Apa yang ditakutkan bapak SBY ternyata tidak terjadi, Jakarta aman, bahkan kemarin sore ketika pulang, tidak ada macet yang membuat kesel, kalaupun ada itu mah seperti biasa, Jakarta khan memang macet. Jadi yang katanya akan ada demo besar-besaran, ternyata aman, tidak ada kerusuhan. Kalau hanya demo, yang terdiri dari sekumpulan orang-orang, selama tidak ada rusuh, maka itu khan biasa-biasa saja. Sama seperti seakan-akan ada perayaan-perayaan tertentu. Hanya ‘meriah’ begitu lho.
-
Tampilan, itu penting !
Mungkin pada heran jika kalimat di atas adalah salah satu ungkapan, atau tepatnya adalah pernyataan yang sering aku sampaikan kepada mahasiswaku. Bahkan aku juga menyatakan bahwa tampilan adalah yang pertama kali lebih dahulu untuk dievaluasi, jika sudah ok, maka baru beranjak kepada isi. Jadi jangan dibalik, isi dulu baru tampilannya.
-
Renungan khusus Katolik.
-
Saya ini tipe orang yang mudah merasa miris (jw: perasaan sedih disertai rasa takut) jika melihat orang ribut yang menjurus kepada kekerasan (berkelahi), apalagi kalau sampai terlihat darah (terluka), wah pasti berusaha menghindarinya. Itu pula yang menyebabkan saya tidak suka blusukan (jw: main kesana kemari ke tempat-tempat yang asing), dan lebih senang di rumah, menulis seperti saat ini.
-
Learning from Earthquakes
The Mw 7.6 Western Sumatra Earthquake of September 30, 2009
From October 9th to 18th, a team organized by the EERI investigated the effects of the Western Sumatra Earthquake. The team was led by Gregory Deierlein of Stanford University, and included Nick Alexander of Degenkolb Engineers, Veronica Cedillos of GeoHazards International, Louise Comfort of the University of Pittsburgh, Tim Hart of Forell / Elsesser Engineers, Inc., Elizabeth Hausler of Build Change, Scott Henderson and Kelly Wood of the Stanford Chapter of Engineers for a Sustainable World, Sindhu Rudianto of Geo-Optima, Inc., and Sugeng Wijanto of PT. Gistama Intisemesta.
(lebih…) -
Istilah code yang dimaksud adalah standard atau peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah atau suatu institusi profesi yang perlu dan harus diikuti dalam suatu perencanaan, dalam hal ini adalah perencanaan struktur, seperti misalnya :
- 318M-08 : Metric Building Code Requirements for Structural Concrete & Commentary
- ANSI/AISC 360-05 : An American National Standard Specification for Structural Steel Buildings
- SNI 03 – 1729 – 2002 : Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung
Tentu saja ini tidak terbatas pada ketiga materi tersebut di atas, masih banyak yang lain. Sebagai seorang profesional di bidang structural engineering, tentu menjadi pertanyaan, code-code apa yang perlu dikuasai.
-
Eh ternyata ada juga rekanku yang membaca ide tulisanku tentang UN di blog ini, sehingga ketika ketemu kemarin dengan canda menegur, “Ngapain sih pak Wir ngotot UN ? “. Padahal dalam sehari-harinya kita ini (aku dan temanku tersebut) tidak terlibat atau dilibatkan dengan UN, yang mana itu khan terjadinya di tingkat pendidikan dasar dan menengah, di pendidikan tinggi khan belum tidak mengenal UN.
-
Wah-wah seru . . . seru !
Ranah pengadilan masuk ranah pendidikan, Ujian Nasional sekolah akan dihapus. Dengan demikian pihak-pihak yang tidak mendukung alias menolak diadakannya ujian nasional di sekolah-sekolah pada bergembira, seperti dikutip dari Republika Online sebagai berikut :
- Prof Dr Arief Rahman Hakim, pengamat pendidikan, mengaku senang dengan penghapusan UN. Sejak dulu saya tidak setuju dengan adanya UN, katanya. Arief menilai rumusan UN ada yang salah. Apalagi, katanya, UU Sisdiknas tidak menyinggung soal UN.
- Direktur Institute of Education Reform Universitas Paramadina, Hutomo Dananjaya, meminta Depdiknas instrospeksi dan tidak meneruskan UN.
- Humas SMA Negeri 1 Depok, Wirdan, mengaku setuju peniadaan UN, karena tidak mencerminkan kualitas akademik siswa. Kadang ada siswa yang sangat pintar (materi) matematika dan fisika, tapi bahasa Indonesianya lemah, bukan berarti siswa itu tidak pintar kan, ujarnya.
Anda bagaimana ?
-
Lima atau sepuluh tahun yang lalu, jika kita mendengar berita tentang negeri tirai bambu, China, maka pikiran kita tentu akan melayang jauh ke belakang, ingat akan peristiwa tahun 1989 di lapangan Tianamen. Itu lho tentang tragedi berdarah demontrasi mahasiswa melawan pemerintahnya, China, ini ada artikelnya. Jika demikian, maka bayangan selanjutnya tentu akan mengarah kepada kondisi negeri ini sekitar tahun 1998, yang mana banyak mahasiswa-mahasiswa di sini juga turun ke jalan melakukan demontrasi juga.
-
Anak-anak SMU pada tawuran ! Baca di detik.com di sini. Anak-anak muda tersebut tentulah bagian dari generasi muda penerus bangsa ini, jadi prihatin rasanya mengetahui bahwa waktu emas mereka,yang seharusnya digunakan dengan baik untuk persiapan diri menjadi dewasa, ternyata digunakan untuk kegiatan sia-sia, TAWURAN.
Apa sih untungnya dengan tawuran, jadi jagoankah mereka yang mengikutinya. Tawuran itu khan beraninya ramai-ramai, bahkan banyak yang berprinsip lempar batu sembunyi tangan. Nggak berani tampil maju ke depan sendiri, lalu dengan berani berkata: “ini dadaku, mana dadamu“. Itu semua khan menunjukkan tanda-tanda orang pengecut. Masih mending kalau berkelahinya satu persatu, dengan tangan kosong dan dilakukan secara satria. Kalau bisa begitu sih, nanti bakalan muncul Bruce Lee versi Indonesia. 🙂