita tentang “yang penting hasilnya” memang bisa saya maklumi, tetapi karena peristiwa tadi sore di ujian Bahasa Pemrograman jadi bahan pemikiran lagi.
-
Oh ya pak, ini tentang jembatan dengan tumpuan elastomer. Sebenarnya prinsip kerja elastomer itu seperti apa ? Pakai elastomer apa karena sistem sendi-sendi, sendi-rol tidak cocok untuk jembatan ?
Tidak cocok, siapa bilang ?
Emangnya kalau sudah pakai tumpuan elastomer berarti bukan sistem sendi-rol lagi gitu ?
Ya pertanyaan-pertanyaan seperti ini banyak saya ketemui. Moga-moga yang bertanya masih mahasiswa, wajarlah. Tapi juga pernah dijumpai seorang dosen (senior karena udah tua) yang kebetulan jadi juri perlombaan yang mempertanyakan, kenapa pakai elastomer, itu khan bukan sendi atau rol gitu. Pokoknya kalau yang disebut sendi atau rol itu pasti ada bulet-buletnya.
-
Seorang mahasiswa putra daerah NIAS, jauh-jauh ke Jakarta untuk menggapai cita-citanya menjadi insinyur. Ternyata harapan dan kenyataan yang dijumpai tidak sama.
Ini sedikit uneg-uneg yang disampaikannya.
Syalom… Pak Wir…
Apa khabar? Luar biasa pastinya!!!Pak Wir, … ingin rasanya selalu mengunjungi blog ini.
Wir’s comments : Trim’s , saya tersanjung. Semoga yang lain juga begitu adanya, sehingga akupun ingin mengelola blog ini dengan sebaik-baiknya. 😐 , 🙂 , 😀
-
Retreat, apa itu ?
Bagi teman-teman non-kristiani mungkin cukup asing dengan istilah tersebut. Tetapi bagi teman-teman kristiani, istilah tersebut tentunya cukup familiar. Retreat, yaitu acara khusus biasanya berbentuk kelompok untuk bersama-sama menyisihkan waktu dengan mengambil tempat khusus untuk sekedar merenungkan diri dalam usahanya mendekatkan diri ke penciptanya.
-
EDITOR’S NOTE
Sashi K. Kunnath
Professor,
Dept. of Civil and Environmental Engineering, Univ. of California at DavisThis Month in JSE.
The primary theme of papers in this issue of the Journal is seismic effects. The remaining papers include the following general areas: health monitoring, metal structures, concrete structures, wood-concrete composite structures, structural control, safety and reliability, and analysis and computation. -
Pak Wir,
Sharing Textbook (GRATISAN) lagi nih kalo masih ada tempat di Blog. Biar tambah komplet VIRTUAL LIBRARY CIVIL ENGINEER INDONESIA.Tentunya ga cuma biar tambah komplet, tapi HARUS dipelajari & dipahami juga lho… Biar kita sebagai civil engineer di negeri sendiri kaya dengan ILMU & TEKNOLOGI terbaru dunia Civil Engineering.Selamat Belajar …ps : Pak Wir, silahkan sebelum diposting dipilah/diedit dulu mana kiranya Teksbook yang sesuai untuk diposting.Wir’s comments : trim ya mas Eri Iwan Priyadi di Yogyakarta, rasanya semua perlu lho.
-
-
Mas Wir,
Saya bermaksud mengirim tulisan berkenaan dengan keselamatan kerja konstruksi, seperti yang pernah saya janjikan di blog, silakan mas Wir edit agar lebih mudah difahami.
Salam
BadarTulisan ini dimaksudkan untuk melanjutkan apa yang telah dipaparkan oleh mas Wir berkenaan dengan keselamatan kerja konstruksi, yang mana telah menarik antusias rekan-rekan lain untuk mendiskusikan untuk mengenal lebih jauh tentang keselamatan kerja konstruksi (K3).
-
Baru saja kemarin di bulan Agustus ini yaitu tanggal 21-22, di Hotel Borobudur, Jakarta, telah berhasil diselenggarakan seminar nasional dan juga pameran teknik dengan tema “KONTRUKSI TAHAN GEMPA DI INDONESIA”. Penyelenggaranya adalah HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia).
Tema pada seminar tersebut tentu menarik, kenapa ? Karena seperti yang kita ketahui, kita telah mempunyai peraturan gempa yang modern. Pendidikan di perguruan tinggi sangat menekankan mata kuliah teknik gempa. Tetapi kita lihat, masih banyak kerusakan yang terjadi pada kejadian-kejadian gempa. Mengapa ? Itu diakibatkan implementasi peraturan tidak sepenuhnya terlaksana, perhatian terhadap detail belum menjadi prioritas, kesalahan pelaksanaan masih terjadi dan ketidak-tahuan masih nyata-nyata ada.
Dengan adanya kondisi seperti itu maka HAKI pada kesempatan seminar tersebut berusaha membuka mata para pelaku teknis, akademisi dan pihak berwenang agar lebih peduli untuk merealisasikan kehadiran gedung-gedung tahan gempa di Indonesia.