Setahun sudah aku menjadi blogger, yaitu sejak kepindahanku dari website lama di http://sipil-uph.tripod.com , ke blog-ku yang sekarang ini.
-
Judulnya begitu, tapi maksudnya baik koq, maksudnya bangga begitu. Kenapa pakai kata narsis ? Tahu sendiri khan maksudnya. 😀
catatan : Bingung ? Nggak dong ? Berarti belum banyak ngulak-ulik blog ini.
Pepatah “guru kencing berdiri, murid kencing berlari”, atau “buah jatuh, tidak jauh dari pohonnya”, merupakan kata-kata mutiara yang kalau dipikir-pikir. Benar lho adanya !
Jadi, kalau gurunya bangga dengan apa yang dikerjakannya, maka muridnya juga bangga dengan apa yang didapat.
-
Kata Pengantar dari Wiryanto Dewobroto
Kata-kata di atas bukan dari saya, tapi dari bapak Andi Asiz , PhD, PEng , faculty di Forestry and Environmental Management, University of New Brunswick, Frederiction , NB, Canada, yang menanggapi secara positip artikel saya tentang kayu tempo hari.
Terima kasih dan salam kenal juga pak. 🙂
Karena saya yakin bahwa tanggapan doktor Andi yang panjang ini pasti berguna bagi teman-teman lain, maka saya tampilkan dalam halaman khusus agar mudah terlihat.
Untuk memudahkan mencari artikel-artikel lain yang berkaitan dengan kayu maka saya tambahkan kata kunci “kayu“ pada kategori artikel (bagian kanan bawah). Saya harapkan artikel-artikel tentang kayu akan semakin banyak, selain dukungan dari doktor Andi, juga mungkin teman-teman lain yang juga mempunyai peminatan dan pemikiran sama yaitu “ingin memajukan perkayuan Indonesia”. Begitu khan pak.
Setelah meneliti daftar publikasi doktor Andi tentang perkayuan. Terus terang, saya kagum. Hebat. Begitu banyak ! Saya yakin doktor Andi adalah orang Indonesia yang mempunyai publikasi tentang kayu terbanyak di tingkat internasional. 🙂
Harapan kita bersama tentu saja, bahwa doktor Andi bersedia menjadi mentor on-line kita ini di Indonesia minimal via blog ini, agar struktur kayu kita sedikit demi sedikit meningkat dan tidak jalan di tempat seperti sekarang ini.
-
ex-PTW mengandung arti : teman-teman kenalan lama yang pernah atau masih bekerja di PT. Wiratman and Associates Consulting Engineers, konsultan rekayasa teknik sipil yang sudah eksis sejak tahun 1976, yang kemarin, pada hari Jumat tanggal 16 November merayakan hari ulang-tahunnya. Saya jadi ingat, bahwa pada setiap ulang tahunnya kantor PTW biasa mengadakan tamasya bersama dengan semua karyawan. Bisa ke gunung (Puncak) atau pulau di sekitar Jakarta. Jadi kalau dipikir, kita dulu sudah seperti keluarga aja di PTW. Ulang tahunnya yang sekarang, pada kemana ya ?
O ya, untuk itu kami mengucapkan :
“Selamat Ulang Tahun PT. Wiratman & Associates ,
semoga semakin bertumbuh, berbuah banyak
dalam damai yang penuh kesejahteraan“. 😀Jadi intinya, hubungan batin / memori dengan PTW masih kuat. Adalah inisiatif pak Haryono untuk mengadakan semacam reuni, sekedar kongkow makan-makan bersama. Flash-back gitu.
-
Hari Rabu 14 Nov 2007 saat menghadiri sidang terbuka pak Adhiyoso. Ketemu banyak teman-teman seprofesi, yah seperti reuni dan sempat berbincang-bincang, beberapa diantaranya adalah : pak Nathan (pembuat software SANS Pro), doktor Iswandi Imran (ITB), doktor Cesilia Lauw (Rektor Unpar), prof Bambang Suryoatmono , doktor Karta (Unpar), prof Paulus Pramono , pak Joni Simanta, ibu Winarni (mereka grup Unpar), lalu pak Maryoko Hadi dan ibu Silvi (Puskim), doktor Titik Penta (Unpas Bogor), belum lagi Aji, Martinus, Joko. Wah banyak juga, nggak rugi pagi-pagi berangkat sendiri ke Bandung. Ngasih selamat ke pak Adhi yang sekarang telah resmi jadi ahli main kayu, maksudnya struktur kayu gitu.
-
Selamat ya pak Adhijoso !
Hari Rabu, tanggal 14 November 2007, program pascasarjana meluluskan kembali doktor baru teknik sipil. Untuk bidang kekhususan struktur maka pak Adhijoso menjadi yang ke-2 setelah mbak Retno tempo hari.
Disertasi penelitian beliau berjudul:
Perilaku Sambungan Kayu dengan Baut Tunggal
Berpelat Sisi Baja akibat Beban Uni-Aksial TarikBehaviour of Single-Bolted Timber Connections
with Steel Side Plates under Uni-Axial Tension Loading -
wihhhh narsis-nya rek…

Komentar pendek pada salah satu artikelku oleh seseorang yang identitasnya jelas ! Dosen juga.
Oleh karena itu, aku merenunginya secara mendalam. Secara umum kita ketahui bahwa “pendapat dosen” mestinya tidak sembarangan. Sebelum menuliskan sesuatu, mestinya beliau punya argument yang kuat gitu ! Minimal karena ilmunya profesional, jadi dia “tahu apa yang dia tahu dan tahu apa yang dia tidak tahu”. Mumpuni gitu lho.
Narsis ! Apa itu ?
-
Kemarin kita secara khusus telah menyisihkan hari untuk mengenang pahlawan nasional. Jadi ingat kata-kata mutiara yang sering diperdengarkan : “Suatu bangsa besar adalah yang dapat menghargai pahlawannya”. Jadi kita ini bangsa yang besar ya ?
Wah hebat dong.
Tapi omong-omong, besar apanya ya ? Saya sedang merenungkan hal tersebut. Serius. 😐
-
Bagi warga ibukota maupun warga pinggiran, tiga istilah di atas merupakan hal yang umum diketahui, yaitu : banjir, macet dan sekarang ada istilah baru yang semakin terkenal : busway.
Jika tidak mau stress di Jakarta, maka anda mau tidak mau, harus memperhatikan hal-hal tersebut. Jika tidak, saya yakin banyak enerji anda akan terbuang sia-sia, bahkan jika fisik anda tidak kuat maka anda sendiri yang akan go-away. Ini serius lho. 😐
Pak, apa hubungannya antara busway dengan banjir-macet. Koq kelihatannya nggak nyambung.