keselamatan kerja konstruksi

Insinyur perencana struktur (structural engineer) dan pelaksana (site engineer) umumnya berfokus agar hasil kerjanya yaitu bangunan yang dikerjakannya dapat memenuhi persyaratan teknis yang berlaku, orang menyebutnya kuat (strength) dan kaku (stiff). Dengan demikian pada saat berfungsinya, bangunan tersebut dapat menjamin keselamatan pemakainya.

Sebagian besar, prosentasi pembelajaran di perguruan tinggi adalah untuk itu tadi, menghasilkan bangunan (struktur) yang dapat menjamin keselamatan pemakai dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Lalu bagaimana dengan proses pelaksanaan bangunan kostruksi itu sendiri. Bagaimana mendapatkan bahwa proyek berjalan dengan lancar tanpa ada atau timbul kecelakaan kerja, apalagi sampai jatuh korban jiwa.

Wah kalau itu, sesajinya harus kuat pak !

Apa betul seperti itu. Mau diakui atau tidak, yang terjadi adalah seperti itu. Harus ada sesajinya ! Ada saudara yang kebetulan terlibat pembangunan tol Cipularang, menangani satu segment pada proyek tersebut. Beliau mengatakan bahwa sesaji potong sapi kambing telah dilakukannya beberapa kali, bahkan tahlilan segala. Biayanya ? Itu sudah masuk anggaran kerjanya. Itu sudah biasa, tolak bala katanya. Hebat khan. Ini sungguh-sungguh terjadi. Tapi apa itu menjamin bebas kecelakaan ? Nggak juga, saya dengar ada juga yang meninggal, meskipun katanya itu terjadi di luar pagar proyek. :-

Jadi sebenarnya yang bertanggung jawab itu siapa sih kalau berkaitan dengan keselamatan kerja di proyek. Engineer-nya, kontraktornya atau owner-nya. Saya kira hal ini masih belum baku, khususnya di Indonesia. Benar tidak ?

Adanya safety belt merupakan tolok ukur bahwa mereka concern terhadap keselamatan, tapi kalau orang bodoh akan berkata “yang pakai itu, penakut !” 😦

Kalau ada kecelakaan, “Wah itu sudah nasibnya. Lagi apes !”. Itu khan yang sering kita dengar berkaitan dengan kejadian tersebut.

Sebenarnya berkaitan dengan ‘kejadian’ tentang kecelakaan kerja, banyak terjadi. Tidak hanya kemarin, saat inipun juga sering terjadi. Kecuali yang besar-besar, maka kalau hanya jatuh korban sedikit, maka dapat dianggap kelalaiannya sendiri, biasanya pihak kontraktor memberi santunan kepada keluarga, lalu diberi embel-embel dengan kata-kata di atas, ya sudah selesai.

Jadi keselamatan kerja bagi pelaksana konstruksi di lapangan masih menjadi sesuatu yang jarang. Oleh karena itulah ketika ada mahasiswa UPH yang kerja praktek, pada saat bimbingan kerja praktek menceritakan bahwa prosedur keselamatan kerja di kontraktor proyeknya cukup ketat, wah ini menjadi sesuatu yang menarik. Ini perlu disosialisasikan. Bahwa keselamatan kerja itu tidak hanya bagaimana menyiapkan sesaji, tahlilan, kenduri atau sebagainya itu, tetapi itu suatu disiplin kerja dan harus mengikuti prosedur yang ketat.

Yang bagus juga, bahwa untuk mendapatkan keselamatan kerja di proyek tersebut perlu dibikin sistem dan ada yang bertanggung jawab terhadap sistem tersebut yaitu safety manager. Bahkan bila ada yang tidak mentaati sistem tersebut ada sangsi, yang bertahap tergantung dari tingkat kesalahan yang ditimbulkannya, bahkan kalau perlu PHK. Hebat khan. Proyek yang dimaksud adalah proyek Senayan Tower di Jakarta dengan kontraktor utama, Kajima Indonesia. Berikut kami sampaikan gambaran yang didapat di proyek tersebut berkaitan dengan bagaimana mereka mengusahakan keselamatan kerja bagi pekerja-pekerja di proyeknya.

Di pintu masuk kantor proyek, terpampang peraturan-peraturan yang berkaitan dengan safety. Karena setiap pekerja kalau gajian atau nagih uang ke kantor tersebut maka tidak ada alasan bahwa mereka tidak tahu itu. Benar-benar di sosialisasikan. Serius ! Bravo PT. Kajima Indonesia.

Ini peraturan yang harus ditaati! Baca !

Lalu ditunjukkan juga, apa-apa yang harus ada pada setiap pekerja. Ini kondisi idealnya.

Perhatikan, diatasnya gambar pekerjanya ramah (senyum, tampangnya kayak orang jepang ya 🙂 ) tapi lihat bawahnya, kalau nggak ngikuti dan melakukan pelanggaran bisa dipecat. Siapa berani ?

Ini formulir sanksi yang akan diberlakukan bila ada yang melanggar.

Perhatikan itu, ada yang bertanggung jawab lho. Mereka menyebutnya Safety Manager. Jadi tidak hanya sekedar berdoa aja, memohon aja, tetapi memang ada yang bekerja keras untuk memastikan keselamatan tersebut.

Ada proses pembelajaran bagi pekerjanya, hal-hal yang berpotensi menjadi penyebab kecelakaan pekerja. Waspadalah ! Itu maksudnya.

Selain mengingatkan, maka pengelola proyek juga memberi petunjuk praktis bergambar bagi pekerjanya. Jadi bagi pekerja yang sehat, dan patuh, mestinya paham yang sebaiknya dilakukan.

Jika sudah dilakukan upaya-upaya seperti tadi, maka yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa itu harus diingatkan setiap hari, harus ada yang ‘berkoar-koar’ , yah minimal ke supervisornya. Itu lah mengapa sampai perlu ada ‘manager’-nya.

Reward : Artikel ini dapat ditulis karena disiapkan datanya oleh sdr. Iwan dan sdr. Hendrik, mahasiswa jurusan teknik sipil UPH yang telah melaksanakan kerja prakteknya di proyek Senayan Tower, waktunya telah mereka pergunakan dengan baik dan dapat menyerap wawasan-wawasan di lapangan yang up-to-dated. Bravo juga anda berdua.

Itu helm Kajima, o itu tho engineer Kajima yang dari Jepang ?!

Eh sorry, itu tadi khan Iwan, muridku. Belum lulus, tapi koq udah pantes sekali ya, kayak engineer ekspat lagi. Cepet-cepet lulus ya ! 😀

132 respons untuk ‘keselamatan kerja konstruksi

  1. Saya telah membaca semua penjelasan diatas dan mulai memahami dan mengerti topik diatas.
    Masalah-masalah yang berhubungan dengan Safety in Construction dan memperhitungkan keselamatan kerja.

    Suka

  2. Sekarang safety belt sudah dilarang dan sebagai penggantinya adalah full body harness.
    Beberapa kejadian terbukti safet belt menyebabkan patah pinggang.
    Salam

    Suka

  3. Ulasannya bgs bgt pak Wir, Indonesia sgt butuh orang2 spt pak Wir utk memajukan dunia kontruksi kita, spy kita gak diserang ama kontraktor / konsultan dr luar, sekarang ini sy lg study S3 di UI dgn topik research SMK3, boleh gak diskusi dgn pak Wir n dibantu referensix pak? tq

    Wir’s responds : selama bisa membantu, monggo-monggo saja. 🙂

    Suka

  4. Trima ks atas responnya pak Wir
    Penelitian kami sdh pada tahap pengumpulan data2 pelaksanaan SMK3 di industri kontruksi Indonesia, klo pak Wir dan teman-teman punya referensi : data, bahan, jurnal ttg K3 ato foto2 kegagalan konstruksi, mohon kiranya dapat disharing ke kami via email : rosmariani_ar@yahoo.com,
    Bantuannya sgt kami harapkan utuk melengkapi penelitian kami, dan kami berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi dibidang K3 di Indonesia

    Suka

  5. All . . . . ,
    Mau tanya , apakah ada yang tau , daftar perusahaan konstruksi yang bersertifikat smk3 dari sucofindo , mohon bantuannya .

    Suka

  6. salam pak wir

    terima kasih dapat sharing di blok bapak

    saya bekerja di sebuah galangan kapal di surabaya sebagai Blasting and painting supervisor, sekaligus sebagai koordinator K3 di lingkungan kerja, mungkin saya tdk punya keahlian khusus dibidang K3, hanya pernah mengikuti Diklat K3 di ITS selama 15 hari untuk mendapatkan sertifikat AK3 umum.

    awalnya perusahan saya tdk concern dgn hal ini, tetapi fenomena tentang gunung es itu terbukti, bagaimana keadaan di galangan kapal yg nota bene adalah heavy industri tdk menjalankan prosedur K3, sungguh suatu kecerobohan tingkat tinggi, berbagai persoalan terjadi utamanya yg menimpa pekerja lapangan, jatuh dari platform, tersengat listrik tegangan tinggi yg tereduksi di air, kejepit pipa, kebakaran pada area tak terlihat akibat pemotongan blander sembarangan, ledakan tangki akibat gas solvent yg masih tersisa, ledakan tabung elpiji akibat terkena percikan las, silikosis akibat penggunaan material balsting yg keliru, dan masih banyak lagi kejadian2 yg terjadi, dan itu semua sangat merugikan.

    tetapi itu di atas adalah cerita dulu… sekarang kami benar2 menerapkan sistem p2k3 yang walaupun sederhana dan praktis tapi terkontrol dan di patuhi mulai dari jajaran management sampai office boy, taat akan aturan-aturan yg di tetapkan sehingga sampai sekarang kami masih dalam koridor zero acident.

    yg membanggakan kami walaupun management K3 yg kami laksanakan masih sederhana tapi sudah menarik minat mitra kerja kami dari Belanda yaitu Damen Shipyard gorinchem untuk menjalin kerja sama pembangunan kapal2 eksport digalangan kami.

    kamipun sudah mendapatkan ISO 9001 – 2000 dan sekarang sedang dalam jenjang upgrade ke ISO 9001 – 2008 dari LR.

    intinya dari K3 adalah yang pertama adalah Kepatuhan semua karyawan dan sadar bahwa musibah akan datang kapan dan dimana saja jadi kami selalu hanya memberikan peringatan setiap saat tanpa merasa bosan…….

    karena kita bekerja untuk mencari nafkah, maka datang selamat pulang kerumahpun harus selamat dan sehat agar semua bahagia…..

    trimakasih…

    Suka

  7. Dear Pak Wir,
    Salam kenal

    Saya sangat tertarik dengan ulasan mengenai K3 yang bapak sampaikan diatas, mungkin bapak bisa kasih saya artikel lain mengenai K3 atau referensi. trims

    Buat Mas Thomas Yanuar,
    Salam kenal

    bisa share artikel praktikal mengenai safety atau K3. trims

    Suka

  8. sebagai PNS yang ditugasi mengawasi pelaksanaan K3 di tempat kerja / konstruksi, saya sangat merasa bahagia ternyata masih ada yang peduli dengan K3. Untuk rekan kami di Dit. PNK3-Depnakertrans saya berharap kalau PT. Jamsostek sudah mampu berpromosi lewat media TV, mudah-mudahan Depnakertrans / Dit.PNK3 dapat / sudah ada anggaran untuk mempromosikan K3 pada media yg sama

    Suka

  9. Saya butuh info nich pak, kaitannya dengan penggunaan cage pada forklift untuk mengangkat orang menurut buku manual tidak diperkenankan, tapi ada kegiatan di gudang untuk stock taking membutuhkan forklift mengangkat orang, dan selama ini saya menggunakan cages spy safety & telah dilakukan risk assessment …mohon penjelasan saat menghadapi auditor apa yang perlu dijelaskan…! Thanks http://www.pergudangan.wordpress.com

    Suka

  10. pak Wiryanto, apakah saya boleh mengutip artikel ini untuk keperluan internal kantor. saya kepingin mengingatkan kembali masalah safety first, saya pikir artikel ini akan menjadi contoh yang bagus.

    Wir’s respond : semakin banyak yang mengutip, semakin senang koq penulisnya. He, he, asalkan nama penulisnya disebutkan.

    Suka

  11. salam hangat selalu,apa apa saja yang diperlukan untuk mendukung K3 dan bagaimana kalau kontrak kerja di bidang kontruksi yang kita dapat hanya satu bulan perlindungan apa yang di dapat oleh karyawan secara hukum kalau perusahaan tersebut tidak ada diterapkan k3

    Suka

  12. Salam Pak Wir…

    Saya Zaini dari Singapura. Kebetulan saya sedang mencari bahan dan artikel mengenai “Keselamatan di Tapak Binaan/Petrochemical” dalam bahasa Indonesia. Semuga tulisan Pak Wir dan “comment” teman teman disini bisa saya gunakan untuk manfaat pekerja pekerja di Kota Singa ini…
    Selamat dan Teruskan Perjuangan… Kerna “Safety is a Mission and not an Intermission”

    Saudara baru…
    AbgZai (Zaini Abdullah)
    HSE Advisor
    ExxonMobil
    Singapore

    Suka

  13. Salam hangat bagi yang peduli K3.

    4 tahun saya mengenal cara kerja yang hebat, begitu tertib, disiplin, persiapan yang terrencana, SDM yang kompeten, ditunjang peralatan yang prima dan metoda kerja yang jelas. PDKB adalah singkatan dari Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan pada instalasi tenaga listrik 150000 Volt dan 500000 Volt. Saya merasakan kenyamanan selama bekerja di PDKB meskipun dengan resiko yang tinggi, bersentuhan langsung dengan tegangan 500 ribu Volt.

    Bagaimana tidak? Manajemen begitu perhatian, anak buah disiplin, alat kerja prima, metoda kerja jelas, komunikasi terbuka, semua diberdayakan agar dapat memberikan pelayanan maksimal.

    Ratusan milyar rupiah terselamatkan tiap tahunnya dari kWH yang mungkin tidak tersalur, artinya Milyaran Watt Hour yang tetap mendukung konsumen agar tidak padam.

    Paradigama telah berubah menjadi: Jika dimungkinkan tetap menyala, mengapa listrik harus padam!!!
    Nah, bagaimana dengan instansi yang lain?!

    Suka

  14. Salam sejahtera buat semua terutama Pak Wir,

    Saya sangat senang jika ada orang yang peduli akan K3 apalagi jika ada tulisan, atau komentar berdasarkan pengalaman … yang pasti saya akan menjadi pembaca dan pengdengar yang baik …

    Terus terang saya seorang PNS yang bergerak di bidang Riset, Perekayasa dan Jasa Teknis mungkin dari sekian ribu pegawai yang ada saya lah melihat celah untuk menjadi orang yang peduli K3 dan saat ini saya melakukan terobosan yang tidak populer di tempat saya … walaupun ada yang suka atau tidak suka dan banyak hambatan terutama UUD … tapi saya tetap menjadi kan K3 sebagai budaya kerja yang aman, nyaman, lebih produktif yang jelas menciptakan citra yang lebih baik.

    Jika dibandingkan negara tetangga yang dulu belajar dari kita dimana Para Pejabat Pemerintah begitu sangat peduli akan K3 tapi di NKRI yang peduli K3 swasta lah yang lebih dominan walau pun ada peraturan dan perundangan-undangan tentang SMK3 … tetap saja hati nurani belum tergerak.

    Mudah2 an bangsa ini menjadi bangsa yang punya komitmen dan peduli akan K3LKM (peduli keselamatan, kesehatan kerja, lingkungan, keamanan, mutu)

    Salam,

    sur2211@yahoo.com

    Suka

  15. Salam Hangat bagi bapak2 Safety….
    Saya sangat berterimah kasih tentang pengetahuan safetynya saya baru di safety, untuk itu saya sangat mengharapkan bantuan bapak2 yg lama bergelut dibidang Safety : apa saja yg paling penting diterapkan dalam Pekerjaan Proyek Konstruksi Gedung bertingkat Seperti Hotel? mohon bantuannya…..

    Suka

  16. Salam kenal
    saya kuliah dijurusan Teknik Sipil,saya termasuk orang yang malas membaca,tetapi setelah saya membaca-baca di BLOG bp ternyata sangat menarik dan sangat bermanfaat bagi saya karena memberikan masukan dan motifasi. Apalagi skarang saya sedang Skripsi mengenai MK3,mudah-mudahan ada ilmu-ilmu lainnya yang bisa saya peroleh!

    Suka

  17. setelah saya membaca blog bapak. saya sangat tertarik untuk lebih memahami tentang keselamatan dalam bekerja,
    untuk lebih bisa menerapkan K3 ini sendiri saya ingin belajar ilmu dari k3 itu sendiri..
    apakah saya harus ambil kuliah lagi ato bisa dengan program2 pelatihan saja.. mohon masukan nya pak..
    terima kasih

    Suka

  18. Safety Firs….
    Accident NO…
    Itul adalah salah satu Moto safety.
    Bagi yang ingin mendalami tentang K3 (Keselamatan & Kesehatan kerja) bisa ikut training-training tentang K3 atau membaca buku-bukunya dan perlu diketahui bahwa sekarang ini sudah banyak universitas yang ada k3nya, dan kebetulan saya lulusan dari universitas negeri di surakarta untuk progam Hiperkes dan Keselamatan kerja (K3).

    Suka

    • iyaa, pelatihannya banyak bgt pengen bgt bs ikutan
      tp cenderung mahal dan ckp berat untuk kantong mahasiswa sprt sy
      hikss.. apalgi HSE tkait OnG atau Petrokimia…

      andaikan ada komunitas diskusi smcm training spti itu ya

      Suka

  19. kalau di luar negri, kalau ada accident, liabilitinya tinggi sekali. makanya semuanya takut.

    mungkin pemerintah harus bikin peraturan biar yang bikin celaka bisa didenda yang banyak, tidak boleh ikut tender untuk proyek baru,

    Suka

  20. Assalam wrwb,

    Komentar,
    Kalau dilihat sekilas bagus penerapan K3 nya, tapi kebiasaan buruk orang kita, jika menghukum apalagi bisa memotong gaji pekerja akan bangga dan perlu diketahui menyangkut pemotongan gaji (deduction) bagi yang melanggar itu tidak dibenarkan, saya juga belum melihat peraturan didepnakertrans, Bila jika sistim pemotongan gaji dilakukan akan banyak terjadi penyimpangan2 pada akhirnya keselamatan akan diperjual belikan. masih ada cara lain yang lebih baik karena akar permasalahan K3 harus dilihat dari root cause nya, karena para pekerja kita (diindonesia) rata2 berangkat dari daerah2 yang bekerja musiman jadi mereka tidak tahu peraturan tentang K3.
    Jadi para HSE Manajer atau K3 Officer harus membuat rencana K3 yang bagus mulai dari :
    – Induction trainning bagi pekerja
    – Safety talk
    – Safety/Daily monitoring
    Saat monitoring disini sangat menetukan apakah pekerja menurut atau
    tidak dengan peraturan K3, Disini safety officer harus mempunyai sense
    of psychology (cara mempengaruhi pekerja) artinya tidak kaku dalam
    menegur pelanggar.
    – Punishment
    a. Seperti biasa kita kasih teguran 1,2,3 diskorsing.
    perlu diketahui dalam tehnik menegur :
    – Bila pekerja mematuhi peraturan kita kasih ucapan terima-kasih atau
    sesuatu yang membuat mereka merasa diperhatikan
    – Bagi yang melanggar kita tanya mengapa tidak mematuhi peraturan
    kalau perlu kita ajak dalam keruangan kita sampaikan pentingnya K3.
    b. Kehadiran dan keaktifan para mandor yang harus ditekankan.
    b. Terakhir dikeluarkan dari tempat kerja
    Ini bagi pekerja yang sudah tidak bisa ditoleransi.
    Demikian sedikit komentar dari kami dan ini bukan jalan yang terbaik karena kondisi dilapangan lebih sulit tapi untuk mengurangi kesalahan dalam menerapkan peraturan K3 perlu diperhatikan.

    Wassalam,

    Suka

  21. asslkm..

    pak wir, bgs bgt ulasan ttg K3nya.. menarik..
    saya juga pengen bgt mendalamin ttg K3 or HSE
    ada ga ya, perusahaan yang terima magang untuk posisi ini,
    jd biar tw aplikasi ilmunya sblm terjun k dunia kerja,
    kebetulan sy mhsw smstr 7

    trmksh p’

    virleen

    Suka

  22. Untuk informasi bagi rekan-rekan sekalian para netter , berdasarkan pengalaman saya di kontraktor sebagai penanggung jawab system termasuk SMMutu ISO 9001 , SMK3 Permenaker 5 -1996 , OHSAS 18001 dan SMLingkungan ISO 14001 , implementasi semua sistem ini hanya akan berjalan efektif apabila dilakukan secara top down , role model dari para pimpinan yang dimulai dari pemahaman para pimpinan terhadap semua sistem tersebut , tidak kenal maka tidak cinta. Pemahaman terhadap semua manfaat sistem tersebut akan berdampak positif terhadap efektifitas implementasinya. Disisi lain saya perlu menyampaikan Salut juga kepada Program Magister Teknik Sipil UI yang memasang Manajemen K3 dan Lingkungan dalam kurikulum dimana saya bertugas sebagai staff pengajar pada mata kuliah tersebut. Dengan berakhirnya masa bakti saya di perusahaan BUMN Konstruksi saya menawarkan jasa saya untuk membangun Sistem yang saya sebutkan diatas. Untuk lebih mengenal saya lebih baik silakan kunjungi http://www.liliksumarliadi.blogspot.com. Salam dan selamat juga untuk ibu Ros yang mengambil SMK3 sebagai obyek penelitian disertasi program Doktor di UI.

    Suka

  23. hai salam kenal dari 3G (3 gadis)
    kami baru bergabung dengan PT.WASKITA KARYA dibagian staff K3LM boleh doang…………..yach kasih saran untuk lebih mendalami k3 bantu kami yaaaa pak biar kerjaan kita bisa lancar and disang bosssssssssss

    Suka

  24. hai salam kenal dari 3G (3 gadis)
    kami baru bergabung dengan PT.WASKITA KARYA dibagian staff K3LM boleh doang…………..yach kasih saran untuk lebih mendalami k3 bantu kami yaaaa pak biar kerjaan kita bisa lancar and disayang bosssssssssss

    Suka

  25. salam kenal pak Wir, saya dosen Fakultas Teknik Jurusan T Sipil Unpar (Universitas Palangka Raya), kebetulan saya semester ini ngajar MK K3, kalau boleh dan bapak berkenan bagi-bagi dong bahan kuliah K3-nya supaya lebih mantaf lagi ngajarnya. Tks & GBU

    Suka

    • Saya tidak mendalami K3, meskipun demikian karena saya mengelola mata kuliah Kerja Praktek, yang mana mahasiswa saya dapat berinteraksi dengan lapangan maka memang banyak masukan informasi K3 yang dapat saya peroleh. Jadi kalau ada yang menarik tentang K3 tentu akan saya tuliskan di blog ini. Silahkan check secara rutin blog ini. Salam.

      Suka

  26. Salam sejahtera, kepada seluruh pengurus Blog ini.
    Saya salah satu dosen T.Sipil, saya sering mengikuti berita tentang K3 pada dunia jasa konstruksi, semoga dengan adanya blog ini semua pengetahuan tentang K3 yang diaplikasikan pada bidang konstruksi dapat terus dikembangkan dan diinformasikan. terimaksih. sukses

    Saran: Mohon gambar Blog-nya disesuaikan dengan isi informasinya tentang K3-Konstruksi. (gambar pembukanya). terimakasih

    Suka

    • Maaf pak ini blog pribadi, tidak dikhususkan untuk sesuatu, seperti misalnya K3 atau apa, kalaupun ada yang sesuai dengan sesuatu maka itu dapat dipastikan bahwa yang menulis sedang tertarik saja memikirkannya.

      Suka

  27. Mas Wir,
    Membaca blok anda tentang K3, saya senang sekali bahwa K3 sudah disosialisasikan secara tepat. Harapan saya yang menjadi ahli K3 semestinya juga mengerti konstruksi. Sehingga tujuan zero accident yang sebenarnya dapat tercapai berkat disampaikan oleh petugas K3 yang mengerti konstruksi itu sendiri.
    (Eh masih ingat saya mas…. salam dari Surabaya… semoga sehat selalu)

    Suka

    • Lho kita khan sama-sama di atas panggung seminar HAKI 2010 itu khan pak. Syukurlah berkenan mampir di blog ini. Selamat tahun baru 2011 pak.

      Suka

  28. salam kenal ja pak wir.saya muslim chaniago.jurusan K3 sekolah tinggi ilmu kesehatan indonesia padang.hehe sedikit promosi.sya sekarang slah satu kontraktor sebagai safety.kita berharap mdah2an k3 kedepannya lebih bagus lagi.K3 itu btuh dukungan dari semua kalangan project..tetapi walaupun ada ahli K3 diperusahaan dan berkoar koar mengingatkan K3 utk pekerja tetapi kalaw kurang dukungan dari semua pihak tetap aja penerapanya gak optimal.maaf ada uneg2 ge nech.jurusan kusus K3 sudah ada ne tapi kenapa ya distus loker yg diminta jurusan teknik kebanyakan.apakah kami dari jurusan K3 apakah bisa ngeplay jga dari lowongan yg ada iitu nanti.hehe.mhon kmentarnya.buat teman2 gw menda.dinda.lira suskses aja.safety first

    Suka

  29. rata-rata pekerja kontruksi berpendidikan rendah dan suka ngeyel bila di kasih tahu, tentang kelengkapan K3 saat beraktifitas, bagaimana cara yang pas memberitahu / penjelasan terhadap mereka, selama ini saya sudah berusaha memberi penjelasan, pengertian pentingnya K3, bahkan resiko melanggar kelengkapan K3 di proyek saat beraktifitas, dengan cara pendekatan sampai sikap tegas, tetapi masih saja ada yang menganggap hal sepele, kalau terjadi kecelakaan tetap saja saya yang dicari, untuk menyikapi hal seperti ini bagai mana, Pak…?

    Suka

  30. saya mahasiswa kesehatan kerja uns. . . .saya juga bingung sih bagaimana realnya k3 itu di dunia kerja. .masih byak perusahaan yg mengabaikan aspek k3,, bahkan sistem regulasi yg sekarang jga tidak dijalankan pemerintah secara tegas,, jadi yg paling berpengaruh dalam k3 adalah direktur perusahaan itu sendiri,, kesadaran owner ato direktur mungkin yg sekarang jadi aspek utama penunjang k3 d perusahaan. . .satu lgi saya jga bingung masalah sertifikasi ahli k3,, kita yg belajar 4 tahun ttg k3 belum bisa mendapatkan sertifikasi itu namun org lain yang hanya mengikuti training sertifikasi ahli k3 yang hya beberapa bulan bahkan hanya minggu bsa mendapatkan sertifikasi tersebut ?? trus apa guna kita belajar 4 tahun,, lo sama aj yang beberapa bulan. . . ??????

    Suka

    • mas antok membantu menjawab saya juga jurusan hiperkes dr D3 unair.pada suatu kesempatan saya mengikuti sertifikasi AK3 umum dan peyelenggara adalah lulusan akuntansi namun beliau juga memiliki sertifikat AK3 umum.saat acara tersebut ada pertanyaan serupa dngn yg anda ungkapkan.beliau menjawab untuk melamar pekerjaan kita yg latar blkng pendidikan k3 tetap mendapatkan prioritas lbh karena kita kuliah sudah bertahun2 di k3.semoga jawabannya membantu

      Suka

  31. TERIMAKASIH UNTUK SEMUA INFORMAN K3 DAN KHUSUSNYA PAK WIR. LEBIH-LEBIH LAGI UNTUK MAHASISWA BIMBINGANNYA YANG KP DI KAJIMA. SALUTE…

    Suka

  32. Need your comments on the issue to enhance Safety Culture in Indonesia:
    Indonesian need to improve on:
    1. Commitment from top management. government. ministers and goes to public
    2. Safety is not talking about dollar and cents.
    3. More website and information pertaining to safety. TV is the best media to escalate information
    4. Safety must be built in and not bolted in to workers. Meaning it should start from school.
    5. Safety is everybodys responsibility
    6. Equip Safety practitioner with knowledges
    7. No short cut in dealing with safety issue
    8. Indonesian Safety practitioner need more exposures
    9. Safety practitioner is someone that be able to talk, lead by example, competent, knowlegable and confident ALARP.

    If all these statement be able to tackles, Indonesian will be the best in implementing safety as “DOA” after morning or weekly breifing is already a part of the culture.

    grateful to see that one day, Indonesia Bisa..

    Regards

    Suka

  33. makasih infonya.. sy instruktur pelajaran k3 di sekolah menengah.. terang sy belum tahu real nya K3 dilapangan. skrng da ada gambaran de,, mks ya Om.

    Suka

  34. Dear Pak. Wiryanto
    Saya baru baca artikel ini, kapan UPH mengadakan kunjungan ke Kajima lagi? kebetulan saya sekarang Deputy Construction Manager PT. Kajima Indonesia Proyek Senayan Square Apartment tower C & D.

    Best regards

    Brury

    Suka

Tinggalkan Balasan ke Amran Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s