teknologi keramik komposit (keraton)

Bapak Budi Sunarto bertanya

Pak Wir, maaf saya mau bertanya. Saya orang awam yang mau membangun sebuah rumah 2 lantai.

Saya tertarik dengan teknologi keramik komposit (keraton) dalam membuat plat lantai tingkat 2 nya, karena dalam hal biaya murah dan katanya memperkecil resiko beban gempa, karena memperingan beban mati plat lantai.

Yang ingin saya tanyakan, menurut Pak Wir apakah teknologi tersebut aman dari segi konstruksi ? dan apakah awet ?

Pertanyaan dari bapak Budi cukup menggugah saya untuk mengetahui lebih banyak, apa yang dimaksud dengan ‘teknologi keramik komposit (keraton)‘. Untunglah produsennya cukup melek teknologi sehingga informasi yang berkaitan dengannya dapat diakses dengan internet , di sini.

Teknologi keramiknya sendiri ternyata terdiri dari blok terpisah seperti ini  selanjutnya blok-blok keramik dirakit dan disisipi tulangan yang berfungsi sebagai tulangan tarik untuk menjadi seperti balok sebagai berikut  Kalau melihat penampilannya, maka tulangan tersebut juga berfungsi sebagai pengikat dengan semen (kelihatannya khusus) yang berfungsi seperti lem. Pada tahap ini, agar dapat menjadi balok yang baik, yang dapat diangkat dengan aman untuk dipasang di lantai atas adalah sangat tergantung dari teknologinya. Perlu presisi yang cukup baik, karena kalau tidak itu balok menjadi tidak lurus (saling bergeser), juga semennya perlu diketahui apa jenisnya, jika pakai semen biasa, berapa lama rakitan tersebut dapat diangkat. Untuk mengangkatnya juga perlu latihan dulu.

Secara logis bentuk di atas memang dapat diterima, bagian keramik berfungsi sebagai kopel desak, sedangkan tulangan sebagai tulangan tarik. Tulangan dipasang pada ke empat sudut, agar mampu menerima lentur pada semua arah. Tapi ingat, itu semua diarahkan untuk menerima berat sendiri, dan juga berat beton di atasnya, yaitu ketika dicor.

Selanjutnya tujuan dari balok di atas adalah dikembangkan sebagai lantai komposit, yaitu dengan dijajarkan dan diatasnya dicor dengan beton atau mungkin hanya mortar, sebagai berikut.

 Inilah mungkin yang dimaksud dengan teknologi keramik komposit (keraton).

Jika melihat bagian atas keramik, bagian yang dicor, terlihat sekali cukup tipis, kurang dari 3 cm. Jadi pengecorannya kelihatannya bukan beton tapi mortar. Jika demikian maka yang dapat diandalkan adalah beton di pinggir-pinggir keramik tersebut, fungsinya seperti balok rib. Secara prinsip itu semua memang dapat bekerja sebagai elemen balok struktur. Bahkan pihak produsennya telah mengujinya di laboratorium .

Bagaimana dibanding beton masif ?

Ya jelaslah, beton masif secara kekuatan untuk ketebalan yang sama tentu akan lebih kuat dibanding lantai tersebut, apalagi jika didesain terhadap beban terpusat yang cukup besar, misalnya gudang.

Menurut saya, keunggulan dari penggunaan lantai tersebut adalah

  • dapat berfungsi sebagai perancah tetap, dipasang tanpa perlu pembongkaran. Jadi jelas dari segi perancah ada penghematan
  • adanya rongga maka berat sendiri beton berkurang, jelas ini merupakan suatu keuntungan. Tetapi berapa tepatnya dapat dihemat perlu studi tersendiri, karena untuk pemasangan teknologi tersebut perlu perhatian khusus.
  • rongga juga bagus terhadap suara (lebih kedap ) juga terhadap termal, jadi mestinya lebih sunyi dan dingin. Tentunya ini perlu pengamatan yang lebih baik, karena sifatnya cukup relatif.

Kerugian memakai produk tersebut

  • karena memakai konsep balok, maka lantainya adalah one-way-slab, pengalihan beban dalam satu arah saja. Jadi bentuk lantai yang cocok adalah persegi, dimana balok komposit kraton tersebut ditempatkan pada arah pendeknya. Jadi jika digunakan pada lantai berbentuk bujur sangkar dimana pada keempat sisinya ada balok tumpuan yang di cor sekaligus maka sistem ini tidak cocok.
  • karena bagian beton atau mortar yang menjadi komposit relatif tipis, maka perilaku beban yang cocok adalah lentur global. Jika bebannya kebanyakan merata, lebih cocok, jika dibanding beban terpusat. Jika dipaksa, maka sebaiknya ketebalan beton ditambah, minimal 5 atau 6 cm dengan di atasnya ditambah tulangan. Masalahnya apakah teknologi ini mampu berdiri sendiri, karena jelas jika beton ditambah maka akan bertambah berat juga.
  • untuk pemasangan plafon di bagian bawah, hati-hati. Perlu ditanya apakah keramiknya nggak pecah jika dipaku. Apalagi paku beton. Karena biasanya semakin keras itu keramik, maka semakin non-ductile (getas).

Tentang promosinya yaitu

Pengurangan beban bangunan dengan pemakaian teknologi KERATON (keramik komposit beton) untuk pelat lantai tingkat anda, akan mengurangi daya ayun bangunan sehingga ketahanan akan gempa lebih baik.

Kadang bisa menyesatkan, karena awam pasti beranggapan bahwa jika memakai teknologi tersebut maka rumahnya akan tahan gempa !  Apakah memang betul seperti itu.

Saya kira itu perlu disikapi hati-hati. Memang benar sih, semakin ringan, maka suatu bangunan akan lebih baik terhadap gempa. Ingat rumus neweon F=m.a . Jadi jika massa bangunan berkurang maka gaya gempa yang terjadi akibat percepatan gempa juga berkurang pula khan.

Tapi ingat, bahwa dalam hal ini teknologi keramik komposit diposisikan sebagai lantai, dimana dalam hal penyaluran gaya-gaya, maka dia hanya berfungsi sebagai penahan beban-beban gravitasi saja. Kalaupun gempa, paling-paling berfungsi sebagai diagframa, meskipun dalam hal ini  perlu disangsikan karena beton di atasnya relatif tipis. Apa bisa efektif gitu.

Padahal yang memegang peran penting bagi bangunan tahan gempa adalah struktur frame yaitu terdiri dari balok dan kolom.

Jadi jika ada pernyataan penjualnya bahwa jika pakai produk tersebut pasti akan tahan gempa adalah tidak tepat.

85 respons untuk ‘teknologi keramik komposit (keraton)

  1. Pengerjaan dak keraton di rmhku dah selsai.Dg ditambah besi 12 pd bentangannya trnyata masih ngehemat 100rb/m.dak keraton ku spertinya lbih kokoh dari yg konvensional dg tambahan besi itu karna tukangku bilang pd saat pengerjaan saat dia brjalan di atasnya ga goyang,apalg pd saat kering nanti.Utk nunggu kering perlu wkt 1 mggu.jd ngehemat wkt.Torn jg dah dipasang…yg ini penghematan pemakian listrik lbih cepat…

    Aku berencana utk bangun kostan dg sistem ini bwt ningkatin bangunannya,cr yg mudah dan murah tp dg kwalitas yg bagus…

    Suka

  2. @ PT DDW
    Kalau untuk proyek kecil 8m2, kira-kira estimasi biaya nya berapa ya (daerah Sentul)? Pengerjaannya butuh berapa lama? Saya tunggu infonya ya….

    Suka

  3. Selamat pagi, saya akan mengecor bag.belakang, sebelumnya bisa disurvey dahulu tidak agar bisa akurat dan estimasi biaya nya bisa dihitung , saya tinggal didaerah kab.bogor.

    Trimakasih
    Dada Suhada

    Suka

  4. Sy tertarik dg keramik beton tapi biayanya kok mahal Rp.400 sd 420.000/m2. sedang pemakaian hebel beton hanya Rp 320.000/m2. kalau boleh tahu bagaimana perbandingan kekuatan antara keraton dg habel. kalau ada yg tahu mohon infonya.

    Suka

  5. Profesi saya praktisi konstruksi. Menurut saya secara prinsip keraton memang bisa bekerja sebagai balok dan plat (dari spasi permukaan). Namun saya meragukan apabila dilakukan tekanan cukup keras untuk bentangan panjang dan beban terpusat yang besar , misal untuk bangunan ruko yang sering digunakan sebagai studio senam ibu2. Sistim ini (katanya) hemat karena pengurangan volume beton dan one way slap. Namun apakah aman untuk digunakan di Indonesia?

    Secara logis, bila hal itu aman digunakan, pasti sudah digunakan untuk bangunan tipikal seperti pasar pemda atau itc. Bentuk tipikal, murah meriah dan kuat. Juga proyek pembangunan gedung pemerintahan (kelurahan, kecamatan dsb).

    Kita tahu, hingga saat ini sistim keraton belum dimasukkan kedalam peraturan SNI Indonesia.

    Sehingga bangunan yang dibangun ya tidak standard utk Indonesia.

    Sehingga resiko bila terjadi gempa ditanggung sendiri2.

    Suka

  6. mau murah bikin sendiri rakit sendiri dan pasang sendiri di jamin murah permeternya gak nyampe 200rb rupiah gak percaya …??? coba dehhh sekali2 kerja keras hasil karya sendiri pasti bisa…..

    Suka

  7. wah menarik nih bahas dak keraton,
    mau banyak tanya dulu nih hal2 promosi dak keraton apa tidak berlebihan ? soalnya ane analisa kok produsen tidak fair dalam persaingan kwalitas, harga & efek kebelakangnya ya ? coba ada yang siap jawab ga nih ane mau banyak tahu kalau memang bisa menjamin.

    Suka

  8. saya mau bangun dak utk lantai 2, dengan luas 70 meter, 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dan ruang kel/serbaguna. apakahhh bebannya tidak melebihi kapasitas?? kalau utk kamar mandi saya sediakan space kosong khusus utk di dak konvesional.

    Suka

  9. saya tinggal di kota kudus jawa tengah.apa ada agen atau cabang atau toko yang meyediakan dak keraton sekaligus pengerjaannya ? terimakasih

    Suka

  10. perkenalkan nama saya fenny mulyani,
    semester akhir UMJ,,
    mao tanya pak, apa ini ada pabriknya??
    saya mao buat skripsi tentang pra-rancangan pabrik kramik,
    klo bapak banyak tau entang kramik mohon info nya pak, terimkasih…

    Suka

  11. Pak Wir,
    Saya Meggy dari Manado, mau bangun pakai keraton.
    untuk lantai 2 akan saya gunakan sebagai etalase barang keramik dan ATK serta kantor dan kamar mandi dan WC
    apakah menggunakan keraton itu aman?
    bagaimana pengerjaannya untuk lantai kamar mandi?
    Terima kasih.

    Suka

    • Tertarik ya, tapi sayang saya tidak terhubung komersil maupun personal dengan pihak Keraton. Jadi tidak tahu menahu informasi lebih detailnya.

      Suka

  12. Hello there! I know this is kinda off topic however ,
    I’d figured I’d ask. Would you be interested in exchanging links or maybe guest writing a
    blog article or vice-versa? My site covers a lot of the same topics as yours and I
    think we could greatly benefit from each other. If you happen to be interested feel free to shoot me an email.
    I look forward to hearing from you! Great blog by the way!

    Suka

  13. Salam Sejahtera,
    Saya sedang membangun rumah dengan luas 200m2. Rencananya akan dibuat dua lantai dengan menggunakan dak keraton. Cuma masalahnya Balok sudah terlanjur dicor dengan sisa besi balokan atas hanya setinggi 5cm.
    Bagaimanakah caranya agar rencana menggunakan dak keraton tetap bisa dilaksanakan? apakah balokan cornya yang dibobok ataukah perlu penambahan balok lagi? Mohon solusinya ke email nurelsyifa1@gmail.com Terima kasih.

    Suka

  14. Yth Pak Wir
    Sebelum bertanya saya ingin bicara mengenai satu hal pak Wir. Kalau bicara mengenai plat lantai dengan struktur beton bertulang, sudah pasti kita akan dibawa untuk mengingat sifat dari beton yang unggul dalam kekuatan gaya tekan dan tulangan baja yang unggul dalam kekuatan gaya tarik y.pertanyaan saya, apabila dengan pertimbangan untuk efisiensi biaya mungkin akan bagus juga penggunaan plat lantai kraton ini. Tapi bukankah hal ini akan mengurangi kekuatan tekan dari plat itu sendiri?kalo dibilang plat lantai kraton ini adalah “solusi”, dimana letak keunggulan dari plat lantai kraton ini?kalo dilihat dari desain bentuk plat itu sendiri, apakah ada atau terjadi gaya tarik tekan yang efisien?
    Maaf kalo saya salah dalam bertanya.Maklum saya juga awam dan kurang berpengalaman.

    Suka

  15. Untuk pemesanan dan pemasangan di seluruh Kota di Indonesia Bisa menghubungi Pt DUITEMORO DW Selaku perusahaan pemegang Hak Paten , dan bisa telp ke 08129307950 , 08176411999 , 08567998855 atw kantor saya.. Atw ke email saya montedandy@ gmail.com ( Dandy Mellanda )

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s