• Tulisan ini adalah kelanjutan dari thread sebelumnya  di sini. Perlu dipisahkan karena akan ada materi baru yang disampaikan, yang menurutku tidak banyak dibahas secara mendetail di text-books yang sudah ada.

    pendapat umum

    Sebagai pengantar, ada baiknya aku ambil komentar pembaca dari thread sebelumnya , sbb:

    sianip // 25 Juni 2010 pada 04:28 |

    Topiknya menarik, pak Wir.. menurut saya, mungkin karena slip critical sendiri istilahnya baru muncul di spesifikasi RCSC mengenai Baut ASTM A325 & A490 tahun 1985 (dipakai juga oleh ASD tahun 89).

    Spesifikasi tersebut secara “garis besarnya” membagi joint typenya menjadi snug tight joint (utk mekanisme tumpu) dan slip critical joint utk baut yg dibebani geser atau kombinasi geser dan tarik. Tapi di spesifikasi RCSC 2004 (paling terbaru ?) menambah 1 lagi yaitu pretensioned joint. Hampir sama dengan slip critical, hanya pretensioned joint tidak terlalu memperhatikan faying surface (bidang kontak steel dengan steel yang dijoint dengan baut) jadi masih memperbolehkan slip kalau terjadi.

    Saya kurang setuju untuk pernyataan bahwa slip critical tidak dikenal untuk gedung. Karena untuk bangunan pabrik (masuk klasifikasi gedung bukan ya?) yang berisi equipment yang menghasilkan vibrasi dan reverse load harus didesain dgn slip critical utk meningkatkan serviceability dan juga mengurangi kemungkinan keruntuhan akibat fatique.

    Kadang2 juga sambungan kolom gedung dan bracing juga didesain utk slip critical utk menghindari deformasi berlebihan pada gedung, jadi tergantung kriteria desain yang dikehendaki oleh engineernya.

    Btw pak Wir, sepertinya textbook struktur baja seperti Salmon (edisi LRFD) sudah sangat jelas sekali mendeskripsikan (sampai ke freebody diagramnya) jenis joint yang tumpu atau slip kritikal…

    bgitu pak pendapat dari saya. Kalau mungkin yg magister belum kenal istilah2 tersebut, mgkn karena dulu S1 nya sebelum tahun 85 pak. CMIIW

    Komentar pak Sianip terhadap artikel saya sebelumnya cukup berbobot. Saya kira tidak sembarang orang yang tidak pernah membaca tentang hal itu dapat menanggapi seperti itu, ditambah dengan rujukan-rujukannya yang cukup bagus. Tetapi terus terang, dari kesamaan persepsi dengan yang ada dalam pemikiranku, aku merasa ada beberapa dari pernyataannya yang membuat bingung, seperti misalnya:

    • slip critical joint utk baut yg dibebani geser atau kombinasi geser dan tarik
    • pretensioned joint. Hampir sama dengan slip critical, hanya pretensioned joint tidak terlalu memperhatikan faying surface . . . . jadi masih memperbolehkan slip kalau terjadi . . .
    • slip critical utk menghindari deformasi berlebihan pada gedung.

    Jika saya saja bingung, maka saya yakin akan banyak teman-teman yang lain juga bingung. Jadi ada baiknya aku akan menceritakaan tentang sambungan baut mutu tinggi secara penuh dahulu, sehingga akan terlihat mengapa ke-3 item di atas dapat membingungkan.

    (lebih…)

  • Merupakan kebiasaanku bila ada sedikit riak-riak harapan, maka aku coba tulis menjadi kata-kata. Nggak peduli meskipun mula-mula hanya dalam bentuk gagasan di dalam pikiran, dan belum ada wujudnya. Kenapa, karena aku yakin jika hal tersebut baik adanya dan terus dipikirkan serta diusahakan maka pada akhirnya waktu akan membuktikan bahwa itu ada. Jadi dengan menuliskannya di blog ini, maka aku dapat terus membaca, mengingat, memikirkannya dan pada akhirnya mengusahakannya.

    (lebih…)

  • Sudah lebih dari beberapa minggu ini, nama Ariel menjadi buah bibir masyarakat. Ada apa sih, khan memang benar yang bersangkutan adalah selebriti. Selebriti khan target penting bagi media untuk dijadikan soroton, untuk dijadikan topik tulisan menarik untuk dibaca. Jika media itu dibaca khan eksis, dianggap ada, jika demikian, minimal jika media itu surat kabar khan dicari, dibeli, syukur-syukur ada yang pasang iklan, berarti wartawannya ada yang mengaji. Hidup gitu lho.

    (lebih…)

  • Topik keselamatan kerja konstruksi (K3) merupakan topik yang cukup populer, selalu saja tulisanku yang membahas hal tersebut mendapat kunjungan cukup tinggi dan juga masih saja ada yang memberi komentar. Jadi ada baiknya aku buka wacana lagi tentang topik K3 tersebut.

    (lebih…)

  • Kata pengantar.

    Bagi orang yang menyebut dirinya penulis, atau juga para blogger pribadi (seperti aku) maka artikel saudara Samsudin di harian Kompas hari ini sangat membuai. Bayangkan saja, karena ada kegiatan menulislah maka budaya itu ada. Bahkan dikatakan juga, bahwa orang pintar yang ingin membuat pengaruh maka menulislah, tanpa itu gaungnya nggak akan kemana-mana, kalaupun bisa bahkan kadang dapat terdistorsi dan tidak diketahui lagi asal sumbernya.

    Mau tahu tulisannya pak Samsudin.

    (lebih…)

  • Jika teman-teman yang lain pasti sedang mendiskusikan kekalahan tuan rumah Afsel yang dibantai Uruguay (3-0), tetapi aku koq tertarik dengan kejadian banjir di Orchad Road Singapore, yang menurutku luar biasa. Maklum  piala dunia khan dapat dilihat empat tahun sekali, dan itu dapat dipastikan, tetapi kalau OrchadRroad kebanjiran maka itu belum tentu ada dalam empat atau sepuluh tahun sekali. Jadi kalau sampai diabaikan itu bahkan kebangeten. Tul khan, ini blog khan khusus untuk mengabadikan hal-hal yang istimewa.

    (lebih…)

  • Biasanya judul dan isi adalah sama, jika di atas tertulis tentang “mekanisme tumpu pada sambungan” maka materi selanjutnya adalah penjelasan tentangnya. Tetapi kali ini agak berbeda, saya ingin mendapatkan masukan dari pembaca blog ini, karena saya tahu mayoritas pembacanya adalah mahasiswa atau alumni dari jurusan teknik sipil. Jadi tidak salah jika saya ingin tahu dari mereka tentang isi judul di atas.

    (lebih…)

  • Terus terang tadi pagi tanganku sudah risih mau menulis, tapi sayang blog ini tidak dapat diakses dari kampus. Jadi aku menulis saja di blogdetik, ketika selesai eh, ternyata sudah bisa akses ke blog induk. Tapi ya sudah, tidak perlu diulang lagi, ini link-nya.

    http://wiryanto.blogdetik.com/2010/06/11/pemodelan-struktur/

    Isinya tentang tip-tip pemodelan khususnya tentang pondasi telapak, apakah dianggap sebagai sendi atau yang lain. Juga alasan yang mendasari digunakannya sistem tersebut. Siapa tahu berguna.

    Salam

  • Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa kerja keras para mahasiswa-mahasiswi  Jurusan Teknik Sipil UPH, peserta Lomba Beton Nasional 2010, Tarumanagara, Jakarta, telah membuahkan hasil.

    Ada empat (4) team mahasiswa Jurusan Teknik Sipil UPH yang mendaftar mengikuti  lomba LBN-2010 tersebut, dan syukurlah  tiga (3) team UPH tersebut masuk dalam  babak lima (5) besar. Dengan demikian ke tiga team tersebut hari ini diharuskan mempresentasikan materinya di depan sidang dewan juri bertempat di Kampus Untar, Jakarta. Adapun dewan jurinya  adalah  [1] bapak Dr. FX Supartono; [2] bapak Dr. Sri Roosyanto; [3] bapak Ir. Hadi Pranata; dan [4] bapak Widodo Kushartono S.Si, M.Si. Para dewan juri tersebut banyak dikenal sebagai pakar-pakar konstruksi di Indonesia.

    (lebih…)

  • Teman di milis mengirimkan slide powerpoint tentang jembatan-jembatan di China yang dibuat oleh tuan E. Cheong. Foto-foto jembatan yang ditampilkan cukup menarik dari segi amazing-nya, selanjutnya saya mencoba searching di Google untuk judul slide yang sama, ternyata belum ada. Jadi ada baiknya saya up-load di blog ini dengan maksud berbagi informasi dengan sesama engineer yang belum pernah melihat slide serupa.

    Mengenal atau mengintip pekerjaan engineer-engineer lain yang sukses mengerjakan suatu proyek tertentu adalah bagian penting dalam pengembangan ilmu engineer itu sendiri. Jadi kalau bisa meniru punya orang lain yang sukses kenapa tidak.

    Tentu saja meniru disini tidak seperti mencontek habis apa-apa yang dia kerjakan. Kalau bisa sih, itu bagus. Tetapi karena itu juga menyangkut rejeki mereka maka rasa-rasanya tidaklah gampang. Tetapi kalau hanya melihat buah kesuksesan mereka dan kemudian selanjutnya hal itu digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk ide kita, maka rasa-rasanya itu sah-sah saja. Bagi seorang engineer yang mumpuni, melihat buah kesuksesan engineer lainpun sebenarnya sudah cukup sebagai pimicu ide awal untuk menetapkan keputusan berikutnya. Oleh karena itu maka saya rasa slide berikut tentang jembatan-jembatan maju di China akan sangat membantu.

    Semoga berguna

    (lebih…)