• spanduk UPH

    Jurusan Teknik Sipil Universitas Pelita Harapan pada hari Rabu 3 Mei 2006 sukses melaksanakan seminar nasional dengan tema “Kegagalan Bangunan, Solusi dan Pecegahannya” dengan pembicara:

    1. Ir. Sulistijo Sidarto Muljo, MT. (Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi)
    2. Ir. Budi A. Sukada Grad Hons Dip (AA), IAI (Ketua Ikatan Arsitek Indonesia)
    3. Ir. Steffie Tumilar, M.Eng., MBA (Wakil Himpunan Ahli Kontruksi Indonesia)
    4. Prof. Dr.-Ing Harianto Hardjasaputra (Dekan FDTP dan Ketua Program MTS -UPH)
    5. Ir. Manliand A. Ronald , MT. (Jur. Arsitektur-UPH, Kandidat Doktor UI)
    6. Ir. Wiryanto Dewobroto, MT. (Jur. Sipil-UPH, Kandidat Doktor UNPAR).

    Acara seminar ini dimeriahkan dengan paduan suara Fakultas Seni Musik UPH dan didalam acaranya dihibur dengan lagu oleh sdr Christopher (mahasiswa Teknik Sipil UPH). Seminar diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari praktisi industri konstruksi (kontraktor, konsultan dan developer) dan kalangan akademisi (mahasiswa dan dosen).

    (lebih…)

  • Bagi para pengamat pendidikan gembar-gembor pro dan kontra tentang UN (ujian nasional) pastilah mereka ketahui. Anda yang PRO atau KONTRA ?

    Kalau tentang UJIAN-nya sendiri aku ada di sisi PRO, para siswa harus melewati UJIAN untuk dapat menyelesaikan tahap belajarnya. Tapi masalahnya apakah UJIAN tersebut harus sama, serentak dan sekaligus menghabiskan duit bermilyar-milyar tersebut. Apakah dengan UN tsb langsung sekolah-sekolah kita di Indonesia bermutu ?

    (lebih…)

  • Pertanyaan di atas menjadi pertanyaan klasik, khususnya bagi orang tua yang memperhatikan anak-anaknya yang sedang belajar di sekolahan. Selanjutnya pertanyaan tersebut dapat dikembangkan lagi, mana yang penting, IPA atau IPS ? Sosial atau teknik, dsb-nya.

    Kembali ke masalah tadi, pelajaran matematika atau pelajaran bahasa, mana yang sebaiknya dikuasai sedini mungkin untuk anak-anak.

    Lho koq anak-anak.

    (lebih…)

  • Team-Penguji-Kualifikasi-Doktor-Unika-Parahyangan
    Bersama Team Penguji Kualifikasi Doktor Unika Parahyangan, Bandung

    Setelah mempersiapkan diri selama kurang lebih dua tahun sebagai mahasiswa Program Doktor Teknik Sipil dengan NPM 2003832003, maka Tahapan Pra-Doktoral dievaluasi dengan Ujian Kualifikasi yang disyahkan dengan S.K Direktur Program Pascasarjana, Unika Parahyangan, No:III/PPS/2006-01/030-SK, tgl 26 Januari 2006. Jika gagal maka peserta didik dianggap gugur dan tidak bisa melanjutkan ke Tahapan Doktoral.

    Adapun Panitia Ujian Kualifikasi Program Doktor Teknik Sipil terdiri dari :

    1. Prof. Dr. A. Aziz Djajaputra, Ir., MSCE Ketua
    2. Prof. Moh. Sahari Besari, Ir., M.Sc., Ph.D. Anggota
    3. Prof. Bambang Suryoatmono, Ph.D. Anggota
    4. Dr. Paulus Kartawijaya, Ir., MT. Anggota
    5. Dr. Cecilia Lauw Giok Swan, Ir., M.Sc. Anggota

    Ujian Kualifikasi terdiri dari dua tahap, yaitu :

    • Ujian tertulis (8 – 15 Februari 2006): pihak Panitia membuat soal tertulis untuk dikerjakan mandiri (take home exam) untuk waktu pengerjaan maksimum 7 hari. Soal dikerjakan sendiri, untuk itu peserta didik menandatangani pernyataan bahwa soal memang dikerjakan sendiri dan akan mengundurkan diri bila ketahuan dikerjakan orang lain.

    • Sidang Ujian Kualifikasi lesan , Jumat tgl 24 Feb. 2006, pk 9.00 – 11.30. Sidang di tutup dengan mengumumkan hasilnya yaitu Lulus, hingga boleh disebut sebagai Kandidat Doktor.

    Ngapain sih susah-susah ambil program doktoral ?

    (lebih…)

  • cover_buku_3
    Aplikasi Rekayasa Konstruksi dng Visual Basic 6.0

    Kata sambutan dari Ir. Iswandi Imran MASc., Ph.D.

    Jumlah Halaman : xvii dan 450

    Penerbit : PT. Elex Media Komputindo – Jakarta

    Cetakan perdana : Desember 2005

    Lampiran : disertai CD berisi file-file program

    Harga : Rp 74.800,-

    Sinopsis

    Perkembangan teknologi komputer semakin maju, termasuk juga di bidang rekayasa teknik sipil, program komputer rekayasa yang canggih semakin banyak yang tersedia. Meskipun demikian pemakaian program seperti itu mempunyai karakter yang berbeda dengan program bisnis pada umumnya. Insinyur pemakainya dituntut harus memahami apa saja yang dikerjakan komputer, batasan-batasan yang harus dipenuhi dan bertanggung jawab penuh terhadap setiap keputusan yang diambil dari keluaran komputer. Setiap kesalahan dapat berpotensi pada kerugian finansial, bila terjadi kegagalan struktur bahkan nyawapun dapat menjadi taruhannya. Oleh karena itu para insinyur pemakai program harus mempunyai kompetensi yang mencukupi.

    Untuk mendapatkan kompetensi yang cukup, maka ada berbagai cara yang dapat ditempuh, salah satunya adalah dengan menuliskan pemrograman komputer pada masalah yang akan ditingkatkan kompetensinya.

    Pernyataan di atas bukanlah mengada-ada, untuk itu tentu suatu kompetensi dasar mengenai pemrograman komputer harus dikuasai terlebih dahulu. Umumnya mahasiswa di fakultas teknik telah mendapat mata kuliah bahasa pemrograman, minimal sebanyak satu semester (di Jurusan Teknik Sipil UPH mata kuliah tersebut diberikan di semester satu memakai Visual Basic 6.0). Dengan berbekal pengetahuan dasar tentang teknik pemrograman komputer selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk meraih kompetensi lain yang terkait dengan proses hitung-berhitung dalam penyelesaian rekayasa.

    Perlu diingat bahwa untuk menjadi pemrogram komputer yang baik, selain diperlukan penguasaan bahasa pemrograman, juga pengetahuan tentang apa yang mau diprogramkan. Pengetahuan itu harus sampai detail langkah-langkah penyelesaiannya, karena tanpa mengetahui detailnya maka alur program tidak dapat dibuat. Dengan menuliskan program sendiri, pemrogram secara tidak sadar memahami alur kerja atau prinsip kerja dari program yang dibuatnya. Apalagi jika pada saat penulisan program tersebut ditemukan “error” dan dengan inisiatipnya sendiri sanggup mengatasinya.

    (lebih…)

  • team

    Sukses mengantar “Shining Eagle Team”, team mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, Universitas Pelita Harapan, dalam meraih Juara I lomba Kompetisi Jembatan Baja Indonesia 2005 di Balairung Universitas Indonesia, Depok. Team akhirnya berhak menerima hadiah berupa 1 Piala Tetap, 1 Piala Bergilir dan Uang Pembinaan sebesar Rp. 10 jt rupiah, mengalahkan team dari ITS (Juara II), team dari Maranatha Bandung (juara III), maupun team lainnya dari segenap penjuru tanah air.

    (lebih…)

  • Seminar Nasional “Application of Technology Toward a Better Life” di Universitas Teknologi Yogyakarta pada tanggal 10 Desember 2005, bertempat di Kampus FT Jl. Ringroad Utara, Jombor, Yogyakarta.

    (lebih…)

  • Catatan penting tentang artikel ini.

    Ini jejak ke-3 saya terkait dengan keilmuan “Strut-and-Tie Model”. Jejak pertama adalah saat studi S2 dahulu di UI, sekitar 1995-1996. Itu kali pertama Dr.-Ing Harianto (belum Prof saat itu) memberi kuliah beton lanjut tentang S.T.M. Jelas saja. waktu itu belum ada berita tentang ilmu tersebut sebelumnya, padahal saat itu saya sudah pengalaman 5-6 tahun di konsultan struktur terbesar saat itu, PT.WA. Jejak ke-2 adalah saat melakukan riset di Uni Stuttgart , bersama dengan Prof KH Reineck (2002). Jejak ke-3 yang sekarang saya tulis ini, riset membantu Prof Harianto (2005). O ya, sekitar setahun setelah itu juga menangani salah satu kasus proyek membantu PT. Gistama Intisemesta. Dari semuanya itu, maka threat yang dilaporkan ini adalah yang eksperimetal.

    Ternyata setelah lima belas tahun berikutnya di tahun 2020, saya dipertemukan dengan suatu kondisi yang menghubungkan struktur beton dan struktur baja, yaitu angkur baja. Dari semua ilmu saya, ternyata S.T.M ini bermanfaat sekali. Ilmu ini terbukti bisa untuk memprediksi perilaku angkur baja raksasa (diameter 60 mm panjang 2 m) yang digunakan untuk menyambung menara baja setinggi 300 m dengan pondasinya di Surabaya. Prediksi yang dibuat bahkan dapat dibuktikan ketika dilakukan uji beban real sampai 500 ton. Mungkin ini satu-satunya di Indonesia saat itu (yang saya ketahui). Pengalaman tersebut bahkan sempat saya presentasikan di webinar HAKI Komda Yogyakarta medio November 2020.

    Pengalaman menggeluti ilmu S.T.M ini sejak 1995 atau hampir 25 tahun yang lalu menemukan bahwa ilmu ini relatif sederhana tetapi manfaatnya luar biasa. Oleh sebab itu meskipun threat ini sudah lama dibuat, dan sempat rusak (gambar-gambar tidak keluar) maka karena dirasa sangat bermanfaat , threat ini saya hidupkan lagi.

    Para ahli struktur beton di Indonesia sebaiknya menguasai ilmu STM, bahkan wajib hukumnya. Itu perlu agar bisa mendesain struktur yang tidak biasa, menjadi reliable (handal) dan ekonomis.

    (ditulis ulang lagi Minggu 10 Januari 2021)

    Selama tiga hari (Kamis – Sabtu) tanggal 6 – 8 Oktober 2005 , Team Peneliti UPH telah berhasil dengan sukses melaksanakan penelitian eksperimen struktur beton, berupa penelitian perilaku keruntuhan tiga (3) “balok tinggi” beton bertulang biasa, yang dilaksanakan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman, Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen PU, Jl. Panyaungan Cileunyi Wetan, Kab. Bandung, Bandung 40393.

    Informasi perilaku keruntuhan balok tinggi seperti di atas sangat berguna untuk pengembangan teori Strut-and-Tie Model (stm) yang mula-mula dikembangkan oleh Jörg Schlaich, profesor Institut für Tragwerksentwurf und Konstruktion ( Institute of Conceptual and Structural Design), Uni-Stuttgart, Jerman ( Schlaich et al. 1987). Murid beliau di Indonesia, Prof. Harianto H bersama team-nya juga aktif dalam penelitian tersebut :

    • Dewobroto, W.; Reineck, K.-H. (2002). “Beam with indirect support and loading“, in: Reineck, K.-H. (2002): (Editor): Examples for the Design of Structural Concrete with Strut-and-Tie Models, ACI SP-208 (2002), ACI, Farmington Hills, MI, 145-161.
    • Hardjasaputra, H., Tumilar, S. (2002). “Model Penunjang dan Pengikat (Strut-and-Tie Model) pada Perancangan Struktur Beton”, UPH Press
    • Hardjasaputra, H. (2004). “Perancangan Struktur Beton dengan Strut-and-Tie Model”, Prosiding Seminar dan Pameran HAKI – Excellence in Construction, Jakarta
    • Hardjasaputra, H. (2005). “Perancangan dan Detailing Struktur Beton dengan Strut-and-Tie Model, sesuai ACI 318 – 2002”, Prosiding Seminar Nasional Beton 2005, Jurusan Teknik Sipil Itenas, Bandung

    Karena peraturan beton di Indonesia yaitu SNI 03-2847-2002 juga mengacu pada peraturan di Amerika tersebut maka nantinya metoda tersebut juga akan diadopsi.

    Informasi ini ada juga termuat di Laporan di web-site Tripod lamaku.

    << Ini report lengkap dari penelitian di atas >>

    (lebih…)
  • Lokakarya Nasional : “Pengajaran Konstruksi Beton dan Mekanika Teknik” (13 – 14 Juli 2005), yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nompember, Kampus ITS, Sukolilo, Surabaya.

    (lebih…)

  • Soegijapranata 2005 
    Wiryanto, Hermawan (Ketua Panitia), Zainal dan Desiana (Universitas Mercubuana)

    Civil Engineering National Conference : “Sustainability Construction & Structural Engineering Based on Professionalism” (17 – 18 Juni 2005), yang diselenggarakan oleh Laboratorium Manajemen Konstruksi & Infrastruktur, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Soegiyapranata, Jl. Pawiyatan Luhur IV/1, Bendan Duwur, Semarang .

    (lebih…)