• Penggunaan produk precast concrete sebagai pelat lantai, relatif sudah banyak dijumpai disini. Dengan digunakan precast maka pemakaian bekisting dan perancah akan berkurang drastis sehingga dapat menghemat waktu pelaksanaan. Salah satu produk precast untuk lantai adalah adalah precast hollow core slab.

    Sistem precast hollow core slab menggunakan sistem pre-tensioning dimana kabel prategang ditarik terlebih dahulu pada suatu dudukan khusus yang telah disiapkan dan kemudian dilakukan pengecoran. Oleh karena itu pembuatan produk precast ini harus ditempat fabrikasi khusus yang menyediakan dudukan yang dimaksud. Adanya lobang dibagian tengah pelat secara efektif mengurangi berat sendirinya tanpa mengurangi kapasitas lenturnya. Jadi precast ini relatif ringan dibanding solid slab bahkan karena digunakannya pre-stressing maka kapasitasnya dukungngya lebih besar.

    Keberadaan lobang pada slab tersebut sangat berguna jika diaplikasikan pada bangunan tinggi karena mengurangi bobotnya lantai. Bayangkan saja, untuk solid slab, tebal 120 mm saja maka beratnya adalah sekitar 288 kg/m2 hampir sama dengan berat beban hidup rencana untuk kantor yaitu 300 kg/m2. Padahal kontribusi kekuatan pelat hanya untuk mendukung pembebanan tetap saja (DL + LL). Bahkan karena beratnya tersebut akan menjadi penyumbang utama besarnya gaya gempa. Jadi jika berat lantai berkurang maka beban gempa rencananya juga kurang.

    Dengan demikian penggunaan lantai precast yang ringan juga mengurangi resiko bahaya gempa.

    (lebih…)

  • Industri konstruksi semakin bergairah dengan adanya produk precast concrete yang dapat dipasang cepat dan kualitasnya sangat baik. Tidak hanya dari sisi struktur, yaitu kekuatan dan kekakuannya saja, tetapi juga dari sisi arsitekturalnya yaitu penampakan luar (keindahan).  Oleh karena itu, arsitek yang berorientasi maju pasti akan memikirkan alternatif pemakaian produk precast untuk bangunan rancangannya. 

    Bagaimana tidak, dengan digunakannya precast maka semua komponen yang seharusnya dikerjakan di atas bangunan sehingga susah dijangkau arsitek untuk diawasi maka dapat dilakukan di bawah sehingga si arsitek dengan leluasa mengawasi kualitas produk yang akan dipasangnya. Kecuali itu, umumnya produk precast adalah untuk komponen-komponen yang berulang (repetitif) sehingga prosesnya seperti halnya industri pada umumnya, dibuat satu dulu sebagai contoh, jika memuaskan akan dikerjakan lainnya dengan kualitas yang sama.

    Untuk produk precast, yang sangat berperan adalah teknology yang digunakannya. Siapa yang membuatnya. Tidak hanya perencanaannya saja yang harus bagus tetapi juga perlu pelaksanaan yang baik. Precast for finishing, yang diperuntukkan untuk keindahan, yang terlihat dari luar untuk ditampilkan, jelas lebih sulit dibanding produk precast yang sekedar untuk komponen struktur saja. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan, misalnya : ketahanan terhadap cuaca (tidak retak, keramik lepas atau berubah warna), kebocoran terhadap air hujan (teknologi karet sealant, seperti yang terpasang pada pintu mobil), presisi yang tinggi, juga detail yang benar dari takikan-takikan yang dibuat agar air yang menimpanya selama bertahun-tahun tidak meninggalkan jejak yang terlihat dari luar, juga detail sambungan dengan bangunan utamanya, bagaimana mengantisipasi deformasi bangunan yang timbul ketika ada gempa dll-nya tanpa mengalami degradasi kinerja dan lainnya. Oleh karena itulah perusahaan precast untuk keperluan finishing yang sukses di Jakarta tidaklah banyak.

    Mencari tahu informasi detail tentang precast yang dimaksud adalah tidaklah gampang. Coba cari literatur yang ada, di buku-buku beton, tidak mudah bukan. Kalaupun ada hanya sekedar introduction, tidak detail. Oleh karena itu, ketika mahasiswa UPH (sdr. Iwan dan sdr. Hendrik) telah melaksanakan kerja praktek, dan dapat melihat secara detail bagaimana suatu precast wall dapat dipasang maka rasanya itu suatu informasi yang berharga.

    O ya, produk precast yang akan dipasang ini adalah produk Griyaton, perusahaan precast yang sudah terkenal malang melintang di Jakarta dan produknya sudah banyak terpasang di bangunan-bangunan tinggi. Sistem yang dipasang ini, yaitu di proyek Senayan Tower, Jakarta, adalah sama dengan yang dilaksanakan di gedung Thamrin Tower atau sekarang disebut ATD Plaza di Jalan Thamrin Jakarta Pusat.

    Wah, jadi ingat waktu awal-awal dulu di PT. Wiratman Consulting Engineers, yaitu sekitar tahun 1989-90 ketika itu baru pertama kerja setelah lulus jadi insinyur sipil. Kantor konsultan tersebut kebetulan sedang menangani proyek Thamrin Tower dengan lead-engineer-nya ibu Ir. Lanny Maruta (alumni UGM juga) dan engineer lainnya yaitu bapak Hanan Elkanan.

    Proyek Thamrin Tower waktu itu adalah sama-sama dimiliki oleh Kajima, yang sekarang membangun Senayan Tower ini. Waktu itu ada dua sistem precast concrete yang dipasang, yaitu precast wall dan precast hollow-core-slab untuk lantainya. Jika sekarang keduanya juga diterapkan pada proyek ini. Berarti sistem tersebut dianggap sukses.

    Mau tahu lebih lanjut ?

    (lebih…)

  • Jika kita masih ingat dengan keberadaan motor china, tentu akan memandang dengan sebelah mata mengenai perguruan tinggi di sana. Bahkan tidak ada dalam pikiran kita, bahwa pendidikan kita perlu dibandingkan dengan China. Kita (sebagian besar) masih menganggap bahwa perguruan tinggi di sini masih lebih ‘sip’. He, he, he kalau begitu jadi ingat pepatah : seperti katak dalam tempurung. 😀

    Apakah demikian adanya ?

    Fakta menunjukkan bahwa perkembangan di China begitu pesat, produk-produk importnya tersebar dimana-mana dan terkenal murah lagi. Meskipun dalam benak, kita selalu beralasan bahwa itu semua karena tenaga kerjanya dibayar murah sekali. Nggak manusiawi. Kenapa mau dibayar murah, nggak terdidik kali ?

    Tetapi di bidang engineering faktanya juga sama ! Perusahaan rekayasa China mulai penetrasi ke sini, Indonesia, dengan mottonya “murah“. Motto yang sederhana tetapi efektif . Proyek-proyek kita mulai diserbu (mungkin kata ini terlalu berlebihan, tapi jangan anggap enteng lho), ya dimenangkan tendernya oleh engineer dari China, contohnya adalah pembangunan jembatan Suramadu, itu kontraktor utamanya dari China. Kontraktor lokal, PT. Waskita dan satu lagi itu (lupa), hanya jadi sub-nya aja. O ya ingat, ada proyek lain, komponen prestressed untuk jembatan Grand-Wisata di dekat kota bekasi itu juga dipasok dari China lho.

    Lho koq hebat ya. Informasi-informasi tentang China yang maju ternyata semakin banyak !

    Ada bukti baru nih !

    (lebih…)

  • Sudah lama saya tidak menuliskan perkembangan mengenai EACEF, konferensi bertaraf internasional yang akan diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Sipil UPH bekerja sama dengan Uni-Stuttgart, Jerman.

    Seperti diketahui bahwa Jurusan Teknik Sipil UPH khususnya dibawah arahan dan bimbingan Prof. Harianto Hardjasaputra telah lama mengadakan hubungan kerja-sama dengan Uni-Suttgart, Jerman. Suatu universitas di Jerman yang mempunyai tradisi kuat di bidang struktur dan FEM yaitu ditunjukkan dengan keberadaan profesor-profesor TOP dunia, antara lain : Prof. Firtz Leonhardt, Prof. Jorg Schlaich, Prof. E. Ramm, Prof. Frei Otto, Prof. John Argyris , itu semua baru profesor-profesor di bidang teknik sipil, belum yang lain. Seperti diketahui bahwa pabrik mobil Mercedes Benz ada di kota Stuttgart, jadi penelitian dan riset-nya tentu disekitar itu. Tahu khan kualitas mobil Mercedes atau di sananya disebut Daimler. Seperti itulah kualitas Uni-Stuttgart.

    Sudahkah anda mengenal profesor-profesor teknik sipil tersebut. Jika belum berarti anda “kuper“.  Saya yakin itu, seperti saya 5 atau 8 tahun yang lalu, tahunya hanya bekerja-bekerja, merasa sukses dengan pencapaian waktu itu. Padahal ternyata semua itu masih ‘kecil’. 😦

    Seperti cerita ksatria di komik-komik wayang, agar sakti mandraguna maka perlu melanglang jagat, melihat dunia luar, melakukan bench-marking dengan teman-teman seprofesi (sama-sama ksatria, kalau ketemunya dengan para syudra saja, nanti merasa ‘gede sendiri’ padahal …. ).

    Jadi intinya bahwa untuk menjadi besar maka diperlukan ketemu atau interaksi dengan sesama profesi, untuk melihat atau menjajagi atau jelasnya benchmarking kita dengan yang lainnya, apa yang kurang sehingga perlu diperkuat dan apa yang telah kuat perlu dipertahankan atau ditingkatkan. Untuk bisa ketemu tentu saja perlu event yang pas, juga diperlukan dana. Jadi itu bukan hal yang sembarang saja.

    (lebih…)

  • Jangan bayangkan bahwa untuk memuliakan Tuhan,  hanyalah dari kata-kata atau tindakan langsung seseorang saja. Karya cipta yang dibuat seseorang dengan sepenuh hati dan keahlian yang hebat dapat menjadikannya istimewa sedemikian sehingga orang-orang yang melihatnya berkenan untuk memuji dan memuliakan Tuhan-nya.

    Contohnya ? OK, akan kami sampaikan cerita tentang sebuah tangga kayu istimewa di Gereja Santa Fe di Meksiko yang menyebabkan gereja tersebut ramai dikunjungi ribuan orang setiap tahunnya. Kenapa ?

    Silahkan amati sendiri.

    Sebuah bukti nyata, bahwa karya yang istimewa dapat juga menjadikan alasan orang untuk memuliakan Tuhan-nya.

    (lebih…)

  • Ada berapakah dari kita yang sadar, bahwa kemajuan suatu bangsa bukan ditentukan oleh berlimpahnya sumber daya alam, tetapi oleh kemampuan bangsa tersebut mempersiapkan sumber daya manusianya.

    Sumber daya manusia yang berkualitas hanya bisa dihasilkan apabila mereka mendapatkan pendidikan yang berkualitas pula, yang mana sejak awal telah diajarkan untuk selalu berpikir bebas dan mencari sesuatu yang baru. Sebab tidaklah mungkin bisa lahir sebuah karya asli yang original jika orang selalu dibatasi cara berpikirnya. Dengan itu semua maka dapatlah diharapkan suatu pemikiran yang kreatif. Pemikiran yang mampu menghasilkan sesuatu dari hal-hal yang sederhana dan ada disekitar kita.

    Jadi sumber daya manusia yang berkualitas jika daripadanya dapat berpikir kreatif. Segala sesuatu karya besar bisa dihasilkan ketika kita mampu berpikir kreatif dan tidak pernah berhenti untuk menemukan inovasi. Tentu saja inovasi-inovasi yang dimaksud adalah untuk kesejahteraaan manusia. itu sendiri.

    (lebih…)

  • Precast atau beton pra-cetak, apa itu ?

    Sama nggak dengan beton pra-tegang ? Ya nggak dong, karena bisa ada beton pra-cetak pra-tegang, tetapi bisa juga ada beton pra-cetak biasa saja (bukan pra-tegang).

    Beton pra-cetak menunjukkan bahwa komponen struktur beton tersebut : tidak dicetak atau dicor ditempat komponen tersebut akan dipasang. Biasanya ditempat lain, dimana proses pengecoran dan curing-nya dapat dilakukan dengan baik dan mudah. Jadi komponen beton pra-cetak dipasang sebagai komponen jadi, tinggal disambung dengan bagian struktur lainnya menjadi struktur utuh yang terintegrasi.

    Karena proses pengecorannya di tempat khusus (bengkel frabrikasi), maka mutunya dapat terjaga dengan baik. Tetapi agar dapat menghasilkan keuntungan, maka beton pra-cetak hanya akan diproduksi jika jumlah bentuk typical-nya mencapai angka minimum tertentu, sehingga tercapai break-event-point-nya.

    Bentuk typical yang dimaksud adalah bentuk-bentuk yang repetitif, dalam jumlah besar. Komponen konstruksi precast yang banyak dijumpai dipasaran adalah tiang pancang (persegi pejal atau hollow-core). Tapi seringkah melihat precast untuk tangga (precast-stair). He, he saya kira ini nggak banyak, khan ! Ini ada contoh precast-stair di gedung tinggi di Jakarta. Bagus lho. (lebih…)

  • Mas Wir,
    Berikut saya kirimkan foto-foto kegagalan konstruksi di Dubai..
    Bisa menjadi lesson learned buat kita para engineer.
    Salam
    Badar

    Kiriman dari mas Badar ini semoga berguna. Minimal dapat mengingatkan bahwa bidang pekerjaan yang kita geluti ini memang ada resikonya, jadi nggak bisa dibuat main-main.

    Bisa juga dilakukan persiapan yang matang, tapi ya namanya faktor-x . Hanya Tuhan yang tahu.

    Jadi mohon dimaklumi jika pada blog ini, pada satu sisi saya ngotot pada bidang keilmuan yang saya geluti, tetapi di sisi lain dijumpai juga renungan-renungan rohani yang mungkin kelihatan tidak konsisten atau berbeda 180 derajat dengan bidang ilmu tadi. Bagaimanapun kita ini manusia yang mempunyai kelemahan, sehingga pepatah berikut tetap berlaku, meskipun pengalamannya hebat, gelarnya berjibun tetapi tetap juga bahwa

    Manusia berusaha, Tuhan-lah jua yang menentukannya.

    (lebih…)

  • Insinyur perencana struktur (structural engineer) dan pelaksana (site engineer) umumnya berfokus agar hasil kerjanya yaitu bangunan yang dikerjakannya dapat memenuhi persyaratan teknis yang berlaku, orang menyebutnya kuat (strength) dan kaku (stiff). Dengan demikian pada saat berfungsinya, bangunan tersebut dapat menjamin keselamatan pemakainya.

    Sebagian besar, prosentasi pembelajaran di perguruan tinggi adalah untuk itu tadi, menghasilkan bangunan (struktur) yang dapat menjamin keselamatan pemakai dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

    Lalu bagaimana dengan proses pelaksanaan bangunan kostruksi itu sendiri. Bagaimana mendapatkan bahwa proyek berjalan dengan lancar tanpa ada atau timbul kecelakaan kerja, apalagi sampai jatuh korban jiwa.

    Wah kalau itu, sesajinya harus kuat pak !

    Apa betul seperti itu. Mau diakui atau tidak, yang terjadi adalah seperti itu. Harus ada sesajinya ! Ada saudara yang kebetulan terlibat pembangunan tol Cipularang, menangani satu segment pada proyek tersebut. Beliau mengatakan bahwa sesaji potong sapi kambing telah dilakukannya beberapa kali, bahkan tahlilan segala. Biayanya ? Itu sudah masuk anggaran kerjanya. Itu sudah biasa, tolak bala katanya. Hebat khan. Ini sungguh-sungguh terjadi. Tapi apa itu menjamin bebas kecelakaan ? Nggak juga, saya dengar ada juga yang meninggal, meskipun katanya itu terjadi di luar pagar proyek. :-

    (lebih…)

  • Lain lubuk lain ikannya, lain ladang lain belalangnya, suatu pepatah yang menunjukkan bahwa lain tempat maka lain pula caranya atau adat-istiadatnya.

    Ini ada kiriman file presentasi dalam bentuk kartun dari Dubai (Richard) tentang Arabic Leaderships atau kepemimpinan kerja di Arabia, baik digunakan sebagai bahan renungan. Apakah kartun itu menggambarkan budaya di sana secara keseluruhan, rasanya tidak seperti itu ya, mungkin ada juga yang tidak. Moga-moga dapat diambil hikmahnya yang baik bagi kita pembaca.

    (lebih…)