publikasi


Anda tentu juga tahu : apa itu dosen ?.Tentu, yaitu orang yang bekerja sebagai pengajar di perguruan tinggi atau akademi. Jadi kata kuncinya adalah pengajar atau yang kerjanya mengajar, dengan demikian dapat dipahami jika masyarakat awam menganggap bahwa dosen yang dapat mengajar ke sana ke mari di sejumlah perguruan tinggi yang berbeda-beda adalah dosen yang hebat. Dianggap dosen tersebut ‘laku’ dimana-mana. Anggapan tersebut tentu tidak semuanya salah tetapi juga tidak selalu benar. Tapi kalau asal berpendapat seperti itu, dan menganggap bahwa mengajar kemana-mana adalah suatu kondisi yang ideal bagi seorang dosen maka apa bedanya dengan guru (honorer) , yang terpaksa harus mengajar kesana-kemari untuk sekedar menambah lauk pauk atau periuk nasinya.

Mungkin hanya sedikit masyarakat awam yang tahu bahwa selain mengajar, maka dosen diharapkan juga untuk melakukan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat, dan menjadikannya itu sebagai tiga tugas pokok seorang dosen yang ideal, yang terkenal dengan sebutan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Riset dan pengkajian yang bermuara pada dihasilkannya karya tulis ilmiah merupakan kegiatan sehari-hari yang menantang, menyenangkan, dan menawarkan tamasya intelektual yang mengasyikkan bagi dosen.
Dedi Supriadi (1997)

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, penulis menyadari bahwa profesinya sebagai dosen yang telah ditekuni saat ini telah menjadi suatu panggilan hidup, atau suatu rahmat yang telah Tuhan berikan. Dengan demikian maka Tri Dharma Perguruan Tinggi diusahakan selalu.

Selanjutnya halaman ini akan menyajikan daftar tulisan dibuat berdasarkan penelitian atau pemikiran yang telah dilakukan selama ini.

Kemampuan seseorang dalam menuangkan gagasan secara tertulis merupakan representasi dari kualitas intelektualitas-nya, karena melalui tulisan atau karya tulis (dalam bentuk apapun) seseorang mewujudkan pikirannya. Dari tulisan memang akan kelihatan logika berpikir seseorang. Dengan menulis, seseorang belajar berpikir secara eksak dan padat.
Dedi Supriadi (1997)

Semoga berguna.

Journal Articles
  1. Wiryanto Dewobroto, Lanny Hidayat and Yeltsin.(2015).”A chart-based method for steel beam designs using the Indonesian section”, Procedia Engineering 125 ( 2015 ) 857 – 864, vailable online at www.sciencedirect.com
  2. Wiryanto Dewobroto dan Hendrik Wijaya, (2012). “Pengaruh Pemakaian Baut Mutu Tinggi dan Baut Biasa terhadap Kinerja Sistem Sambungan dengan Ring-Khusus-Beralur”, Jurnal Teknik Sipil – ITB, Edisi Vol. 19/2, Agustus 2012 (Terakreditasi SK No.56/DIKTI/Kep/2012), Institut Teknologi Bandung, Bandung (abstrak, makalah lengkap)
  3. Wiryanto Dewobroto, Sahari Besari. (2009). “Distorsi Sambungan Baut akibat Curling dan Pencegahannya – Studi Kasus Sambungan Pelat Tipe Geser (lap-joint) dengan Baut Tunggal”, Jurnal Teknik Sipil ITB, Edisi Vol. 16/2, Agustus 2009, Institut Teknologi Bandung (abstrak , makalah lengkap)
  4. Hendrik Wijaya, Wiryanto Dewobroto. (2008). “Penggunaan Washer Khusus (Besar) pada Sambungan Baja Cold-formed”, Jurnal Teknik Sipil – ITB, Edisi Vol. 15/3, Desember 2008, Institut Teknologi Bandung, Bandung (down-load 467 kb)
  5. Wiryanto Dewobroto. (2005b). “Analisa Inelastis Portal – Dinding Pengisi dengan Equivalent Diagonal Strut”, Jurnal Teknik Sipil – ITB, Edisi Vol. 12 / 4, Oktober 05, Institut Teknologi Bandung, Bandung (down-load PDF 358 kb)
  6. Dewobroto, W. (2005a). “Strategi Pembelajaran Era Digital : Usulan Skenario Dalam Menyambut Transformasi UPH Sebagai Kampus Digital”, Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Tahun ke-11, No. 056, September 2005, Badan Penelitian dan Pengembangan, DEPDIKNAS, Jakarta (read …)
  7. Hardjasaputra, H., Dewobroto, W., Setiawan, F. (2005). “Proyek Tangki Air dari Semen-Pasir-Bambu di Mesjid Al-Ikhlas, Binong ,Tangerang”, Jurnal Teknik Sipil – UPH, Vol.2 No.1 Januari 2005, Universitas Pelita Harapan, Banten. (down-load PDF 324 kb)
  8. Dewobroto, W. (2004c). “Perancangan Balok Beton Bertulang dengan SAP2000”, Jurnal Teknik Sipil – UPH, Vol.1 No.2 Juli 2005, Universitas Pelita Harapan, Banten. (down-load PDF 323 kb)
  9. Dewobroto, W. (2004b). “TINJAUAN TATA CARA PERANCANGAN TORSI TERBARU pada BALOK BETON , Studi Kasus: Struktur Canopy dengan Torsi Keseimbangan”, Jurnal Teknik Sipil – UPH, Vol.1 No.1 Jan.2004, Universitas Pelita Harapan, Banten.
  10. Dewobroto, W. (2004a). “Lebih Dekat dengan Kampus Uni-Stuttgart di Kota Asal Mercedes Benz”, Majalah PELITA HARAPAN , Volume III/1, Jan.-Maret 04. (read …. or down-load PDF 184 kb)
Presentations / proceeding
  1. Wiryanto Dewobroto.(2014). “Kajian Teknologi Analisa Struktur dalam Perancangan dan Evaluasi Struktur Jembatan“, Invited Speaker pada Seminar Nasional Teknik Sipil oleh HMJ Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Gedung Sasana Budaya UM, Kamis, 9 Oktober 2014. (download paper 27 halaman, ukuran 9691 kb)
  2. Wiryanto Dewobroto.(2014). “Rekayasa Komputer dalam Analisis dan Desain Struktur Baja Studi Kasus Direct Analysis Method (AISC 2010) – Bagian I : Latar belakang teori” dan Bagian II : Aplikasi“, Invited Speaker pada Seminar dan Lokakarya Rekayasa Struktur, Jumat 4 Juli 2014, Ruang W 304, Gd. Radius Prawiro, Universitas Kristen Petra, Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya – 60236. Ini materinya dari server di Petra.
  3. Wiryanto Dewobroto.(2014). “Peran KOMPETISI dalam pendidikan untuk meluluskan insinyur yang tangguh“, Invited Speaker pada Workshop Peningkatan Daya Saing dalam Kompetisi Internasional Teknik Sipil, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, di R. Sidang JS Gedung A Lt.2, Sabtu 10 Mei 2014
  4. Wiryanto Dewobroto.(2013). “Kajian Teknologi Analisa Struktur dalam Perancangan dan Evaluasi Struktur Jembatan”, Invited Paper pada Focus Group Discussion, dalam rangka kegiatan Litbang Penyusunan Naskah llmiah Teknologi Bangunan Atas Jembatan Bentang Panjang, Puslitbang Jalan dan Jembatan, Bandung, 26 Agustus 2013
  5. Wiryanto Dewobroto .(2012). “Revitalisasi Kayu sebagai Bahan Material Konstruksi  Melalui Riset dan Pengajaran”, Seminar Nasional DTP-2012, FDTP, UPH, Karawaci, 29 Nov. 2012
  6. Wiryanto Dewobroto. (2012). “Peran Simulasi Numerik pada Kesuksesan Uji Eksperimen, Studi Kasus : Penelitian Eksperimental di Jurusan Teknik Sipil UPH”, Invited Speaker di Seminar Nasional “Professional Software Implementation for Civil Engineers”, CEW 2012, UPH, 15 Okt. 2012, Karawaci
  7. Wiryanto Dewobroto.(2012).“Menyongsong Era Pembangunan Gedung Super-Tinggi dan Mega-Tinggi di Indonesia”, Invited Speaker pada Kuliah Umum “Permasalahan & Solusi pada Struktur Gedung Tinggi, Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan, Batam, Sabtu 9 Juni 2012. Klik untuk mendapatkan materinya dalam bentuk *.PDF.
  8. Wiryanto Dewobroto .(2012).“Menyongsong Era Pembangunan Gedung Super-Tinggi dan Mega-Tinggi di Indonesia”, Invited Speaker pada Seminar Nasional “Gedung Super Tinggi“, Kamis 31 Mei 2012, Aula Hj. Darlina Julius UPI YAI, Ged. Psikologi Lt.10, Jl. Diponegoro 74 Jakarta Pusat
  9. Wiryanto Dewobroto .(2012).“Menyongsong Era Bangunan Tinggi dan Bentang Panjang – Bagian I : Tinggi, Super-tinggi dan Mega-tinggi”,  Invited Speaker pada di Civil Engineering’s Day 2012, UAJY, Yogyakarta, Rabu, 9 Mei 2012
  10. Hendrik Wijaya dan Wiryanto Dewobroto.(2011). “Perilaku Mekanik Sambungan Baut Mutu Tinggi Dengan Sistem Injeksi Filler”, Prosiding Konferensi Nasional Pascasarjana Teknik Sipil (KNPTS) 2011, Program Studi Magister dan Doktor Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung, Kampus ITB, 20 Desember 2011, download paper 504 kb  – meraih The Best Paper Award untuk kategori penelitian bidang struktur / material yang telah diselesaikan. Download dari server ITB.
  11. Wiryanto Dewobroto1 dan Wawan Chendrawan.(2011). “Pengaruh Pemodelan dan Analisis pada Perilaku Struktur Kaca terhadap Tekanan Angin”, Seminar Nasional-1 BMPTTSSI – KoNTekS 5, Universitas Sumatera Utara, Medan – 14 Oktober 2011, download paper 1545 kb.
  12. Wiryanto Dewobroto. (2011).”The EFFECT of STRUCTURAL MODELLING on THE ANALYSIS of P-DELTA EFFECT – Case study: second-order analysis by a commercial computer program, SAP2000″, The 3rd International Conference of European Asian Civil Engineering Forum (EACEF), 20-22 September 2011, at University of Atma Jaya Yogyakarta , Indonesia , download paper 286 kb and presentation 216 kb.
  13. Wiryanto Dewobroto (2011). “Era Baru Perancangan Struktur Baja berbasis Komputer memakai Direct Analysis Method – AISC 2010”, Seminar Nasional Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI), 26-27 Juli 2011, Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, download paper 0.5 Mb dan presentasi 1.0 Mb
  14. Wiryanto Dewobroto. (2011).”Prospek dan Kendala pada Pemakaian Material Baja untuk Konstruksi Bangunan di Indonesia”, Invited Speaker pada Seminar & Exhibition “Future Prospects of Steel for Construction in Indonesia”, by PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk and Nippon Steel Corporation, at Gran Melia Hotel, Jakarta, 7 April 2011 (download PDF 10.3 Mb)
  15. Wiryanto Dewobroto  dan Wawan Chendrawan. (2010) “Resiko Otomatisasi Komputer pada Perancangan Struktur – Studi Kasus : Analisis dan Desain Struktur Balok Baja”, Seminar HAKI 2010, Hotel Borobudur, Jakarta , 4 Agustus 2010, (download PDF 536 kb)
  16. Wiryanto Dewobroto .(2010). “Dampak Pemakaian ‘Design Preference’ pada Rancangan Struktur – Studi Kasus : Analisis dan Design Balok Baja memakai SAP2000 versi 11.0”, Seminar KonTekS-4, kolaborasi bersama Universitas Udayana, Universitas Pelita Harapan dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Wisma Wisata Werdhapura, Sanur, Bali, 2-3 Juni 2010, (download PDF 126 kb)
  17. Wiryanto Dewobroto, Paulus Kartawijaya and Sahari Besari .(2009). “Effect of Geometry Washer to The Behavior of  Sheet Steel Connection with Pre-Tensioned Bolts”, 7th Asia Pasific Structural Engineering and Construction Conference 2009 (APSEC 2009) and 2nd European Asian Civil Engineering Forum 2009 (EACEF 2009), Awana Porto Malai Langkawi, Malaysia, 4-6 August 2009
  18. Wiryanto Dewobroto dan Sahari Besari.(2009). “Fenomena Curling Pelat Sambungan dan Jumlah Baut Minimum – Studi Kasus : Sambungan Pelat tipe Geser (lap-joint) dengan Baut Tunggal”, Seminar Nasional: Perkembangan Mutakhir Pemanfaatan Material Baja dalam Industri Konstruksi Universitas Katolik Parahyangan – Fakultas Teknik Jurusan Sipil, 17-18 Juli 2009  (download PDF 1.73 Mb)
  19. Dewobroto, W. (2009). “Pentingnya Verifikasi Simulasi Numerik dengan Uji Empiris. Studi Kasus : Sistem Sambungan Baru Pelat Tipis dengan Washer Khusus”, Seminar KonTekS-3, UPH dan UAJY, Karawaci
  20. Wijaya, H. dan W. Dewobroto. (2009). “Slip Kritis pada Sambungan Pelat Baja Cold-Formed (Tipis) dengan Manipulasi Ketebalan Pelat”, Seminar KonTekS-3, UPH dan UAJY, Karawaci, 6-7 Mei 2009
  21. Langitan, F.A., H. Hardjasaputra, W. Dewobroto dan Merryana. (2009). “Penggunaan Carbon Fibre pada Struktur Beton Berdasarkan Perancangan dengan Strut-and-Tie Model”, Seminar KonTekS-3, UPH dan UAJY, Karawaci, 6-7/5/ 2009
  22. Darwanto, W. Dewobroto, H. Hardjasaputra. (2009). “Pengaruh Penggunaan Serat Aluminum Limbah (berlapis / coating) pada Kuat Geser Balok Beton Mutu Tinggi”, Seminar KonTekS-3, UPH dan UAJY, Karawaci, 6-7/5/ 2009
  23. Dewobroto, W., “Insinyur perlu Menulis Publikasi”, Invited speaker pada Workshop Penulis Muda yang diselenggarakan Forum Anggota Muda – Persatuan Insinyur Indonesia , Sabtu 17 Januari 2009, di Kantor Pusat Persatuan Insinyur Indonesia, Jl Halimun No.39, Jakarta (down-load paper 374 kb)
  24. Dewobroto, W., Paulus Kartawijaya and Sahari Besari, “Signifikasi Simulasi Numerik Berbasis Komputer pada Riset Orisinil – Studi Kasus : Sistem Sambungan Baru Pelat Tipis dengan Washer Khusus”, Simposium Nasional RAPI VII, Fakultas Teknik Universitas Muhamadiyah Surakarta, Surakarta, 18 Desember 2008 (download PDF 431 kb)
  25. Dewobroto, W.,”Workshop SAP2000″, Invited speaker pada Civil Engineering Week 2008 oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil UPH, Lippo Karawaci, 20 Februari 2008
  26. Dewobroto, W., Pentingnya Penguasaan Aplikasi Komputer Rekayasa bagi Sarjana Teknik Sipil, Sekarang dan Masa Depan, Invited speaker pada Seminar dan Pelatihan SAP2000, Unisma Bekasi, 23 November 2007 (report)
  27. Dewobroto, W., Sugeng Wijanto, Toto Ismintarto. (2007). “THE APPLICATION of STM (BASED on ACI 318-02) and FEA for THE DESIGN of STRUCTURAL TRANSFER-WALL – Case study : ‘Kota Kasablanka’ Mixed Use Project, Jakarta”, EACEF – The 1st International Conference of European Asian Civil Engineering Forum, Civil Engineering Department, Universitas Pelita Harapan, Lippo Karawaci, Indonesia, 26-27 Sept. 2007, (down load paper 378 kb) – English version paper
  28. Dewobroto, W. (2007b). “BLOG : Media Pembelajaran di Era Kampus Digital”, Temu Ilmiah Nasional Dosen Teknik, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara, Jakarta, 29 Agustus 2007 (down-load paper 347 kb)
  29. Dewobroto, W. (2007a). “STRUKTUR JEMBATAN TERINGAN dan TERKUAT (TERKOKOH) – Studi kasus : Jembatan Model UPH pada KJBI 2005 dan KJI 2006”, seminar “Research and Education in Engineering for Prospected Technology – National Conference on Prospected Technology 2007 (NCPT 2007)”, Universitas Maranatha, 24-25 Agustus 2007, Bandung (down-load paper 199 kb)
  30. Dewobroto, W.(2006c). “Metode s.t.m untuk Perencanaan Struktur Transfer-Wall Proyek ‘Kota Kasablanka’ Jakarta”, seminar “The 2nd National Civil Engineering Conference”. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Unika Soegijapranata, Semarang, 20 – 21 Desember 2006 (down-load paper PDF 160 kb)
  31. Dewobroto, W. (2006b). “Ilmu Rekayasa Klasik Sarana Menguasai Program Aplikasi Rekayasa – Studi Kasus: Mekanika Teknik Klasik dan Program SAP2000”, Pembicara Utama dalam Seminar di Pameran Buku Konstruksi Indonesia 2006, R. Sapta Taruna, Gd. Utama Departemen Pekerjaan Umum, Jl. Pattimura 20, Sabtu, 2 Desember 2006 (down-load paper PDF 883 kb dan presentasi 1,620 kb)
  32. Beta Patrianto dan Wiryanto Dewobroto. (2006). “Evaluasi Metode Perencanaan Batang Aksial Murni SNI-03-1729-2000 dan AISC-LRFD”, Civil Engineering Conference: Toward Sustainable Civil Engineering Practice , Surabaya, 25-26 Agustus 2006, Universitas Kristen PETRA (down-load PDF)
  33. Ranny Anita dan Wiryanto Dewobroto. (2006).“Strategi Analisis Struktur dengan Kabel Prategang memakai SAP2000”, Civil Engineering Conference: Toward Sustainable Civil Engineering Practice, Surabaya, 25-26 Agustus 2006, Universitas Kriten PETRA (down-load PDF)
  34. Dewobroto, W., Sahari Besari dan Bambang Suryoatmono. (2006). “Perlunya Pembelajaran Baja Cold-Formed dalam Kurikulum Konstruksi Baja di Indonesia” , prosiding Lokakarya Pengajaran Mekanika Teknik, Konstruksi Beton dan Konstruksi Baja, Jurusan Teknik Sipil, FT Universitas Udayana, Bukit, Jimbaran, Bali (down-load PDF 619 kb)
  35. Dewobroto, W.(2006a). “Pemrograman sebagai Sarana Pembelajaran Rekayasa”, prosiding Lokakarya Pengajaran Mekanika Teknik, Konstruksi Beton dan Konstruksi Baja, Jurusan Teknik Sipil, FT Universitas Udayana, Bukit, Jimbaran, Bali (down-load PDF 398 kb)
  36. Dewobroto, W., dan Sahari Besari. (2006). “Simulasi Numerik Berbasis Komputer sebagai Solusi Pencegah Bahaya akibat Kegagalan Bangunan”, Presentation and Proceeding at the Seminar Nasional Kegagalan Bangunan, Solusi dan Pencegahannya, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Pelita Harapan, Lippo Karawaci, Rabu 3 Mei 2006 (down-load PDF 771 kb)
  37. Dewobroto, W.(2005d). “Strategi Penyelesaian Numerik Berbasis Komputer Analisis Lentur Ultimate Penampang Beton (Model Tegangan Parabolik PCA)”, Presentation and Proceeding at the Seminar Nasional Teknologi II, Universitas Teknologi Yogyakarta, 10 December 2005 (down-load PDF 280 kb)
  38. Dewobroto, W. (2005c). “Masih perlukah mempelajari Mekanika Teknik Klasik dalam Era Serba Komputer ?”, Presentation and Proceeding at the Lokakarya Pengajaran Konstruksi Beton dan Mekanika Teknik, Jurusan Teknik Sipil, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, 13-14 July 2005. (down-load PDF 180 kb)
  39. Dewobroto, W. (2005b). “Evaluasi Kinerja Struktur Baja Tahan Gempa dengan Analisa Pushover”, Presentation and Proceeding at the Civil Engineering National Conference Sustainability Construction & Structural Engineering Based on Professionalism, Unika Soegijapranata, Semarang, 17-18 Juni 2005 (down-load PDF 784 kb)
  40. Dewobroto, W. (2005a). “Simulasi Keruntuhan Balok Beton Bertulang Tanpa Sengkang dengan ADINA TM”, Proceeding at the Seminar Nasional Rekayasa Material dan Konstruksi Beton 2005, Jurusan Teknik Sipil – ITENAS, Bandung, Sabtu, 4 June 05. (down-load PDF 453 kb)
  41. Katili, I., Dewobroto, W. (1998). “Analisa Non-linear pada Rangka Batang Ruang dengan Metode Elemen Hingga”, Presentasi dan Prosiding Seminar FTUI Depok : Quality in Research, 4-7 Agustus 1998, ISBN 979-8427-17-3
Books
  1. Wiryanto Dewobroto.(2016).”Struktur Baja – Perilaku, Analisis & Desain – AISC 2010 : Edisi ke-2“, Penerbit Jurusan Teknik Sipil UPH, Tangerang
  2. Wiryanto Dewobroto. (2015).”Struktur Baja – Perilaku, Analisis & Desain – AISC 2010“, LUMINA Press, Jakarta
  3. Wiryanto Dewobroto, Lanny Hidayat dan Herry Vaza.(2013).”Bridge Engineering in Indonesia”, in : Chapter 21 of the Handbook of International Bridge Engineering by Wai-Fah Chen , Lian Duan, CRC Press (release October 11, 2013). Download Chapter 21 di atas dari situs resminya di http://www.crcnetbase.com/doi/abs/10.1201/b15520-22.
  4. Wiryanto Dewobroto.(2013).”Komputer Rekayasa Struktur dengan SAP2000“, LUMINA Press, Jakarta
  5. Wiryanto Dewobroto . (2007). “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000 – EDISI BARU“, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.
  6. Wiryanto Dewobroto. (2005). “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan Visual Basic 6.0 : Analisis dan Desain Penampang Beton Bertulang sesuai SNI 03-2847-2002“, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta
  7. Wiryanto Dewobroto . (2004). “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000“, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.
  8. Wiryanto Dewobroto. (2003). “Aplikasi Sain dan Teknik dengan Visual Basic 6.0“, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.
  9. Dewobroto, W.; Reineck, K.-H. (2002). “Beam with indirect support and loading”, in: Reineck, K.-H. (2002): (Editor): Examples for the Design of Structural Concrete with Strut-and-Tie Models, ACI SP-208 (2002), ACI, Farmington Hills, MI, 145-161.

Pustaka

Dedi Supriadi .(1997). “Isu dan Agenda Pendidikan Tinggi di Indonesia”, Penerbit PT. Rosda Jayaputra Jakarta

204 tanggapan atas “publikasi”

  1. saleh Avatar

    terima kasih atas tanggapannya pak wir..jadi saya bisa sedikit menjelaskan kepada pihak yang meminta perhitungan struktur nya kepada saya..

    kenapa saya mengemukakan ini kepada bapak, dilatar belakangi ketidak “percayaan” orang yang meminta perhitungan struktur itu kepada saya..

    mereka mengatakan dalam hitungan saya tidak aman, ternyata dilapangan aman…seperti itu..karena pihak kontraktor dan konsultan perencana nya terus melanjutkan pekerjaan proyek pembangunan tersebut.

    sekedar menambahkan selama pekerjaan proyek asrama tersebut saya selalu memantau karena kekhawatiran saya terhadap bangunan itu sekalian melihat kejadian selanjutnya..

    kalau perkerjaan dinding yang seperti bapak kemukakan itu. semua dindingnya dikerjakan setelah bangunan strukturnya selesai dikerjakan ( seluruh kolom + balok ) sehingga saya berasumsi dinding itu sebagai beban bukan sebagai struktur dan model yang saya kerjakan 3 D itu sesuai bentuk model strukturnya yaitu kolom balok dan ringbalk dan tanggapan pak badaruddin sebenarnya sudah terpenuhi semua misalnya pekerjaan nya, juga saya melihat sendiri dilapangan campurannya tidak terlalu diperhatikan oleh pihak kontraktor dan tidak ada uji kekuatan beton. sebenarnya didalam sap 2000 ketika saya mendisign dengan kekuatan beton diatas K 125 juga gagal.dan kekuatan reduksinya sesuai standart SKSNI.dan beban hidup saat peresmian itu menurut saya sudah terpenuhi jumlah maklum yang meresmikan langsung gubernur tentu bayak sekali kan yang mendampingi nya.

    yah…saya sedikit bisa menerima penjelasan pak wir…mungkin program sap 2000 menghitung seaman-aman mungkin sehingga kejadian di jogja bisa sedikit di hindari trims….

    Suka

  2. wir Avatar
    wir

    sdr Saleh,

    Saya merasakan, pasti anda penasaran sekali (dan mungkin malu banget) sudah menghitung tidak kuat koq ternyata di lapangan kuat. Lho, gimana itu, sudah pakai program SAP2000 sekalipun koq hasilnya nggak dipercaya (bilangnya nggak kuat, eh ternyata kuat).

    Yah, tidak apa-apa mas Saleh. Saya kira ini suatu pengalaman yang sangat berharga untuk melengkapi keahlian anda dalam structural engineering. Jika anda tetap mau menekuni bidang tersebut, saya yakin anda akan lebih matang.

    Tapi mengapa koq bisa ya. Apa yang salah dalam kasus tersebut ?

    Pertama-tama, kita harus tahu bahwa program SAP2000 melakukan perhitungan dalam batasan elastik-linier. Program tersebut tidak dapat secara langsung memberikan beban-beban yang menyebabkan runtuh.

    Selain itu, karena anda menghitung sekaligus dalam 3D maka bisa saja bahwa bagian yang anda indikasikan tidak kuat tadi memang dalam kenyataan tidak kuat. Karena tidak kuat maka retak (tidak terlihat secara visual). Retak menyebabkan kekakuan berkurang sehingga gaya-gaya dipindahkan ke elemen lain yang tidak retak. Kondisi tersebut menghasilkan yang disebut redistribusi momen.

    Redistribusi momen adalah sesuatu yang wajar dan bahkan diperbolehkan dilakukan, menurut ACI-318 atau SNI-2002 untuk reinforced concrete bahkan bisa dilakukan redistribusi sampai 30% dari nilai momen yang asli. Redistribusi momen memindahkan sebagian momen tumpuan ke lapangan. Apa itu yang terjadi dengan kasus anda, coba amati lagi apakah bagian potongan balok yang tidak masuk adalah momen negatif atau momen positip. Jika momen negatif yang tidak masuk maka yang membuat struktur tersebut tetap bertahan adalan terjadinya momen redistribusi tersebut.

    Ingat, redistribusi itu dikerjakan manual. Program SAP tidak dapat secara otomatis. Untuk melihat perilaku tersebut, coba lihat : pada bagian yang menurut anda tidak kuat tersebut anda release momennya (jadi pin) masih stabil nggak. Anda lihat momen berpindah kemana. Balok yang lain didekatnya bagaimana.

    Pengalaman menunjukan, bahwa untuk pembebanan vertikal maka elemen-elemen yang langsung kelihatan jika nggak kuat adalah struktur kantilever, kolom langsing dan bentang panjang ( > 12 m utk rc beam) simple beam. Untuk bentang pendek-pendek yaitu 3 – 4 m bahkan 6 m, kadang-kadang akibat ukuran struktur relatif besar dapat terjadi efek arching yang kadang tidak diperhitungkan dalam perencanaan yang menambah kekuatan struktur tersebut.

    Akhirnya apa yang dapat disimpulkan. Bahwa pemodelan struktur adalah sesuatu yang sifatnya advance. Bagaimana menginteprestasikan perilaku struktur, mengambil parameter-parameter yang signifikan untuk di analisis adalah sangat penting dan tidak gampang. Pada tahap ini, meskipun sudah tersedia komputer canggih maka tidak serta merta didapat solusinya. Bagaimanapun komputer hanya sekedar tool, hasil akhirnya adalah yang memakaianya (engineer-nya). Itu pula yang mendasari ditulisnya buku-buku saya tentang SAP2000.

    Terus terang, sampai sekarangpun, saya terus belajar tentang pemodelan struktur yang baik. Jadi jangan malu dengan kejadian tersebut. Anda harusnya bersyukur, bagaimana jika sebaliknya. Misalnya anda merasa bahwa struktur telah kuat (karena dihitung dengan program SAP2000) tetapi dalam kenyataannya tidak dan sebagai akibatnya jatuh korban jiwa. Kalau sudah seperti itu sih, tidak hanya malu tetapi akan menimbulkan ketakutan. Iya khan. Berarti anda masih disayang Tuhan, dilindungi dari hal-hal yang buruk. Anda harus mensyukurinya.
    Amin.

    Suka

  3. Donald Essen Avatar
    Donald Essen

    Saya mau tambah komen juga nih untuk pak Saleh

    Dari uraian pak Saleh saya sudah tahu SAP pasti (O/S) karena bentang balok bapak cukup besar 8m namun dimensi balok hanya 25/30 cm dengan beban standar..biasanya minimal tinggi balok kita ambil L/12 = 65 cm (kalo beban cukup besar LL>=300 kg/m2) atau kalo berani L/16=50 cm (asumsi LL <300 kg/m2).

    Nah yang mau saya komen adalah pengertian O/S itu. Namanya saja design diatur oleh Code yang dibuat manusia yang biasanya diperoleh berdasarkan hasil eksperimen dan hasil kesepakatan para code regulatornya. U/ kasus ini O/S lentur di ACI sebelum 2002 dibatasi rasio tul max 0.75 rho balanced dan ACI-2002 dst dibatasi oleh tensile steel strain 0.004…secara teoretis dengan teori lentur pasti tensile strainnya u/ balok 25/30 yang pak Saleh gunakan harusnya lebih kecil dari 0.004 sehingga O/S di SAPnya.

    Argumen yang dapat diberikan tentunya yaitu bahwa batas2 jumlah tulangan maksimum yang dilakukan ini merupakan code definition namun realitanya …we never know (hanya YME yang tahu)..bisa lebih kuat bisa juga tidak kuat tapi satu hal yang pasti, code sudah dilanggar dan yang perlu dipertanyakan apa konsekuensi kita melanggar code..satu hal yang pasti code sudah memperingatkan kalau kita mendesain sehingga O/S maka dalam kasus ini secara teori keruntuhan yang akan terjadi adalah keruntuhan tekan yang tidak diinginkan dan kapan keruntuhan itu bisa terjadi (krna overload, gempa atau yang lain)

    ya berdoa saja itu tidak akan terjadi.

    Suka

  4. Donny B Tampubolon Avatar
    Donny B Tampubolon

    Dear Pa Wir,

    Kalau saya tetap mengkontrol tulangan lentur, tulangan aksial dan tulangan geser dengan gaya-gaya dalam yang terjadi..(sebaiknya per elemen batang)….cape dehh. 😦
    Sepertinya Live Load untuk menghitung tulangan lentur balok dapat direduksi seperti dalam peraturan pembebanan kita, karena efek “Papan Catur” pembebanan.
    Karena dalam modelisasi struktur, “Papan catur” pembebanan ini jarang dilakukan, umumnya beban lantai diberikan pada seluruh area pelat..padahal kenyataannya beban jarang terjadi pada seluruh permukaan pelat.

    Untuk Concrete structure, tinggi balok biasanya 1/10 – 1/12 bentang balok dan lebar balok biasanya 1/2-1/3 tinggi balok.

    Untuk rumah tinggal, biasanya dinding bata dibawah balok juga memberikan topangan disepanjang bentang balok. Sehingga dilapangan tidak ada retak, karena mungkin..kita tidak memasukkan adanya dinding bata tersebut dalam modelisasi struktur kita. 🙂

    Syallom..

    Suka

  5. Robby Permata Avatar
    Robby Permata

    saya jadi ingat, P Herry Vaza (direktur Bintek Bina Marga PU) pernah bilang (kira2 begini ) :

    jembatan yang runtuh sudah pasti ada yang salah dalam konstruksinya, tp bukan berarti jembatan yang masih berdiri itu konstruksinya pasti benar..

    (karena beliau di Bina Marga maka contohnya ya jembatan..)

    ya itu lah gunanya ada code.. jika mau beradu ilmu tentang berapa kekuatan teoritis suatu struktur bisa gak selesai2, masih ada hal2 yang mempengaruhi kekuatan namun belum termodelkan secara matematis oleh para engineer dengan baik.

    Namun para engineer telah menyepakati suatu standar dan sudah ada kekuatan hukumnya, jadi itulah pegangan yang kita pakai.. code sendiri masih bersifat fleksibel, artinya mengijinkan pendekatan selain yang ada di code tsb. asal rasional dan bisa dibuktikan validitasnya.

    Bahwa apakah jika tidak mengikuti code maka runtuh, jawabannya : kita tidak bisa memastikan.. semoga saja tidak..

    warm regards
    -Rp-

    Suka

  6. daisy Avatar
    daisy

    shalom p’ Wir…(=^-^=)

    P’ , aku lagi nyari judul buat TA dan aku tertarik dengan Analisis pushover.. apa bener kalau Pushover itu terlalu sulit untuk S1.
    Rencananya aku ingin ambil judul “Analisis Nonlinier Pushover pada Gedung Struktur Dinding Geser Pelat Baja (SPSW)”

    Saran bapak apa? Apa yang paling harus dibaca dan dipelajari?
    Dan Pak untuk mendapatkan referensi ATC 40 dan FEMA 356 bagaimana pak? Bisa saya download dari bapak?
    makasih pak..GBU

    Wir’s responds:
    “terlalu sulit untuk S1”, ya sebenarnya itu relatif. Kalau pembimbingnya OK, kenapa tidak.

    Masalahnya, analisa struktur yang dipelajari dari semester 1 – 6 kayaknya tidak mendukung pemahaman tentang Push-Over tersebut. Karena itu merupakan bagian advance dari perencanaan struktur tahan gempa. Jadi mungkin hanya mata kuliah itu aja yang terkait.

    Pada level dosennya sendrii, saya kira tidak banyak yang memahami / menggeluti masalah tersebut. Saya kira dosen-dosen di institusi yang rutin menyumbang publikasi tentang itu hanya ITB dan PETRA surabaya, yang lain kelihatannya hanya sekali-sekali, termasuk saya di UPH. 🙂

    Judul kamu kelihatan hebat, saya aja baru mencoba yang portal, belum sampai dinding geser apalagi pakai baja, yang berarti stabilitas yang tentunya menentukan.

    Mungkin kalau sekedar asal membuat, asal running sih boleh aja, tapi kalau menyatakan bahwa itu benar. Wah agak rumit juga.

    Untuk level skripsi S1 sebenarnya yang diperlukan adalah dapat memahami masalah, membuat penyelesaian dan mengetahui apakah penyelesaian tsb sudah benar atau belum. Itu saja.

    Suka

  7. Eri Iwan P Avatar
    Eri Iwan P

    @ daisy

    Sedikit ngasih masukan ya, kalo emang mau buat skripsi tentang “Pushover Analysis”.
    Daisy tampaknya perlu untuk memahami dulu tentang perilaku & data2 materialnya (dalam hal ini baja atau juga beton jika didesain secara komposit) dari perilaku elastis, plastis sampai fracture. (lihat juga di Code AISC, AISI).
    Karena nanti dalam analysis pushover semua data2 di atas kita yang menentukan, dalam software emang terkadang ada yang default tapi apakah sudah sesuai dengan yang kita kehendaki/rencanakan atau sesuai dengan code/peraturan yang ada.
    Kalo untuk referensi textbooks struktur baja ada beberapa yang mungkin perlu daisy lihat, al:
    1. Steel Structures Controlling Behavior Through Design, by Robert E. Englekirk, John Wiley & Sons, 1994.
    2. Ductile Design of Steel Structures, by Bruneau, M., Uang, C.-M. & Whittaker, A., McGraw-Hill, 1997.
    Maaf yach ga punya softcopynya, jadi ga ada linknya, he..

    Tambahan materi lainnya bisa daisy lihat di
    http://www.steeltips.org/steeltips/index.php
    disitu ada publikasi mengenai desain & perilaku SPSW, kalo ga salah ditulis sama Albohassan Astaneh. (Bisa didownload kok filenya.. 🙂 )

    Tentang prosedur Pushover dari FEMA daisy bisa cek link downloadnya di:
    http://www.fema.gov/plan/prevent/earthquake/publications.shtm
    cukup banyak Guides, Recommendations tentang cara-cara analysis dan desain struktur.
    Kalo saran saya Download & pelajari FEMA 440 “Improvement of Nonlinear Static Seismic Analysis Procedures”
    State-of-the-Art resource captures the latest advances in nonlinear static analysis. This report sets the stage for future improvements to FEMA 356 or the ATC report, Seismic Evaluation and Retrofit of Concrete Buildings (ATC-40).
    Atau kalo mo download linknya langsung:

    Klik untuk mengakses fema-440.pdf

    Klik untuk mengakses fema-356.pdf

    Selamat belajar ya, semoga sukses.

    Btw, dulu waktu skripsi pernah juga lho mo ngambil topik analysis dinamik SPSW, dah konsultasi ke dosen2 & dapat masukan2 dari dosen akhirnya topiknya diubah dikit, he.. Ngerasa berat waktu itu, jadinya analysis mengenai portal bajanya aja tanpa shear wallnya.

    Suka

  8. Daisy Avatar
    Daisy

    Maaf pak mau tanya lagi dan kali ini agak merepotkan
    Saya mo tanya untuk buku Pak yang “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP 2000 edisi baru” hal 308
    tentang response spektrum gempa . Data tabel hubungan Ta dan Sa/g itu nilainya didapat dari mana pak?
    Makasih sbelumnya..

    Suka

  9. Robby Permata Avatar
    Robby Permata

    ikut komentar nih, buat daisy :

    kalo push over portal, asal pembatasan masalahnya bisa disederhanakan harusnya sudah layak untuk jadi topik TA S1. Lain cerita kalo memang pemodelan elemen sampai memperhitungkan hal yang advanced seperti misalnya panjang sendi plastis dihitung pake cara yang aneh2, moment-curvature penampang ada studi sendiri,dll.

    kalo masalah SPSW (Steel Plate Shear Wall), memang belum banyak referensi sih, tapi kalo di ITB ada mbahnya riset struktur baja, yaitu Dr. Muslinang Moestopo (saya yakin di kampus lain juga ada mbah-mbah yang lain, tapi kl yang saya kenal ya beliau ini). Beliau juga banyak memberikan ke mahasiswa berbagai literatur tentang struktur baja tahan gempa untuk berbagai tipe (MF, CBF, EBG, SPSW, dll.).

    jadi kalo memang kesulitan literatur, coba cari aja d perpustakaan TA, tesis di Sipil ITB. Temen saya yang baru wisuda ada yang mengambil topik tesis SPSW kok.. Kalo masalah paper terkait, kayaknya udah ada d blog ini deh (atau belum ya? saking banyaknya yang bisa di download d sini saya jadi lupa)..

    warm regards
    -Rp-

    Suka

  10. wi2n Avatar

    pak Wir…thx u/ publikasi karya ilmiah atau buku2nya..

    Saya cm mo izin u/ bisa menjadikannya sebagai ide menentukan judul skripsi yang akan saya buat di semster mendatang…boleh ga pak?

    Saya udah pusing n bingung cz kebanyakan maunya tp tidak tahu mana yang harus di prioritaskan…at least semakin banyak referensi, semakin mudah bagi saya menentukan judul/tema skripsi saya..oya pak, mohon bimbingannya juga..trimz..

    Wir’s comments : monggo-monggo aja !

    Suka

  11. indira Avatar
    indira

    siang pak,..

    sebelumnya saya minta maaf kalo saya mengganggu bapak..dan saya mau memperkenalkan diri saya dulu…
    nama saya indira, saya mahasiswa S1 teknik sipil UI… semester ini saya telah mengajukan program studi seminar untuk skripsi saya.. tetapi sampai detik ini saya belum mendapat judul untuk skripsi saya.. saya berminat untuk mengambil bahan atau segala apapun yang berhubungan dengan dermaga…

    yang mau saya tanyakan, menurut pendapat bapak sebaiknya saya mengambil judul atau bahan apa yang berhubungan dengan dermaga?

    dan saran bapak apa?

    saya telah membaca beberapa buku tentang pembangunan dermaga, dan saya merasa saya tertarik pada strukturnya ,..menurut pemdapat bapak sebaiknya saya membahas struktur apa? terimakasih sebelumnya pak…

    gbu

    Suka

  12. eko cahyadi Avatar
    eko cahyadi

    ass..
    pak maaf sebelumnya, saya mengganggu bapak.saya mau menanyakan tentang kuda-kuda smartruss,kebetulan saya mengambil judul skripsi tersebut,yang saya ingin saya tanyakan adalah :
    1. apakah ada peraturan yang mengatur tentang pembebanan pada kuda-kuda baja ringan smartruss seperti baja konvensional yang diatur dalam PBI.
    2. berapa Bj smartruss,fy dan nilai fc nya
    tolong bantu saya ya pak,sebelumnya saya ucapkan banyak2 terima kasih……..

    Wir’s comments : pembebanan ? Mestinya sama saja khan, kecuali berat sendiri struktur mungkin lebih ringan. Struktur kuda-kuda smartruss termasuk dalam kategori baja cold-formed. Tentang itu, silahkan baca makalah saya , lihat pustaka acuannya.

    O ya jika belum bisa di down-load maka datang lagi awal bulan

    Suka

  13. abe Avatar
    abe

    Malam pak, perkenalkan nama saya abe….
    saya mahasiswa di jogja, saya mau nanya nih pak…

    1. Apa perbedaan antara V1(mode 1) ragam pertama hasil perhitungan menurut pasal 7.2.4 SNI-1726-2002 dengan V1 ragam pertama menurut pasal 7.1.3 (persamaan 13) SNI-1726-2002.

    2. Perhitungannya V1(mode 1) dan V1 pasal 7.1.3 sudah saya hitung tapi perbedaannya sangat besar… apakah sama V1(mode1) dan V1 pasal 7.1.3 itu hasilnya sama?

    3. Jika V1(mode 1) dan V1 pasal 7.1.3 berbeda… yang mana yang harus saya pakai?

    Terima kasih ya pak…

    Suka

  14. Donald Essenst Avatar
    Donald Essenst

    Saya bantu ya pak buat Abe

    Saya bingung deh baca code gempa kita..bahasanya ruwet…disederhanakan saja ya(ini juga dipake semua konsultan struktur terutama di PT. Wiratman) ..

    1. Hitung dulu V = C.I.Wt/R .
    2. Lakukan analisis dinamik sedemikian sampe kontribusi massa mencapai 90% (pasal 7.2.1). Lalu plot kurva story shear-nya dan ambil nilai base shear-nya (base shear = story shear lantai paling bawahnya)
    3. Hitung faktor skala 0.8 V/Vbase >= 1
    V dari langkah 1 dan Vbase dari langkah 2
    4. Kalikan faktor skala pada plot story shear ke langkah 2 sehingga didapat kaya gambar P4 di SNI 1726
    5. Trus sesuai pasal 7.2.4 bisa distatik ekivalenkan tapi kalau saya sih langsung aja di ETABS-nya di response spectrum analysisnya ada scale factor..ya tinggal diisi saja.

    Untuk point 2 dan 3 — V1(mode 1) gak benar kalau kamu run cuma ngisi satu mode karena harusnya gak akan dapat 90% partisipasi massa pada arah translasi. Jadi harus diisi berapa mode sampe MPFnya min 90% trus liat base shearnya dan hitung faktor skalanya sesuai langkah 3.

    Suka

  15. isran Avatar
    isran

    Salam Pak Wir..

    Maaf pak, saya sedang kesulitan dalam mencari referensi tentang pelat beton, kebetulan skripsi membahas tentang pelat dengan judul “KAJIAN NUMERIK DAN EKSPERIMETAL SKALA KECIL DI LABORATORIUM TENTANG PELAT BETON TERTUMPU SEDEHANA”..

    Saya kuliah di universitas tanjungpura program studi teknik sipil konsentrasi bidang struktur.. Dimana pak saya bisa mengakses teori2 serta pembahasan tentang pelat beton…
    Tolong arahannya…

    Sebelumnya terima kasih pak.

    Suka

  16. indraghi Avatar
    indraghi

    salam kenal
    saya mahasiwa sipil 2004
    kebetulan saya tertarik dengan kubah beton bulat (spherical concrete dome) untuk Tugas Akhir. khususnya untuk meminimalisasi tegangan tariknya. Kira-kira parameter apa saja yang dapat mengurangi tegangan tariknya ? selain yang sudah saya dapat dari literatur yaitu sudut kelengkungan terhadap bidang datar, yang dapat menghilangkan tegangan tarik.

    Wir’s responds : Untuk bisa menjawab pertanyaan anda, maka tentunya perlu mengerti perilaku struktur ‘kubah beton bulat’ tersebut.

    Caranya bagaimana ?

    Ya tentu saja pakai ‘analisa struktur’, misalnya memakai program analisa struktur SAP2000. Agar dapat memodelkan struktur dengan baik maka anda perlu memahami pemakaian element SHELL. Dengan melakukan analisis pada pemodelan tersebut, anda akan memahami respond struktur tersebut terhadap berbagai pembebanan, misal akibat berat sendiri struktur, beban terpusat, atau beban merata sebagian dan lain-lain. Selain itu juga dapat meninjau berbagai bentuk tumpuan yang akan anda tempatkan dibawah kubah tersebut. Tumpuan menerus, atau pada beberapa titik.

    Jika pada setiap parameter yang anda tinjau anda amati, perbedaan satu dengan yang lainnya, dan dapat dibandingkan bahkan dicari hubungan parameter tersebut dengan hal-hal yang dianggap penting diteliti. Maka akhirnya anda akan memahami : parameter apa saja yang mempengaruhi tegangan tarik pada dome tersebut. Proses tersebut umum disebut analisis parametrik, itu yang umum digunakan dalam penelitian dengan F.E.M.

    Suka

  17. indraghi Avatar
    indraghi

    terima kasih atas sarannya..

    Suka

  18. Sofan Avatar
    Sofan

    Salam pak Wir,
    Nama saya Sofan, saya kerja di EPC kontraktor di salah satu BUMN jasa konstruksi. Sebelumnya sih kerja di BUMN juga tapi kebanyakan kerja proyek jalan dan irigasi, di kantor baru ini saya disuruh ngerjain dermaga tipe jetty.
    Bingung juga sih karena belum pernah. ada sih referensi (buku-nya pak Bambang Tri, Pelabuhan) tapi untuk perencanaan, bukan metode pekerjaan.

    Minta tolong ya pak Wir, kl ada e-book or referensi lainnya tentang metode kerja pelaksanaan pek. jetty, tolong di share ya pak….

    Trim ya pak.
    Btw blog-nya keren abis.

    Wir’s responds : Salam kenal juga pak Andi Sopan, eh pak Sofan (emailnya sama sih, jadi mana yang betul) yang banyak berpengalaman di BUMN. Saya nyoba cari yang anda maksud. Baru sempat ngelihat koleksi yang tempo hari diberi oleh mas Donny Tampubolon (trim ya mas Donny, ternyata yang anda beri banyak sekali dan nggak bisa semuanya ke up-load).

    Piling Handbook 8th Edition
    Arcelor RPS – Arcelor Group
    361 halaman down-load PDF 4246 kb

    Moga-moga cocok ya.

    Suka

  19. Barry Made Avatar
    Barry Made

    maaf Pak…saya mahasiswa salah satu PTN jurusan Arsitektur di Semarang, mau tanya ada g artikelnya bapak atau referensi buku tentang hubungan atau kasus lift dengan struktur bangunan, atau mungkin bapak pernah dengar berita tentang kasus tersebut? terima kasih banyak buat jawabannya.

    Wir’s reponds : maksudnya lift setelah dipakai begitu dan interaksinya begitu terhadap manusia, misalnya menimbulkan kecelakaan ? atau apa. Kalau soal-soal gitu nggak ada pak di blog ini.

    Tapi kalau pengaruh penempatan lift terhadap kekuatan bangunan terhadap bahaya gempa. Wah itu baru menarik pak.

    Suka

  20. harman Avatar
    harman

    syalom…
    pa, saya ingin tanya, apakah sap 2000 itu, kalo pengisian beban secara manual, dimana tentang kekakuan struktur tersebut….
    seperti beban partisi

    Wir’s responds : saya tidak mengerti pertanyaanmu itu. Kecuali berat sendiri struktur, rasanya beban tidak mempengaruhi perhitungan kekakuannya lho.

    Atau maksudmu waktu memperhitungkan pembebanan dari suatu partisi, bagaimana pengaruh kekakuan partisi tersebut. Apa begitu. Yah, itulah mas namanya pemodelan struktur, prinsipnya anda harus membatasi apa-apa yang utama dan apa-apa yang tidak utama yang dapat diabaikan.

    Jadi misalnya ada balok portal, diantaranya ada batu bata. Bagaimana strategi anda dalam menganalisisnya, apakah diabaikan atau dimasukkan. Jika dimasukkan bagaimana memodelkan materialnya, karena jelas, beton bertulang mempunyai perilaku yang berbeda dengan batu bata tersebut. Nggak gampang, karena material batu bata nggak reliable selain itu nggak ductile. jadi strateginya batu-bata diabaikan dan dianggap hanya memperhitungkan portal beton bertulang saja.

    Ya boleh-boleh aja.

    Tapi hati-hati misalnya terhadap efek gempa, portal yang diisi partisi tembok penuh akan mempunyai perilaku yang berbeda dengan portal kosong.

    Suka

  21. Yulie Avatar
    Yulie

    Dear Pak Wir..

    Hello Pak Wir..Saya Yuli mahasiswi semester akhir teknik sipil di Yogyakarta..Saya butuh bantuan bapak..

    Saya menemui kesulitan dalam tugas akhit saya merancang ulang sebuah gedung 11 lantai. Pada saat saya membandingkan antara massa gedung dari perhitungan manual dengan massa gedung dari ETABS tiap lantai yang seharusnya kurang dari 10%, tetapi pada lantai 6-11, perbandingan tersebut lebih dari 10%.

    Saya tidak tahu bagaimana cara merubah perbandingan tersebut menjadi kurang dari 10%. Apakah ada yang salah dalam perancangan gedung saya ini? Dan bagaimana solusinya?

    Saya mohon bantuan dari bapak.. Atas bantuannya saya ucapkan terimakasih banyak..
    Sukses selalu dan GBU..

    Wir’s comments : Sdri Yuli yang mahasiswi akhir di Yogya. Tentang massa gedung, ETABS menghitungnya dari massa yang anda sendiri telah definisikan, atau berat sendiri struktur. Kalau yang anda definisikan mungkin anda sadar, tetapi kalau yang otomatis mungkin anda nggak sadar kalau itu beda, misal ukuran kolom atau wall atau baloknya berbeda.

    Jadi strateginya, coba matiin option massa dari berat sendirinya. Lalu chek ulang, masih ada bedanya nggak. Lalu bandingkan jika option tersebut dihidupkan lagi. Dari situ akan ketahuan sumber perbedaan tersebut. Cocokan dengan yang lain. Karena bisa saja perhitungan manual perhitungan massa dari strukturnya nggak terlalu teliti. gitu.

    Suka

  22. Adi Avatar
    Adi

    salam kenal pak wir.
    saya seorang mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di sebuah PTS.
    saya mo bertanya tentang cara memasukkan beban gempa dinamis dengan respons spectrum di sap 2000 versi 11.
    mohon bapak bisa menjelaskan sedikit, step-step memasukkan beban gempa ini.
    terima kasih..

    Suka

  23. yusuf Avatar
    yusuf

    Salam Hormat,
    Sudah sering saya mengakses karya tulis Bapak, khususnya yang berkaitan dengan bidang struktur. Saya sangat kagum kepada Anda yang memiliki dedikasi tinggi dalam bidang baja dan beton.

    Saya tertarik dengan jurnal Bapak mengenai analisa pushover pada struktur gedung beton bertulang beraturan dan menjadikannya topik skripsi saya. Saya menanyakan hal ini kepada Bapak karena saya yakin anda sangat menguasai topik yang sedang saya pelajari tersebut.

    Dalam pengerjaan skripsi saya ini saya menemui beberapa kesulitan, diantaranya :

    1. Untuk input data momen-kurvatur dan momen-rotasi pada SAP2000, apakah ada software yang dapat digunakan untuk perhitungannya? jika ada mohon bantuan bapak

    2. Bagaimana urutan proses input data secara rinci untuk analisa pushover dalam SAP2000

    3. Untuk kriteria kinerja apakah boleh jika saya hanya menggunakan batasan ultimit menurut SNI 1726-2002. Jika ada, saya mohon Bapak untuk bersedia memberikan sumber pustaka tentang kriteria menurut peraturan yang lain tsb.

    Jika tidak keberatan, tolong petunjuk Bapak dikirim ke alamat email saya.

    Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.

    Yusuf, Teknik Sipil UNEJ, Jember
    Email: yusuf.hartoyo@yahoo.co.id

    Wir’s responds : saudara Yusuf, salam kenal dan salam sejahtera bagi anda. Tentang push-over untuk gedung beton bertulang terus terang saya belum pernah melakukannya. Mungkin anda membaca makalah bapak Yosafat dari Universitas Maranatha. Silahkan kontak beliau, blog-nya ada di blog-roll saya. Bapak Yosafat sudah berulang kali melakukan pushover yang anda maksud. Semoga sukses skripsi anda. Salam.

    Suka

  24. Sofan Avatar
    Sofan

    Makasih banyak ya pak wir atas kiriman pdf-nya.
    Meski saya bekerja di bidang Sipil, saya bukan structural engineer (cuma pelaksana biasa aja), dan saya selalu merasa main-course-nya Teknik Sipil itu adalah Structural Engineer, sedangkan jurusan2 lainnya (MK, Keairan, dan Transportasi) hanya catatan kakinya aja…heheheh

    Out Of Topic dikit ya pak….
    Gara2 serial Prison Break yg lagi naik daun, jabatan Structural Engineer jadi kelihatan ‘sexy‘ banget deh, bahkan adik saya lagsung manteb pindah cita2 masuk jurusan Sipil ITS.

    Suka

  25. yulie Avatar
    yulie

    terima kasih banyak ya pak wir atas saran-sarannya. God Bless You..

    Suka

  26. donaldessenst Avatar
    donaldessenst

    @ Sofan
    Ada juga penggemar TV serial disini.

    Buat yang gak tau film seri Prison Break ini tokoh utamanya bernama Michael Scofield, di film ini dia adalah seorang Structural Engineer, abangnya Lincoln Burrows bekerja pada suatu organisasi yang disebut “the Company” yang ternyata menjebak abangnya melakukan pembunuhan yang sebetulnya tidak terjadi.

    Tahu abangnya akan dihukum mati Michael Scofield terus melakukan rencana pembebasan dari penjara. Pokoknya keren sekali lah si Scofield ini makanya pak Sofan bilang structural engineer terlihat “sexy” walau gak jelas karena Wentworth Miller pemeran Scofield yang sexy atau bagaimana cara si Scofield mengeluarkan abangnya dari penjara dengan menggunakan ilmu structural engineering yang sexy? Yang rada beruntung adalah penjara tempat abangnya di penjara dia yang desain. Salah satu yang keren itu waktu dia udah ngerencanain untuk nembus beton tebelnya kira2 50 cm mengunakan prinsip Fracture Mechanics (waktu nonton itu saya jadi penasaran apa itu fracture mechanics).

    Tapi itu semua di season 1 sekarang udah season 3 jadi structural engineering-nya udah mulai berkurang.

    Suka

  27. jafar Avatar
    jafar

    Salam sejahtera..!
    perkenalkan Pak Wir.!, saya pengunjung baru blog anda,TWO THUMBS UP buat anda Pak…..!!! Blog bapak sangat membantu saya.

    saya mahasiwa alih jenjang teknik sipil di PTN di surabaya, gini pak !,saya berencana mengambil TA tentang jembatan prategang, namun saya kesulitan memperoleh “Bridge Design Code-nya”,kalopun ada kebanyakan berupa ftcpy-an, kurang bisa d baca Pak.! dan satu lagi Pak apa ada diagram interaksi ACI (SI) yang terbaru dlm pdf. soalnya saya dpt yg versi lama yaitu prosentase max tulangannya 8%, kalo nggak salah yg terbaru rho max-nya 6%, mungkin Pak Wir punya dalam format pdf-nya biar dpt saya dwnload.

    sebelumnya maaf pak bila yang saya minta sudah ada d blog bapak,soalnya saya belum menjelajah semua blog bapak .Terima kasih banyak

    Best regards
    “jafar”

    Wir’s respond : senior-senior anda sudah banyak yang sharing materi-materi tersebut mulai dari AISC, ACI atau AHSTHO. Karena yang ngasih pada berjibun dan belum sempat di tata. Silahkan di lihat-lihat sendiri. Saya yakin sehari nggak cukup deh. Jadi memang harus berkali-kali ke blog ini. :mrgreen:

    Suka

  28. Andri Avatar
    Andri

    pak saya mau nanya buku aplikasi sains dan teknik dengan visual basic 6.0 bisa saya dapatkan dimana? di gramedia udah gak ada stok

    Suka

  29. wir Avatar
    wir

    to Andri
    Itu buku tahun 2003, kelihatannya udah lama habis, meskipun udah sempat dicetak ulang. Jadi total jendral sudah ada sekitar 6000 eksemplar di masyarakat.

    Sebagai gambaran, buku saya ke-4 terbitan awal tahun ini saja (2007) di toko buku Gramedia Mall Metropolitan Bekasi ternyata udah habis. Stock kosong.

    Gitu mas Andri.

    Suka

  30. Andri Avatar
    Andri

    makasih ya pak sblmnya…., apa gak ada niat di cetak lgi pak…., mungkin msh bnyk jg yang minat pak….makasih pak atas infonya

    Suka

  31. Edy Indriantoro Avatar
    Edy Indriantoro

    halo pak saya kesusahan cari buku bapak yang mengenai VB. saya udah cari di gramedia udah gak ada. oh ya saya mahasiswa teknik sipil unikom sekarang saya sedang nyusun skripsi . buku bapak akan saya jadikan referensi

    Wir’s responds: saya kemarin baru maen ke Gramedia Matraman, masih ada itu buku saya ttg VB yang pertama kali lagi. Masih ada 10 kalau nggak salah. Cepat aja hubungi toko buku tersebut. Ok.

    Suka

  32. eko cahyadi Avatar
    eko cahyadi

    pak wir,,
    saya mau menanyakan bagaimana cara mendownload makalah bapak tentang baja smartruss itu,tanggal 6 oktober 2007 kemaren saya pernah mengirim e mail ke bapak,trus bapak balas download makalah saya,jika tidak bisa coba datang bulan depan,.,tolong saya ya pak.,thx b4

    Wir’s responds: saya coba down-load, nggak ada masalah tuh. Tapi yang jelas saya belum pernah bikin makalah tentang smartruss, yang ada tentang baja coldformed. Beda lho.

    Suka

  33. eko cahyadi Avatar
    eko cahyadi

    pak..di makalah bapak tu di bilang kalo baja coldformed tu termasuk baja ringan..terus di skripsi saya kalau smartruss tu di buat dari BHP Steel Lysagh Asia…di makalah itu juga di katakan bahwa telah ada terdapat produk baja coldformed pada PT. BHP Steel lysagh Asia berupa smartruss..
    pak saya mau tanya apa perbedaan nya baja coldformed itu dengan baja ringan smartruss??
    makasih ya pak sebelumnya..

    wir’s respond: smartruss adalah salah satu merk dagang yang memanfaatkan profil baja coldformed. Ciri-cirinya bahwa tipe tersebut belum terakomodasi pada peraturan baja kita. Jadi kalau anda merencanakan pakai peraturan baja kita, itu nggak benar. Kita belum punya peraturannya. Gitu lho.

    Suka

  34. angga Avatar
    angga

    Pak wir, saya mau nanya tentang kolom beton bertulang. Sebenrnya pak, pd kolom yg bukan pd sudut2 ruangan pd gedung itu berlaku beban uniaksial saja atau bisa berperilaku beban biaksial?
    Setahu saya untuk di sudut2 gedung emang beban nya biaksial (sejauh yg sy baca dari literatur). Bisa gak ya klo kita hitung jika pembebanan beban uniaksial pd kolom di pojok ruangan tsb?
    Saya sedang menganalisis tentang hubungan beban nominal pd kolom dg momen yang dpt dipikulnya untuk kolom2 pada pojok dan di tengah2 ruangan yg menempel di dinding. Dari parameter2 yg kita temukan tentunya kita dptkan suatu diagram interaksi kolom.
    Sekarang sy kendalanya di situ saja, pak. terima kasih utk jawabannya.

    Wir’s responds: untuk yang menerima momen dari dua arah berbeda, tetap hitung dengan uniaksial untuk setiap arahnya, selanjutnya di super-posisikan. Toh tulangan yang dekat grs netral khan tidak terlalu berpengaruh, untuk momen maka tulangan yang dominan adalah serat terluar, gitu. Aksialnya toh sama khan untuk dua-duanya. Itu cara sederhana dan umumnya cukup memuaskan khususnya untuk beban tetap.

    Suka

  35. eko cahyadi Avatar
    eko cahyadi

    jadi kalo saya mau menghitung baja smartruss itu sebaiknya menggunakan peraturan apa pak,,kan smartruss termasuk tipe baja coldformed..kalo baja coldformed tu di hitung dengan apa pak?

    Wir’s responds: baca dengan baik kembali makalah yang saya sampaikan di lokakarya Universitas Udayana, dari situ dapat menjadi pijakan awal, kemana sebaiknya anda menuju.

    Suka

  36. angga Avatar
    angga

    Terimakasih buat jawabannya, pakwir. Cuma saya pernah mendengar katanya kolom yg berada di tengah2 yg menempel pd dinding sebenarnya menerima beban biaksial. Untuk memudahkan perhitungannya maka dihitung sebagai beban uniaksial.
    Apakah benar demikian, pak? Kok bisa?

    Dari jawaban yg bpk berikan, berarti utk kolom2 di pojok, dihitung sbg beban uniaksial saja khan, pak?

    Sebenarnya saya sdg mengerjakan skripsi saya yg menjurus kpd perhitungan analisis kolom bentuk L (siku) pada pojok ruangan. Pada seminar proposal, saya menjelaskan pd dosen penguji bahwa utk perhitungan kolom di pojok ruangan cukup pembebanan yg terjadi adalah beban uniaksial. Tapi beliau bersikeras bahwa pembebanan nya adalah biaksial, dan saya diharuskn utk membuat diagram interaksi kolom dengan pembebanan biaksial. Sekarang saya sgt bingung, krn pd literatur lain saya membaca bahwa utk kolom pojok dpt dianalisis sbg beban uniaksial dg alasan pemudahan proses perhitungan yg cukup kompleks. Cuma saya tak bisa mematahkan pernyataan dsn pembimbing saya waktu itu. Menurut bpk gmn? Krn mnrt jawaban bpk, perhitungan nya tetap dihitung dg beban uniaksial utk msg2 arahnya.

    Oya, ada gak pak jurnal khusus utk menganalisis kolom dengan menggunakan beban uni atau biaksial (diag. interaksi kolom)?

    Wir’s responds:
    Ya kalau hanya didasarkan debat kusir, namanya aja murid, gimana bisa menang. Kalaupun iya, nggak juga ngaku. Jadi jangan seperti itu, kamu harus berdasarkan data. Lebih baik kamu ambil studi kasus, tentukan konfigurasi struktur termasuk spesifikasi pembebanannya, lalu tunjukkan hasilnya. Jika dapat dipilih konfigurasi one-way-system, yaitu satu sisi punya kekakuan yang lebih besar, yaitu ukuran kolom pada arah tegak lurusnya saling berbeda maka bisa koq dihasilkan kolom yang dominan pada satu arah saja sehingga bisa dianalisis dengan cara uniaksial.

    Saya kira penjelasan ini dapat menjawab pertanyaan yang pertama. Bagaimanapun seorang engineer itu jangan sampai puas jika hanya mendengar, kalau perlu lihat sendiri yaitu dari hitungan yg dibuat sendiri. Sekarang udah ada program SAP shg problem rumit dapat mudah diselesaikan.

    Intinya kalau anda punya data yang valid, tidak hanya dosen aja yang bisa anda yakinkan, profesor atau pakar sekalipun saya rasa ok, ok. saja.

    Suka

  37. Oki Avatar
    Oki

    P Wir, kalau bisa buku SAP nya di lanjutkan dengan vol yang lain untuk element yang lain serta gabungan2 element2 itu serta aplikasi untuk baja dan beton serta gempa

    Suka

  38. hendi hidayat Avatar

    Pak wir,,,,, yang saya hormati.
    Thanks atas blognya. dimana pada saat sekarang , untuk blog yang membahas tentang tekhnik sipil sangatlah minim. Saya Mahasiswa teknik sipil yang lagi mengajukan judul skripsi.

    saya mau nanya Pak,,, apa program SAP 2000 bisa dipakai untuk menganalisa strukur bangunan yang sudah berdiri, terutama menyangkut dengan kekuatannya. karena saya ingin meninjau bangunan rektorat kampus kami.

    saya mohon pencerahannya. sebelumnya saya ucapkan terima kasih….

    Suka

  39. wir Avatar
    wir

    @Oki:
    Saya belum ada rencana untuk menulis buku baru, kebetulan buku SAP2000 yang April 2007 kemarin beredar akan dicetak ulang. Jadi untuk sementara itu dulu. O ya, kayaknya membahas filosofi bagaimana memodelkan yang benar menurut saya lebih penting sebelum menuju gabungan elemen. Saya melihat masih sedikit buku yang membahas hal tersebut. Saya mencoba menuliskannya dalam seminar yang Feb nanti di UPH mau selenggarakan.

    @Hendi Hidayat:
    program SAP2000 apakah “bisa untuk menganalisis bangunan yang sudah berdiri …”

    Sdr Hendi, saya ingin mengingatkan bahwa program SAP2000 hanya menganalisisi model struktur. Apakah modelnya itu belum berdiri atau sudah berdiri, itu dia tidak peduli. Jadi tugas kita untuk mendefinisikan atau menterjemahkan bagaimana bangunan yang sudah berdiri itu mengenai modelnya, dan apa bedanya dengan bangunana yang belum berdiri.

    Jadi sekali lagi, adalah tugas engineer untuk merepresentasikan struktur real ke model.

    Jadi jika itu bisa dengan baik maka saya bisa mengatakan struktur apa saja (selama bisa memodelkan dengan baik) maka dapat dianalisis oleh program SAP2000.

    Ingat struktur yang saya maksud adalah yang umum untuk bidang civil engineering ya.

    Tentang bagaimana memodelkan yang baik, wah ini masalahnya. Ini ada seninya, yaitu bagaimana yang bersangkutan memahami perilaku struktur yang real, mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi dll. Hal-hal inilah yang ingin saya sampaikan dalam seminar SAP2000 yang akan disampaikan oleh HMJ UPH besok Februari besok.

    Suka

  40. yoga Avatar
    yoga

    salam kenal p’ wir.
    saya mau nanya kalo nge push over shear wall gimana ya? cara menempatkan sendi plastis shear wall d sap nya? cara nyari momen kurvaturnya pake default sap ato nyari pake program apa?

    makasih atas perhatian p wir

    (yoga megantara)

    Suka

  41. ramang Avatar

    salam kenal pak!!!
    saya ramang kuliah di salah satu universitas swasta di Jawa timur,,,
    dari dulu saya banyak menerima tawaran untuk menyelesaikan hal-hal yang berhubungan dengan suatu proyek, baik itu menghitung RAB maupun struktur,,,, tapi saya selalu menolak karena takut akan resikonya ntar??? trus kapan majunya kalo saya tidak mencobanya,,,,,

    NAH,,,,,,,

    sekarang saya ada tawaran untuk menghitung pembebanan dari suatu billboard papan reklame,
    tapi saya bingung karena dikuliah saya tidak pernah menghitung pembebanan tersebut,,,,
    saya harap bapak bisa membantu dalam memberikan contoh pembebanan untuk menghitung pembebanan dari suatu papan reklame?????

    terima kasih sebelumnya?????

    Suka

  42. wir Avatar
    wir

    @Ramang,
    Hebat juga, nggak pernah ngitung, tapi sering dapat tawaran proyek. Yang menawari saudaramu ya, atau orang tuamu ?

    Menghitung billboard khan pada prinsipnya sederhana ada dibuku-buku text.

    Dengan latar belakang permintaanmu seperti itu, saya jadi takut memberi contoh yang kamu maksud. Kesannya kamu tinggal nulis ulang, ganti angka. Padahal merencana struktur itu nggak seperti itu. Harus dari kamu dulu, mantap dulu.

    Suka

  43. agus Avatar
    agus

    pak wir mau tanya, apa boleh tiang pancang ( kurang dari 8 meter ) dipakai untuk pondasi dan apa pengaruhnya terhadap bangunan diatasnya; gedung, jembatan terima kasih atas bantuannya.

    Wir’s respond : Moga-moga ini pertanyaan dari orang awam, jadi bisa dimaklumi. Tiang pancang kurang dari 8 m, kenapa tidak. Jika pada kedalaman 7 m sudah diperoleh tanah keras, mengapa harus lebih dalam. Untuk jembatan, mungkin saja dipikirkan tentang bahaya scouring sehingga perlu lebih dalam, bisa juga itu.

    Suka

  44. hendi hidayat Avatar

    halo Pak Wir… thanks atas jawabannya kemarin.
    Ada hal yang ingin saya tanyakan.
    saya sedang menganalisa gedung bertingkat. dimana analisa pada kolom. dengan menggunakan grafik tulangan nilai tulangan ( Gideon kusuma, SKSNI-T91-03) dimana value untuk sumbu vertikal dan horisontal bertemu pada titik dimana tak nilai rasio tulangannya ukt f’c=25 Mpa, f’y=400 Mpa, d’/h= 0.2. dengan memakai dua sisi tulangan. saya mau memakai rasio tulangan yang mana??
    Buat pak Wir salam homat dan Terima kasih.

    Wir’s respond : ha, ha, ngapain pakai buku tersebut, yang masih pakai grafis manual, pakai aja program kolom dari bukuku, tinggal masukkan Pu dan Mu maka akan di plot di hasil program tersebut. Itu lho bukuku tahun 2005 tentang VB 6.0 utk Rekayasa Konstruksi. Sorry ya, buku yang anda pakai sebagai referensi udah lama kesimpen di rak paling bawah. Akunya juga udah lupa.

    Suka

  45. Donny B Tampubolon Avatar
    Donny B Tampubolon

    Dear Hendi,

    Apakah Hendi mengerjakan analisanya dengan manual atau dengan alat bantu software (mis:ETABS/SAP2000) ?

    Kalau menggunakan ETABS, pergunakanlah diagram interakasi yang ada di software tersebut .

    Kalau kolomnya simetris, lebih baik anda mengeceknya dengan manual, gampang banget kok, mau 2 sisi atau 4 sisi, (lingkaran atau pun persegi)… contohnya dibuku kan banyak.
    Lalu anda buat spreadsheet sendiri atau buat VB nya seperti Pa Wir.

    Kalau penampangnya bukan persegi maupun lingkaran sebaiknya pakai software lain : DINT (PTWiratman), CSICOL atau dengan PCACOL. Di ETABS kan ada juga ada Section Design (untuk penampang unsymetris), lalu check diagram interaksinya.

    Biasanya analisa dulu beban tributary areanya, hitung dimensinya. Lalu analisa kolom secara manual dengan menggunakan 1% tulangan. Hendi bisa menaik-turunkan mutu betonnya, karena Kolom dominan terhadap beban aksial, tapi kalau tidak cukup juga kekuatannya, tidak ada jalan lain selain perbesar dimensi kolomnya.

    Lebih baik kita menikmati menghitung elemen-elemen struktur secara manual, niscaya akan sangat membantu kita nantinya di dunia kerja.. walaupun anda cuma memegang sebuah kalkulator dagang dan ditempatkan didaerah yang tidak terjangkau listrik..

    Selamat Belajar, sukses buat anda !

    Syallom..

    Suka

  46. Doodee Avatar

    Thanks for sharing

    Suka

  47. Christanto Avatar
    Christanto

    salam kenal pa’ Wir…
    saya mo nanya klo dlm struktur baja
    1. ASD dan LRFD lebih irit mana?
    2. apa boleh nge-disain pake ASD?
    maklum sy taunya ASD (he..he..)
    berilah pencerahan bagi saya,, Please bangget!!!

    salam christanto

    Wir’s responds: saya jawab panjang lebar Christ di sini.

    Suka

  48. fandy Avatar
    fandy

    pak slm kenal Mr.Wir….pak,saya lg ngerjakan TA tknk sipil, ttg pondasi “raft Pile”=pondasi tiang rakit yang sekarang di gunakan untuk pembangunan jalan tol waru- juanda SBY. yang snya tanyakan : apakah bapak punya referensi ttg analisa perhitungannya??terutama pondasi pelat menerusnya….thank’s so much….

    Suka

  49. satya sembiring Avatar

    numpang comment lagi. Apakah dosen itu bisa di sebut dosen kalo hanya mempunyai kemampuan di bidangnya sendiri ?
    atau boleh minta tips dan trik nya untuk menjadi seorang pengajar yang baik .

    Suka

  50. wir Avatar
    wir

    Apakah dosen bisa di sebut dosen kalo hanya mempunyai kemampuan di bidangnya sendiri ?

    Pertanyaan koq lucu. Sarjana teknik, gelarnya ST, sarjana seni, gelarnya SS, sarjana pendidikan gelarnya SP. Meskipun sama-sama disebut sarjana, tetapi kalau bidang ilmunya beda, sebutannya beda juga khan.

    Apa itu intinya. Intinya meskipun sarjana, tetapi bukan berarti dia mampu segala-galanya. Dosen juga gitu. Pendidikan formil sastra, ya nggak boleh dong ngajar bidang mekanika teknik untuk calon sarjana sipil. Tahu apa dia tentang stress, paling dipikirnya itu kalau orang sedang kehabisan duit tiap akhir bulan, maka stress, gitu khan. He, he, he, istilah sama aja, konotasi bisa beda. Kacau dah.

    Bahkan di bidang core utamanya saja, ngakunya dosen teknik, emangnya bisa teknik segalanya, teknik korupsi misalnya. Khan nggak juga khan.

    Menjadi pengajar yang baik.

    Wah gimana ya, ini istilah baik aja untuk tiap orang bisa berbeda.

    Tapi menurutku, pengajar atau guru yang baik adalah guru yang mampu memotivasi mahasiswa atau siswa untuk mengembangkan seluruh kemampuan yang dimilikinya. Khususnya untuk bidang ilmu yang diajarinya. Jadi tidak sekedar tahu materi yang diberikan tetapi juga wawasan kedepan tentang gunanya materi tersebut sehingga siswa tertarik untuk dapat menelaah lebih lanjut.

    Juga dosen yang baik harus dapat menjadi teladan ketertarikan dalam bidang ilmunya. Jadi misalnya, ada dosen yang mengajarkan “pakailah mobil A karena bla-bla-bla” (misalnya), tetapi sehari-hari pakainya mobil C yang berbeda dengan bla-bla sebelumnya. Itu khan nggak konsisten namanya, bagaimana bisa menjadi contoh atau teladan gitu.

    Itu hanya contoh aja, mungkin masih banyak. Bisa case per case.

    Suka

Tinggalkan Balasan