Kategori: opini

  • Jika pertanyaan berikut disampaikan kepada anak-anak muda yang baru duduk di sekolah menengah atas, tentu menarik. Ini pertanyaannya : “Kamu nanti ingin jadi apa ?“. Pertanyaannya pendek, meskipun demikian umumnya dapat dipahami mereka.  Apalagi jika bertanya dengan nada serius . Maklum jawabannya akan menunjukkan seberapa potensi dirinya tersebut. Adapun jawaban yang banyak disampaikan  adalah sebagai  berikut : mau jadi tentara (dalam hal ini masuk ke AKABRI), atau mau jadi DOKTER atau INSINYUR…

  • Hari Sabtu kemarin saya menerima telpon dari mas Agus, ketua panitia Seminar Nasional “Gedung Super Tinggi” yang akan diselenggarakan hari Kamis tanggal 31 Mei 2012 di kampus UPH-YAI, Jl. Diponegoro 74, Jakarta Pusat. Sebagai  salah satu pembicara utama pada acara tersebut, saya tentu berkepentingan dengan kesuksesan acara tersebut. Maklum, sampai hari itu saya belum mendapatkan poster atau brosur tentang acara seminar. Maksudnya bila ada poster atau brosur, tentunya dapat dibantu promosi di blog. Itu…

  • Saya teringat salah satu pengalaman ketika bertemu dengan teman dosen yang kebetulan baru saja menyelesaikan program S3-nya. Kalimat pembukanya begini: “Pak Wir, bisa nggak saya mengajar di program S2 UPH yang baru dibuka“. Seperti biasa, kalau ada pertanyaan seperti itu maka  jawabannya kira-kira begini : “Mau mengajar di program S2 ya pak, kalau begitu pada mata kuliah apa yang merupakan kompetensinya. Ini daftar mata kuliahnya“. Maklum, alasannya bahwa yang namanya program S2 adalah spesifik (misal peminatan…

  • Menjadi orang tua yang anaknya sudah kelas 3 SMA seperti saya saat ini, tentu akan merasakan bagaimana dapat menjawab secara bijak pertanyaan anak, tentang rencana setelah lulus sekolah.  Jika SMK tentu sudah jelas, yaitu mendapatkan pekerjaan sesuai bidang yang ditekuninya selama ini. Adapun SMA, yang masih umum sifatnya sebagian besar tentu akan bertanya, perguruan tinggi dan jurusan apa yang harus dimasukinya.

  • Adanya kebebasan berpendapat dalam era demokrasi yang didukung oleh undang-undang, juga kemudahan serta ketersediaan teknologi informasi di era global seperti sekarang ini, ternyata masih ada kesenjangan dalam memaknainya.

  • Sebagai tindak lanjut dari poster yang sebelumnya terpampang di blog ini, maka hari Rabu tanggal 9 Mei 2012 kemarin aku jadi mengajar satu sesi kelas di Yogyakarta, tepatnya di kampus UAJY, Babarsari. Terus terang, aku lebih suka menggunakan kata mengajar daripada kata memberikan seminar. Maklum, kalau memberi seminar, seperti misalnya jenis call-paper maka waktu presentasi yang diberikan paling-paling hanya 15 menit. Itupun, teman-teman dosen yang lain sudah menunggu gilirannya. Bahkan…

  • Jika kita perhatikan berita di media-media, tidak semuanya perlu ditanggapi dengan serius, tetapi juga tidak boleh diabaikan. Ibarat pepatah, ada gula ada semut, ada asap pasti ada apinya. Maklum, dengan begitu gampangnya informasi disebarkan, teknis perekaman gambar dan video, juga didukung oleh kesiapan di segi soft-nya, seperti semakin populernya ilmu komunikasi dengan ngelmu retorika-nya, tetapi di sisi lain motivasi orangnya juga berbeda-beda, maka akhirnya kebenaran suatu berita tidak mudah dibedakan dari yang namanya kebohongan belaka. Kebenaran berita yang dimaksud saat ini,…

  • Jadi penulis itu memang mengecoh, disangkanya bisa menjawab semua permasalahan. Padahal, nggak mesti seperti itu. Ini ada email masuk, mencoba menanyakan sesuatu yang membuatnya “drop”, saya coba deh menanggapinya: Yth Bapak Wiryanto Dewobroto Selamat siang Pak, semoga Bapak dalam keadaan baik, sehat & bahagia. Bapak Wiryanto, saya mohon petunjuk. Saya ingin bertanya tetapi tidak tahu mesti tanya ke mana.…

  • Catatan: Rencana awal memang ingin menyampaikan gedung tinggi dan jembatan bentang panjang sekaligus. Setelah terjun mendalaminya lebih lanjut,  ketahuan bahwa materi gedung tinggi cukup dalam dan menarik juga, membahas itu saja makalah tertulisnya sudah mencapai 90 halaman. Oleh karena itu mengingat waktu yang tersedia relatif terbatas, maka materi jembatan bentang panjang akan dialokasikan di lain waktu saja (Bagian ke-2). Jadi hari itu, saya secara khusus akan membahas gedung tinggi saja, dimulai dari bagaimana mempersiapkan diri untuk menjadi insinyur dan bukan sekedar…

  • Terus terang sebenarnya nggak mantap juga memakai judul “Aku cinta bahasa Indonesia”, rasanya koq terlihat berlebihan. Apa perlu menyatakan seperti itu.  Apakah itu tidak berarti bahwa memang ada masalah dengan penggunaan bahasa Indonesia. 😦 Ah nggak boleh curiga-curigaan lhan. Nggak baik. Ok, terlepas dari masalah itu, terus terang aku sebenarnya terkesan dengan gerakan dari Balai Bahasa Yogyakarta yang bekerja sama dengan anak-anak muda Yogyakarta, yang fotonya aku lihat di Facebook di sini. Mohon…