• Ada beberapa tulisanku di blog ini yang mengungkapkan betapa senangnya hati ini ketika mendengar muridnya yang sudah lulus (alumni), masih mengingat atau bahkan mau mengakui bahwa apa-apa yang kusampaikan dulu ternyata berguna bagi kesuksesannya sekarang. Itulah suka hatinya seorang guru. Semakin sukses seorang murid ketika kembali di masyarakat, maka semakin tinggi juga rasa banggaku sebagai seorang guru.

    Apa sih kriteria sukses menurut pak Wir itu ?

    Definisi sukses menurut saya adalah, bahwa yang bersangkutan mampu hidup secara mandiri, tidak menjadi beban orang lain, bahkan keberadaannya dapat berguna bagi orang lain atau lembaga tempatnya bekerja.  Jadi bisa saja dia sudah punya mobil, rumah, terlihat mentereng tampilan luarnya, tetapi itu semua ternyata pemberian orang lain, misal mertuanya, maka menurut saya itu bukan kriteria yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah sukses.

    (lebih…)

  • Gempa di Padang ternyata memprihatinkan, dampaknya ternyata sangat besar, bahkan jumlah korban yang jatuh bisa-bisa lebih besar dari korban gempa Yogyakarta, jadi hanya terkalahkan oleh tsunami aceh. Bayangkan ada beberapa desa yang tertimbun bukit dan sampai hari ini belum bisa dievakuasi, itu yang terjadi di luar kota atau pinggiran kota Padang. Sedangkan di kota Padang sendiri masih ada beberapa bangunan gedung bertingkat roboh yang sedang dalam tahap evakuasi, jadi jumlah korban yang jatuh belum secara tuntas dapat ditangani.

    (lebih…)

  • Kemarin hari Jumat tanggal 2 Okt. 2009 , terlihat istimewa, ada himbauan khusus dari bapak SBY (katanya) bahwa kita diminta berbaju batik. Informasi itu sebelumnya didengar dari mulut ke mulut, juga berita radio, tetapi terus teras belum kubaca himbauan resminya. Jadi aku sendiri bertanya-tanya, ada apa.

    Ternyata itu semua untuk menghargai bahwa batik telah diakui sebagai kekayaan budaya lokal Indonesia oleh UNESCO. Hore, re, re, e, e . . .

    (lebih…)

  • Dari radio El Shinta kemarin sore ketika pulang dari kampus ke rumah, terdengar adanya berita bahwa Padang mengalami gempa. Pagi ini di internet, informasi tentang gempa tersebut semakin jelas, bahkan dari USGS diperoleh informasi ada dua kali gempa berturut-turut yaitu Magnitude 7.6 tanggal 30 September, at  05:16:09 PM yaitu yang kemarin terdengar di radio, dan kemudian Magnitude 6.8 tanggal 1 Oktober, 08:52:30 AM.

    (lebih…)

  • Kantor sepi ! Bagaimana lagi, dua orang staf pengajar di jurusan teknik sipil UPH yang ada, pada bulan September ini bersama-sama pergi keluar negeri, tugas belajar.

    (lebih…)

  • Sebagai orang asli dari Jogja, serta setiap tahunnya selalu setia mudik ke kota tersebut, sekaligus sebulan sebelumnya baru saja mengikuti konferensi internasional di negeri Malaysia, maka mestinya tidak kaget dengan judul tulisan di atas.

    Rasa-rasanya, apakah ini kebetulan atau tidak dengan kondisi penulis, terlihat ada hubungan istimewa antara orang Jogja dan negeri Malaysia. Mestinya hal ini sudah dapat kuduga berdasarkan fenomena-fenomena yang menjadi inspirasi tulisanku sebelumnya.

    (lebih…)

  • << Jumat 18 Sept. 2009 pk 17:24>>

    Pagi tadi masih saja berangkat kerja ke kampus , maklum belum libur. Jumat ini adalah hari terakhir, jadi liburannya baru setelah hari lebaran dan dilanjutkan sampai Senin depannya lagi.

    Karena mengetahui hari ini sudah banyak yang mengambil cuti, maka berangkatnya tidak seperti biasanya, pagi ini agak siang, pukul 6.00.  Meskipun demikian, jalan dari arah Kalimalang ke tol Jatibening relatif lancar, disepanjang jalan tersebut banyak berpapasan dengan rombongan pengendara sepeda motor menuju ke arah timur. Kondisi itu tentu berbeda dari yang biasanya, yang biasanya seperti pacuan motor di jalan Kalimalang menunju ke arah barat, Jakarta. Itulah hari-hari menjelang lebaran, suasana mudik sudah terasa.

    Ya mudik, mungkin bagi penduduk asli Jakarta, yang tidak pernah merantau maka tentu tidak bisa membayangkan, apa menariknya dengan mudik seperti itu. Ramai-ramai berbondong-bondong memenuhi jalan. MACET !

    Meskipun berita tentang MACET tersebut diberitakan bertubi-tubi di radio Sonora, yang kudengar selama perjalanan pulang-pergi dari kampus ke rumah, di setiap tahun-tahun menjelang hari lebaran, tetapi magnet MUDIK tetap tidak membuat bosan banyak orang, termasuk aku dan keluargaku. Nanti malam aku gantian yang akan mudik.

    (lebih…)

  • Menanggapi kasus-kasus yang disampaikan para komentator blog merupakan pekerjaan menarik. Khususnya bagi seorang dosen yang hidup di kampus, yang dapat menganggapnya sebagai suatu link-and-match dengan dunia praktis, juga sekaligus sebagai benchmarking, untuk mengetahui masih perlunya belajar lagi meng-up-to-dated pengetahuan teori yang ada dalam menjawab kasus-kasus praktis tersebut.

    (lebih…)

  • Seorang engineer bertanya

    Maap Pak…. aku kok punya uneg-2…… Bagaimana kebijakan kita sebagai perencana, tetapi data yang kita punya tidak ada, dan Desain harus jadi.

    Faktor apa sajakah yg harus kita pakai dalam perencanaan tersebut, tetapi yang dapat dipertanggungjawabkan dalam konteks secara ilmu, dan kontrak kerja.
    Matur suwun Pak …..?

    Itulah yang sering terjadi. Cukup banyak owner yang menganggap kerja engineer itu hanya sekedar bikin hitungan dan gambar, yang semuanya itu bahkan dianggap dapat dikerjakan dengan cara copy and paste, berdasarkan data-data proyek terdahulu.

    (lebih…)

  • Transportasi memang bukan bidang kajianku, bahkan ilmunyapun yang aku pelajari dulu di S1 sudah hilang, entah menguap kemana. Nggak ada yang nyangkut sama sekali. Jadi kalau berbicara tentang transportasi sebenarnya omonganku seperti juga omongan orang biasa, awam. 🙂

    (lebih…)