Kategori: menulis

  • Makan siang ketemu teman dosen non-eksata. Omong-omong banyak, mulai dari studi S3-nya yang sedang berjalan (sama-sama kandidat doktor), suka-dukanya, bahkan sampai pemahaman dia tentang konsep pendidikan bagi anak (anak sendiri maksudnya). Saya kira cukup menarik. Maklum dosennya cukup senior dan banyak pengalamannya, kira-kira sepuluh tahun di atas ku. Saya bertanya untuk basa-basi :”Wah kalau sudah…

  • Jangan bayangkan bahwa menulis itu merupakan bakat. Jadi jika tidak punya bakat, maka tidak bisa menulis. O ya, tentu saja di sini menulis yang dimaksud adalah menulis artikel untuk dibaca orang. Kalau menulis untuk menjawab soal ujian, saya kira semua orang yang lulus sekolah pasti bisa. 😀 Pak Wir, bisa aja. Situ khan punya pengalaman banyak. Lha saya…

  • Dear Pa Wir Mohon di delete aja Topik ” Heboh Lagu Rasa Sayange.Blog ini harus punya ciri khas yang berbeda dengan blog/web kebanyakan.. Maksud saya, BLOG ini hanya untuk Civil Engineer dan permasalahannya… Karena sekarang kebanyakan masalah itu yang dibahas, bukan masalah Engineering !??  Bagaimana menurut bapak? Syalom.. Lho koq gitu mas ? Blog ini…

  • Salah satu mata kuliah yang menjadi tugas saya selama ini adalah melakukan pembimbingan bagi mahasiswa di Jurusan Teknik Sipil UPH yang melakukan Kerja Praktek, yaitu suatu mata kuliah khusus berbobot 2 sks bagi mahasiswa yang telah lulus mata kuliah dengan jumlah kredit sks > 100. Adapun silabus dari mata kuliah tersebut adalah TS 13824 Practical…

  • Melihat tayangan televisi pagi ini, cukup menarik lho ! DPR dan pemerintahan kelihatannya kebakaran jenggot atas pernyataan Malaysia yang mengklaim bahwa “lagu Rasa Sayange adalah milik mereka“. Menurut informasi dari televisi tadi, itu semua bermula dari dipakainya lagu tersebut oleh rombongan kesenian Malaysia yang menghadiri festival Nusantara (moga-moga nggak salah). Mereka memakai lagu tersebut sebagai…

  • Saat ini saya sedang menyusun makalah tentang pengelolaan BLOG ini. Makalah tersebut akan saya presentasikan dihadapan dosen-dosen, yang juga saling membawakan makalah. Tema seminar yang diadakan adalah “Peran Pengembangan Sains dan Teknologi di Perguruan Tinggi dalam Rangka Meningkatkan Kemandirian Bangsa“. Kira-kira cukup relevan nggak sih ? Abstrak dari makalah seminar tersebut adalah sebagai berikut :

  • Kompas Kamis 31 Mei 2007, ada judul besar-besaran di kolom Humaniora yaitu “Perguruan Tinggi di Indonesia dinilai mandul“. Mandul karena dianggap belum mampu memaksimalkan potensi kekayaan intelektual dari para mahasiswa dan dosennya untuk mendorong penerbitan buku-buku berkualitas lainnya. Bukan saja untuk kalangan civitas akademika di lingkungan kampus, melainkan juga untuk masyarakat luas.

  • Kita pernah merasakan bagaimana asyiknya membaca , bahkan sampai-sampai lupa makan misalnya. Membaca yang dimaksud tentu saja membaca tulisan atau cerita, bisa suatu novel, atau cerita roman, atau bisa juga text-books tebal yang orang lain membacanya saja mungkin bikin pusing. Jika anda saja sebagai pembaca (yang pasif) bisa merasa senang (asyik) , coba bayangkan bagaimana…

  • Tidak dipungkiri lagi, menulis (tulisan ilmiah) bagi mahasiswa S1 merupakan suatu pekerjaan yang tidak mudah, minimal menyita waktu, khususnya bila tulisan ilmiah tersebut dievaluasi dan dipresentasikan. Bentuk tulisan ilmiah yang secara formal dievaluasi dan dipresentasikan dalam penilaiannya di Jurusan Teknik Sipil UPH adalah pembuatan LAPORAN KERJA PRAKTEK (setelah minimal terkumpul 100 sks) dan SKRIPSI / LAPORAN…

  • Jika akan diterbitkan buku baru setebal 590 halaman,  yang dicetak sebanyak 2500 eksp dan akan diedarkan ke seluruh Indonesia. Sehingga ada kemungkinan buku tersebut dapat dimiliki oleh individu atau mungkin institusi di perpustakaan-perpustakaan yang megah dan terawat baik untuk waktu bertahun-tahun kemudian. Jika buku tersebut akhirnya dapat dianggap sebagai referensi yang baik sehingga diharapkan dapat…