Teringat masa lalu ketika masih mahasiswa S1, sewaktu masih sering lalu lalang di sekitar Laboratorium Konstruksi Kayu di Pogung di sebelah utara selokan Mataram, Yogyakarta. Salah satu kegiatanku pada waktu itu adalah membantu bapak Ir. R.J.B Soehendradjati sebagai asisten tugas pada mata kuliah Konstruksi Bangunan Gedung.
-
Dalam salah satu diskusi di Blog ini sdr. Gancang Pakar Mahajan Larosa, salah satu anak muda warga Nias berharap :
Pak Wir, bagaimana kalau “pembahasan Rumah Adat NIAS dapat diangkat jadi satu topik khusus”
Rumah adat Nias itu luar biasa loh, bisa bertahan di daerah gempa bahkan bisa tahan di skala gempa 8.7 SR.
Orang-orang pada masa dahulu ternyata sudah tahu membuat rumah anti gempa juga ya … Mereka patut diacungi jempol. Kenapa ? Dengan peralatan yang sederhana dan tidak menguasai analisa struktur mereka bisa juga bangun rumah seperti itu …
Saya kira, usul di atas menarik untuk diperhatikan ! Baiklah, saya akan menuliskan topik tersebut menjadi salah satu artikel di blog ini. Artikel pesanan begitu ya, he, he, he … 😀
-
Sudah banyak beredar kabar tentang akan dibangunnya jembatan yang menghubungkan Jawa dan Sumatera melintasi selat Sunda (lihat peta berikut).
-
Pak Wir.
Maukah anda membimbing saya dalam belajar mengenai kunci sukses menjadi seorang engineer yang selalu mampu mempercayai keahlian pada dirinya sendiri.
Maklum, saya maba salah satu universitas swasta di Makassar.
thanksKeinginan yang hebat sekali.
-
Bagi orang Jawa (apalagi yang dari Yogya dan sekitarnya), istilah nenepi tentunya tidak asing lagi. Istilah tersebut dimaksudkan pada ‘laku’ atau tindakan yang dikhususkan untuk memperkaya pengalaman batin, untuk memperoleh kesadaran bahwa begitu besarnya alam semesta dan begitu kecilnya manusia, oleh siapa itu semuanya ada dan untuk apa gerangan keberadaan tersebut. Untuk mendapat pemahaman itulah umumnya diperlukan kesendirian, keheningan dan dekat dengan alam, sehingga dapat tenang untuk merenungkan serta melantunkan doa kepada Nya. Karena keheningan itu umumnya adanya bukan ditengah-tengah (pusat) tetapi di pinggiran atau tepi maka timbulah istilah tersebut.
Mencari tempat nenepi di Yogyakarta adalah sarangnya. Kali ini saya akan melaporkan hasil kunjungan ke Sendang Jatiningsih di pinggiran lereng sungai Progo sebagai salah satu tempat nenepi bagi umat Katolik.

-
Kembali suci, merupakan inti pentingnya lebaran bagi teman-teman kita muslim. Bahwa itu patut dirayakan karena diperlukan usaha dan tekad yang keras, serta disiplin selama satu bulan penuh dengan melakukan puasa. Jika berhasil bahkan banyak yang menyebutkannya sebagai suatu ‘kemenangan’, yaitu menang melawan hawa nafsu.
-
Rinengga Pudya Pudyaning Satoto, Kanthi Perbawaning 1 Syawal 1428H.
Kulo Sagotrah Nyuwun Sih Lumebering Samodra Ing Pangaksami
Lahir Soho Ing BatosWiryanto Dewobroto dan keluarga