kopi & gaya hidup

Kopi sebagai gaya hidup atau life style, tidaklah semua orang akan memahami. Akupun sebelumnya juga demikian, dan mulai paham karena adanya gerai kopi Starbucks yang sering penuh dengan pengunjung. Saya sebut itu gaya hidup karena harganya yang mahal itu. Lihat saja, harga kopi satu gelas setara dengan 5 – 10 bungkus kopi bubuk yang biasa kuminum.  Tapi heran juga, meskpun harga mahal tetapi gerai kopi yang menjualnya, menjamur di mana-mana.

Jadi ketika hari minggu kemarin, aku diajak jalan-jalan istriku untuk melihat pameran orang penjual kopi semacam Starbuck, aku tertarik melihatnya. Ini laporan visualku dari sana sekaligus menguji Canon G9X Mark II yang baru.

gambar-1a
Untuk masuk pameran diharuskan membayar Rp 15.000,-/orang . Ini pagi ketika baru dibuka, jadi masih sepi.

Aku heran, mau masuk ke pameran kopi saja harus membayar. Apanya yang menarik pikirku, kopi khan hanya begitu-begitu saja. Waktu itu saya membayangkan akan istirahat di dalam, suasananya pastilah seperti interior gerai kopi Starbuck. Memang sih, mirip-mirip. Hanya saja di dalamnya tidak ada gerai kopi Starbuck itu sendiri.

Ini foto-fotonya di dalamnya.

gambar-3

gambar-4

gambar-5

gambar-6

gambar-8

gambar-9

gambar-10

gambar-11

gambar-12
nampang di depan mesin pembuat kopi yang canggih
gambar-13
cara penyimpanan kopi untuk jangka waktu lama, masih dalam butiran asli
gambar-14
mesin kopi canggih setara dengan Avanza
gambar-15
gerai kopi yang asalnya dari kota Medan, begitu katanya. Lumayan dapat 1/2 cangkir kopi latte gratis. Ini rasanya persis kopi Starbuck
gambar-16
semua penggiat kopi adalah anak muda, mereka bisa berbicara mulai dari pembuatan kopi sampai rasa-rasa khas dari kopi. Saat ini, kopi bukan lagi sekedar minuman pelepas haus.
gambar-17
produk coklat life-style numpang ikut pameran, pabriknya di Lampung, dan sudah mulai beredar secara terbatas pada mal-mal  tertentu, salah satunya di Kemang (saya lupa)
gambar-18
kemasan menarik, dari coklat produk Lampung

gambar-19

gambar-20
Kemasan coklat untuk jadikan hadiah

gambar-21

gambar-22
Apa maksudnya, saya kurang tahu. Hanya saja unik, maka dijepret

gambar-23

gambar-24
produk kopi lokal kemasan profesional

gambar-25

gambar-26

gambar-27

gambar-28

gambar-29

warung-kopi

Akhirnya terbukti bahwa kopi sebagai gaya hidup telah terjadi di Indonesia. Peserta pameran tersebut adalah Starbuck versi lokal, yang digairahkan oleh anak-anak muda. Kopi tidak sekedar pelepas haus, atau pengganti rokok, tetapi telah menjadi gaya hidup. Gaya hidup memang tidak murah. Karena bisa mahal itulah, maka gerai-gerai baru menjamur. Ini peluang para calon pengusaha.

Kopi sebagai gaya hidup saya pikir itu tidak sekadar karena rasanya, pasti ada yang lain. Nilai tambah namanya. Jika diamati maka gerai-gerai kopi untuk semacam itu jelas tidak sekedar seperti warung pada umumnya. Lokasinya strategis, misal di lobby terminal di bandara atau stasiun, juga mudah diakses. Jadi gerai kopi juga berfungsi sebagai tempat pertemuan atau tempat untuk menunggu, harus nyaman dan tersedia ruang yang lega.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s