UTS Str Baja II – Okt. 2020

Hari ini periksa jawaban murid yang ambil mata kuliah Struktur Baja 2, Semester Ganjil 2020/2021 di Progdi Teknik Sipil UPH. Ini sudah UTS ke dua kalinya yang benar-benar pakai sistem on-line. Nggak pernah ketemu langsung, dan sudah tidak ada lagi kertas yang bertumpuk-tumpuk seperti dulu. Hasil pembelajaran sekarang semua tersimpan di data Cloud. Aksesnya dari Ipad dan corat-coretnya pakai digital Pencil. Sudah benar-benar paperless.

Baca lebih lanjut

Soal UTS Struktur Kayu UPH – Oktober 2017

Berapa tahun lalu dalam rangka mencari dosen untuk program S2 maka ketemu kadindat dosen bergelar doktor dari perguruan tinggi Jakarta yang terkenal (saat ini sedang jadi berita hangat). Waktu itu (saya masih S2) merasa heran dengan penjelasan beliau, bahwa tidak ada masalah dengan materi mata kuliah yang akan diajarkan di program S2. Semua sanggup katanya kalau diberikan kesempatan untuk mengajar. Alasannya “Saya khan doktor,¬† jadi wajar dong kalau bisa semua“.

Baca lebih lanjut

membimbing riset S2 tentang kayu

Di kampusku sendiri memang belum ada program S2 teknik sipil kekhususan ilmu struktur. Adanya baru S2 teknik sipil kekhususan manajemen konstruksi, itupun posisinya di tengah kota Jakarta, bukan di kampus Karawaci. Oleh sebab itu aku tidak mempunyai murid bimbingan di level S2 di kampusku sendiri. Hanya saja ada satu perguruan tinggi di Jakarta yang melihat potensi keilmuan yang kumiliki, dan memberiku kepercayaan melakukan bimbingan thesis S2, khususnya yang tertarik dengan bidang keilmuanku tersebut.

Baca lebih lanjut

Belum baca buku saya ya ?

Kehidupan mengajar bagi saya adalah suatu kehormatan, apalagi ditambah karunia menulis. Lengkap sudah modal untuk mengisi kehidupan ini secara warna-warni. Akibatnya profesi dosenpun dapat menjadi sesuatu yang dibanggakan, tanpa perlu melengkapi diri dengan Rubicon. ¬†ūüėÄ

Salah satu ciri atau tanda jika proses mengajar / menulis mendapatkan respon yang baik dari murid / pembaca adalah adanya pertanyaan, baik itu secara lesan (mengajar) atau tertulis (dibaca tulisannya). Pertanyaan dapat menjadi menjadi petunjuk apakah materi yang diajarkan mendapat respon atau tidak. Semakin banyak pertanyaan, berarti para murid tertarik untuk mendengarkan bahkan bisa terjadi diskusi tambahan untuk menjelaskan hal-hal lain yang mungkin terlewatkan. Proses pengajaran menjadi hidup.

Baca lebih lanjut

Seminar Inovasi Baja di Pontianak

Jumlah perguruan tinggi yang memiliki Jurusan Teknik Sipil di P. Kalimantan ada sekitar 23 (Sumber banpt.or.id). Itu berarti komunitas pembelajaran teknik sipil relatif banyak. Bayangkan, jika setiap jurusan punya 50 orang murid (pukul rata) maka setiap tahun akan ada kurang lebih 1150 orang yang datang bergabung. Karena mata kuliah struktur baja adalah wajib diikuti untuk menyelesaikan pendidikan teknik sipil, maka tentunya penyelenggaraan seminar struktur baja akan banyak peminatnya. Anggap saja yang masih aktif belajar adalah 5 angkatan terakhir atau sekitar 5750 orang dan yang benar-benar mau meluangkan waktu ada sekitar 5% saja maka itu saja akan ada sekitar 200 orang. Sudah ramai itu.

Adanya harapan seperti itu, dan juga karena adanya dukungan Asosiasi Masyarakat Baja Indonesia (AMBI) sekaligus untuk usaha menangkap peluang akan ramainya dunia konstruksi saat di Indonesia. Oleh sebab itu Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Pontianak mengambil inisiatip menyelenggarakan Seminar Nasional Rancang Bangun Konstruksi Baja, di kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Seminar sehari tersebut akan berlangsung pada hari Rabu, tanggal 18 Oktober 2017 yang akan diadakan di Hotel Mercure Pontianak, Kalbar.

Y993738023_
Hotel Mercure Pontianak, Jl. Jendral Ahmad Yani No.91, Pontianak, Indonesia

Penyelenggaraan seminar di hotel seperti di atas, tentunya tidak sekedar untuk mengakomodasi keperluan akademis semata (kapita selekta perkuliahan), tetapi juga ditujukan sebagai sarana pengembangan profesional di P. Kalimatan dan sekitarnya, khususnya di bidang rekayasa konstruksi baja.

Baca lebih lanjut

Tugas Mengarang pada Mata Kuliah Rekayasa Kayu

Dosen adalah kehidupanku, baik dalam arti realitis, yaitu (gaji) mengajar untuk hidup, tetapi juga dalam arti idealis, yaitu kehidupanku adalah mengajar.

Mengajar yang aku maksud, tentunya dalam arti luas. Tidak hanya berdiri di depan ruang kelas ketika jam kuliah tiba, tetapi juga dimana saja, kapan saja. Pokoknya selama ada yang ingin jadi murid. Tentang hal itu, anak-anakku pasti tahu sekali tentang mengajar yang kumaksud. Ketika anak-anakku sedang kuantar ke sekolah, maka di dalam mobilpun mau-tidak mau, aku banyak mengajar (bercerita) tentang banyak hal, tentu saja yang relevan dengan mereka, seperti pengalaman hidup bagaimana memilih sekolah, juga bagaimana menghibur diri bilamana ada hasil ujian yang jemblok. ūüėÄ

Lho jadi tidak hanya bidang rekayasa saja ya pak Wir ?

Benar, pokoknya hal-hal yang relevan untuk diajarkan. Tentu saja tentang hal-hal apa yang menurutku aku menguasai dan pantas di-sharing-kan. Tentang hal itu, karena aku juga seorang penulis (lihat saja tulisan-tulisanku di blog ini), maka rasa-rasanya apa yang sedang kuminati dan sedang jadi fokus perhatian maka rasanya seperti kukuasai betul. Itu alasannya, mengapa kadang aku merasa percaya diri untuk menceritakan sesuatu yang memang secara pendidikan formal tidak aku pelajari, tetapi karena aku kuasai maka aku ajarkan juga. Sebagai contoh misalnya, tentang aplikasi pelajaran bahasa Indonesia misalnya, tentang karang mengarang. Aku pede banget soal tersebut. Maklum aku tahu, bahwa dengan membaca karangan seseorang, aku bisa tahu apa yang ada di benak pikiran mereka masing-masing. Itu dapat aku gunakan untuk menangkap, apakah apa yang aku sampaikan telah masuk pada kesadaran mereka atau belum.

Baca lebih lanjut

baut mutu tinggi 8.8 dan A325

Bekerja pada institusi dengan jumlah dosen yang relatif terbatas (kecil), ada untung dan ruginya lho. Kecil disini dengan asumsi bahwa setiap kepakaran cukup dipegang oleh satu dosen. Itu juga berarti bahwa jika dosennya mempunyai kepakaran lebih, maka akan dirangkap. Maklum sebagai institusi swasta maka faktor efisiensi kerja selalu menjadi tolok ukur dari setiap keputusan yang dibuat.

Oleh sebab itu untuk mata kuliah Computer Programming (2 sks), Steel Structure (3 x 2 sks), Timber Structure (2 sks), Computer Aided Structural Engineering (2 sks), yang mana dianggapnya aku menguasai dibanding dosen-dosen lain yang ada, maka diberikan aku tanggung jawab untuk mengelolanya. Satu sisi ini tentu suatu yang membanggakan karena dianggap menjadi pakar di bidang tersebut, tentu saja itu hanya berlaku di institusi tempatku bekerja.Tahu sendiri, disebut pakar khan kesannya terhormat. Tetapi karena menjadi satu-satunya yang dianggap pakar di tempat kerja, maka ketika harus menyiapkan materinya harus sendirian juga. Itu khan berarti perlu kerja keras. Itu mungkin sisi negatifnya.

Kalau hanya sekedar “bergaya” di kelas saja di kampus sendiri, maka para murid tentu akan dengan senang hati menyebut kepakaran yang dimaksud. Betul nggak, karena kalau nggak mau mengakui, . . . he, he, . . . nilainya bisa-bisa nggak lulus.:D

Masalahnya adalah jika pengakuan kepakaran tersebut disampaikan ke orang lain di luar kampus.  Nah belum tentu orang lain itu mau mengakui. Padahal salah satu unsur reputasi adalah adanya pengakuan dari orang lain, betul khan. Itulah makanya, meskipun di negeri ini hanya ratusan program studi teknik sipil, sehingga tentunya ada banyak pakar terkait bidang studi yang diajarkan, faktanya mereka hanya berani menyebut diri sebagai dosen untuk mata kuliah anu, dan bukan pakar di bidang anu. Kalau dosen khan memang tidak bisa dibantah, maklum ada institusi yang mau menggajinya. Itu juga berarti ada ratusan dosen tentang struktur baja, tetapi yang dapat disebut pakar struktur baja tentunya jumlahnya lebih terbatas.

Baca lebih lanjut

Jawaban UAS – Komputer Rekayasa Struktur 2013

Setiap mata kuliah yang aku berikan, aku evaluasi berdasarkan dua kriteria [1] kriteria kompetensi, disini hasil ujian aku cocokkan dengan jawaban yang aku buat, jika tidak ada keselarasan maka bisa-bisa nilainya dikasih nol, tetapi jika aku anggap selaras nilainya seratus. Kriteria tersebut kadang ada yang menganggap mengerikan, oleh karena itu ada lagi kriteria yang lain, yaitu [2] kriteria kerajinan. Jadi nilai itu dibuat berdasarkan kerajian mahasiswa membuat PR atau tugas yang diberikan.

Baca lebih lanjut

seminar UPH – Oktober 2012

Sudah pernah mengunjungi kampus UPH  di kota satelit Lippo Karawaci ?

Jika belum, maka ada baiknya hari Senin dan Selasa, tanggal 15 – 16 Oktober 2012 dapat dicadangkan untuk mengunjungi kampus itu. Kenapa, karena Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) Jurusan Teknik Sipil, Universitas Pelita Harapan akan mengadakan seminar dan sekaligus workshop berkaitan dengan Program Komputer Rekayasa Teknik Sipil.

Acara seminar bersifat terbuka, silahkan yang tertarik dengan Program Komputer Rekayasa Teknik Sipil untuk bergabung. Pada seminar tersebut rencananya akan diundang atau tepatnya akan dihadiri oleh sekitar 6 sampai 9 pembicara untuk membawakan makalah yang berkaitan dengan penggunaan software-software rekayasa teknik sipil, khususnya di bidang jembatan, gedung dan infrastruktur (tanah).

Meskipun panitianya adalah HMTS (mahasiswa) tetapi cukup percaya diri karena mendapat dukungan langsung dari PT. Partono Fondas, sole distributor program MIDAS untuk Indonesia. Maklum Jurusan Teknis Sipil UPH adalah salah satu perguruan tinggi teknik yang mendapatkan hibah program MIDAS tersebut di Indonesia. Beritanya ada di sini.

Acara seminar di hari pertama (Senin 15 Oktober 2012) digunakan sebagai suatu introduction atau pengenalan program komputer rekayasa di bidang teknik sipil. Karena sponsor utamanya dari Midas, maka pembicara yang diundang sebagian besar akan membawakan dengan program tersebut.

Pak Wir membawakan juga ?

Mewakili tuan rumah, saya juga mencoba berpartisipasi. Hanya saja karena pengalaman saya sebelumnya belum pernah sampai mendalam memakai program Midas maka saya akan menyampaikan materi berdasarkan program lain. Yah untuk menunjukkan bahwa, kira-kira nanti kalau Midas itu ada di UPH , akan bisa dibawa kemana gitu pemakaiannya. Judul makalah yang akan disampaikan adalah :

Peran Simulasi Numerik pada Kesuksesan Uji Eksperimen
Studi Kasus : Sistem Sambungan Baru dengan Washer-Khusus-Beralur

Pada makalah di atas, saya akan berbagi pengalaman sewaktu mengerjakan disertasi (S3) dengan program Abaqus, suatu program yang sejenis dengan program midas FEA. Terus terang saya belum membandingkan di antara keduanya, mana yang paling bagus. Tetapi yang jelas dengan memakai program Abaqus maka saya dapat melakukan penghematan dalam  melakukan pelaksanaan riset eksperimental. Hanya tiga hari eksperimen di laboratorium, maka semua data yang diperlukan untuk membuktikan hipotesis dapat diperoleh.  Terjadi penghematan yang luar biasa berkaitan biaya dan waktu riset. Juga pada presentasi tersebut akan disampaikan strategi pemakaian program secara benar (dari kaca mata pribadi saya tentunya). O ya, tidak lupa pada acara tersebut bapak Dr. FX Supartono, DEA, direktur PT. Partono Fondas (representative Midas) juga berkenan hadir membawakan presentasi, juga ditambah pemakalah lain, jadi karena adanya makalah-makalah pembanding tersebut tentunya para peserta dapat mengetahui sendiri pengetahuan-pengetahuan mana yang berguna, khususnya berkaitan dengan software engineering .

Jadi jangan lupa untuk diingatkan dan hadir besok pada hari Senin tanggal 15 Oktober 2012 di Kampus UPH, Lippo Karawaci, Tangerang.

Pada hari kedua, yaitu Selasa tanggal 16 Oktober 2012, acara akan dilanjutkan dengan Workshop, tetapi dikhususkan untuk Program MIDAS dan akan dibawakan oleh representative dari sole distributor for Indonesia, yaitu PT. Partono Fondas. Tentang yang ini, tempatnya terbatas. Maklum akan ada pembagian CD Trial dari mereka.

Jadi bagi teman-teman pencinta komputer, jangan lupa acara tersebut. Informasi lebih lanjut, silahkan ke website panitia : http://cew2012-uph.blogspot.com/

Sampai ketemu di Kampus Karawaci.