• Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya, awal tahun 2015 atau dua atau tiga bulan lagi buku “Struktur Baja : Perilaku, Analisis dan Desain – AISC 2010” diusahakan sudah dapat diterbitkan.

    Buku tersebut ditulis bukan sekedar untuk kum sebagai kewajiban seorang dosen pada umumnya, tetapi lebih dari itu, sebagai buah karya kehidupan sehingga untuk itu perlu dipersiapkan dengan sungguh-sungguh secara serius. Padahal di sisi lain bulan Oktober in banyak sekali acara, lihat saja :

    1. Kamis, 9 Oktober 2014 sebagai pembicara tamu (Invited Speaker) di Seminar Nasional Teknik Sipil yang diselenggarakan oleh HMS Universitas Negeri Malang, Gedung D9 UNM, Jalan Semarang No.5, Malang.
    2. Kamis, 16 Oktober 2014 – Jumat, 17 Oktober 2014 sebagai pemakalah biasa (Call Paper) di Konferensi Nasional Teknik Sipil (KoNTekS) ke-8, yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Sipil, Institut Teknologi Nasional, Bandung
    3. Kamis, 23 Oktober 2014 sebagai pembicara tamu (Invited Speakar) di Lokakarya Mata Kuliah Analisa Struktur yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Kampus UNNES, Sekaran Gunungpati, Semarang.

    Kegiatan di atas tentu saja menyita waktu, oleh sebab ada beberapa permintaan yang aku tolak. Maaf ya teman-teman kalau saya belum dapat membantu anda.

    Selain mempersiapkan acara tersebut, maka persiapan yang aku lakukan untuk buku tersebut adalah :

    • Konsultasi dengan ahli desain komunikasi visual (orang seni) yang memahami tentang pencetakan buku. Kebetulan di UPH ada School of Design (SOD) sehingga gampang menghubunginya. Jadi dari sisi tampilan, saya berusaha juga agar buku tersebut dapat menjadi karya seni. Bagi pembaca buku SAP2000 yang aku tulis sebelumnya,  tentu bisa memahami apa yang dimaksud hal itu. Terus terang, bagiku yang namanya buku yang baik, itu tidak sekedar isi, tetapi juga bagus di mata dan ketika dipegang. Sehingga ketika dipajang bersama buku-buku yang lain tidak memalukan, bahkan membanggakan.
    • Pihak penerbit juga sedang menyusun proposal sponsor. Jadi bagi perusahaan yang terkait dengan dunia konstruksi maka dapat memasang portofolio untuk memberi tahu dunia bagaimana keberadaan perusahaannya. Kasarnya sih seperti brosur tetapi dicetak bersama-sama buku. Karena buku tersebut didesain sebagai karya seni yang pantas disimpan, maka tentu portofolio tersebut akan ikut tersimpan juga. Jadi abadi. Tentu agar mempunyai cita rasa seperti karya seni, maka portofolio dibatas dalam bentuk kumpulan gambar-gambar yang merepresentasikan perusahaan tersebut jadi agak elegan begitu. Bagi yang tertarik untuk berpartipasi boleh titip alamat ke saya, agar nanti disampaikan ke penerbit Lumina Press.
    • Posisi buku sudah sekitar 85%, nah untuk meningkatkan kualitas atau tepatnya agar apa yang disampaikan nanti sesuai dengan apa yang akan dibaca oleh pembeli, maka materi buku tersebut perlu dimintakan pendapat oleh para ahli. Saya dan penerbit telah berembug bersama untuk memilih siapa-siapa yang pantas disebut ahli dan perlu dihubungi. Saat ini sudah ada 9 (tujuh) pakar yang dihubungi, 7 berdomisili dalam negeri dan 2 dari luar negeri (orang Indonesia yang berkarir di LN).

    Seru juga khan kegiatanku sebagai seorang dosen. O lupa, ternyata sudah ada satu masukan dari seorang Profesor tentang bagaimana buku yang aku tulis tersebut. mau tahu. Terus lanjut. . . . .

    (lebih…)

  • Info penting bagi komunitas teknik sipil (dosen, mahasiswa dan praktisi) yang tertarik di bidang pembelajaran Analisa Struktur (Structural Analysis). Teman-teman di UNNES telah mewadahi pertemuan penting di Semarang ini.  Gunakan kesempatan itu untuk saling berdiskusi, untuk meningkatkan kompetensi diri sekaligus menambah jaringan pertemanan seprofesi.

    Ini posternya :

    halaman-1 (lebih…)

  • Ini pertanyaan yang sudah lama, tetapi baru sekarang dapat dijawab. Adapun pertanyaanyang dimaksud adalah berikut.

    Mau tanya nih Pak Wir. Kenapa kog konstruksi baja, secara umum khan bukunya udah banyak ? Mengapa tidak yang spesifik, misalnya perhitungan dan pelaksanaan konstruksi baja rangka ruang (space frame), perhitungannya dgn SAP2000 disertai contoh-contoh perbandingan antara hitungan SAP2000 dgn manual beserta maksud penggunaan opsi-opsi di SAP2000.

    Atau juga konstruksi baja khusus perhitungan dan pelaksanaan konstruksi baja honeycomb beserta macam-macamnya, juga dengan perhitungan SAP2000 ini malah bisa dipakai oleh para praktisi juga     Atau gabungan konstruksi baja komposite dan konstruksi kabel dengan perhitungan manual dan sap 2000 ini pasti jauh lbh menarik. Thankx

    Pertanyaan di atas bagiku sebenarnya adalah sangat menarik, dan penting untuk ditanggapi. Maklum ini terkait dengan argumentasi mengapa buku “Struktur Baja” karanganku tersebut perlu diterbitkan. Tertarik ?

    (lebih…)

  • Sebagai seorang dosen yang mempunyai sertifikasi dari pemerintah, sehingga disebut sebagian orang sebagai “dosen profesional”, maka tentunya ketika diminta mengajar haruslah selalu siap. Jadi meskipun tanggal 10 Mei 2014 yang lalu telah diundang pula ke Malang oleh teman-teman sejawat dari UB, maka ketika tanggal 9 Oktober 2014 nanti juga diundang lagi oleh adik-adik mahasiswa di UNM, maka tentunya itu semua adalah anugrah, suatu kehormatan besar bagi seorang yang mendedikasikan hidupnya sebagai guru ini.

    Inilah acara yang telah dipersiapkan oleh adik-adik HMJ TS (Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil) Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang sebagai berikut.

    poster-seminar-UNM

    Nah karena temanya terkait dengan yang namanya transportasi maka makalah yang aku siapkan juga harusnya mendukung, termasuk juga selaras juga tentunya dengan sebutan yang diberikan padaku yaitu, Ahli Analisa Struktur.  Terus terang sebutan ini menarik juga bagiku, karena jujur saja, sebutan itu tidak pernah terlintas dalam benakku, bahwa ternyata ada juga sebutan seperti itu. Kalau ditanya orang, ilmu apa yang aku geluti maka dengan sigap pasti aku akan menjawabnya sebagai “structural engineering“, atau dalam bahasa indonesianya sebagai “rekayasa struktur“. Adapun ilmu Analisa Struktur yang disebut di atas itu adalah bagian kecil ilmu yang harus dikuasai oleh ahli rekayasa struktur tersebut. Jadi dengan sebutan seperti di atas, tentu bukanlah suatu beban untuk melaksanakannya.

    (lebih…)

  • Jika dipikir-pikir apa yang saya lakukan ini bukan pekerjaan insinyur, tetapi scope pekerjaan orang desain, tepatnya Desain Komunikasi Visual (DKV) yang mana salah satu jurusannya ada di UPH di School of Design atau SOD.

    Pekerjaan di bidang desain “terpaksa’ harus dilakukan karena tuntutan profesi, bukan sebagai insinyur sih, tetapi selaku penulis. Ini adalah bentuk kemasan untuk menjual tulisan yang akan diterbitkan. O ya, hasil kerjaku selaku desainer adalah buku sampul “Komputer Rekayasa Struktur dengan SAP2000” yang terbit tahun 2013 yang lalu. Responnya bagus lho, udan tahu belum. Jika belum klik ini saja.

    (lebih…)

  • Bagian penting dari produk industri adalah sesuai dengan pasar. Intinya bagaimana produk yang dihasilkan sesuai dengan permintaan pasar yang dituju. Produk di sini termasuk juga buku. Maklum buku yang aku tulis tidak sekedar untuk mendapatkan kum, tetapi untuk dibeli pembaca. Profesional, tidak sekedar kewajiban menulis bagi dosen, tetapi memang produk penulis. 😀

    (lebih…)

  • Menulis tentang “struktur baja” ternyata perlu waktu, maklum materinya nanti dapat dengan mudah dibandingkan dengan buku-buku serupa yang sudah ada. Kondisi ini tentu berbeda jika dibanding bukuku tentang SAP2000. Kalau yang itu memang belum banyak pembanding sehingga saya dapat dengan bebas menulisnya. Maklum itu buku untuk pemula.

    Kalau untuk buku struktur baja ini tentunya berbeda. Kalau strategi yang digunakan sama, yaitu untuk pemula tentu tidak akan ada pembelinya. Oleh sebab itu harus dibuat sedemikian sehingga buku tersebut istimewa.

    (lebih…)

  • Ini ada pertanyaan yang sedikit berat, maklum untuk menjelaskannya perlu gambar penunjang. Meskipun demikian karena materi yang ditanyakan cukup penting dan yang bertanya terlihat serius ingin menggeluti bidang “structural engineering”, yaitu yang ditandai dengan telah mengkoleksi buku karangan saya via http://lumina-press.com maka ada baiknya perlu diapresiasi. Pertanyaan yang dimaksud adalah  sebagai berikut.

    Selamat malam pak Wir, saya mahasiswa tek sipil di salah satu universitas negeri cukup besar di Yogyakarta. Saya baru mulai membaca baca blog bapak yang bermanfaat ini dan kemarin sempat menyisihkan uang saku untuk beli buku Bapak 🙂
    Di luar hal itu, ada sedikit hal yg ingin saya tanyakan tentang balok beton bertulang pak. kebetulan saya sedang skripsi tentang struktur beton bertulang 🙂
    Dalam mendesain balok beton bertulang, terutama penulangannya, menurut buku yang saya baca yaitu reinforced concrete design karya Wang C K dan kawan-kawan, untuk momen dan geser, perlu memperhatikan “moment capacity diagram” atau disebut selimut momen dan selimut geser, dan disitu ada Ld atau dalam sni 2847 sering disebut panjang penyaluran. nah, panjang penyaluran ini apakah sama baik untuk kolom maupun balok? karena yg saya baca di sni 2847 sepertinya Ld nya sama saja untuk balok dan kolom. kalau beda, untuk balok, Ld seberapa besar yah pak ? apakah langsung ditembak 40d?
    Selain itu, bagaimana sebaiknya membagi penulangan untuk momen (tumpuan-lapangan), karena biasanya desainer hanya mendesain tumpuan 1/4 dan lapangan 1/2L, padahal itu hanya berlaku untuk beban merata akibat beban gravitasi, sedangkan bila terkena kombinasi beban gempa, pengaruhnya kan akan berbeda dan bentuk momennya pun akan berbeda (jarak tumpuan-lapangan). Terima kasih pak sebelumnya.

    Saya kira teman-teman yang masih yunior tentu mempunyai pertanyaan yang mirip seperti itu.

    Ini penjelasanku.

    (lebih…)

  • Hari ini baru saja selesai ujian struktur baja 1, habis memberi pertanyaan ke mahasiswa. He, he. moga-moga pada bisa menjawab dan lulus, tetapi jika belum berarti perlu belajar lagi (ngulang), biar pintar.

    Karena sudah mendapat giliran memberi pertanyaan, maka tidak ada salahnya juga jika dosennya juga ganti diberi pertanyaan. Betul nggak. Maklum yang namanya ujian, bagaimana bentuknya maka pada dasarnya adalah suatu proses peningkatan kompetensi. Jadi, bentuk ujian bagi murid atau guru, itu juga baik lho. Semakin banyak dan mampu mengatasi ujian-ujian, berarti semakin teruji. 😀

    Meskipun demikian karena bentuk ujian ini sukarela dan juga ditujukan untuk kebaikan, maka tentu pertanyaan yang dipilih, yang tidak membuat stress. Oleh sebab itu pertanyaannya saya ambil dari tanggapan pembaca blog ini saja ya, khususnya yang dianggap gampang saja. Itu lho dari pak Gandhi Yuda sebagai berikut :

    Selamat sore pak wir,

    Salam kenal dari saya pak, saya tertarik dengan blog bapak khususnya artikel yang membahas hollow core slab. karena artikel tersebut memberikan informasi tentang slab hollow core yang saya butuhkan. Saya bekerja di salah satu perusahaan precast sebagai business development, dimana perusahaan saya berencana akan mengembangkan produk hollow core slab, sebenarnya ingin sekali saya berbincang langsung dengan bapak untuk membahas hollow core slab. Mungkin ada sedikit pertanyaan yang akan saya tanyakan ke pak wir.

    1. Apakah metode menggunakan hollowcore slab pada bangunan tingkat tinggi di daerah senayan cukup aman dari gempa pak?

    2. Mengapa metode flooring dengan menggunakan hollow core slab kurang begitu populer di indonesia? apakah karena banyak yang belum tahu hollow core slab atau hollow core slab memiliki kelemahan

    3. Jenis dan ukuran hollow core seperti apa yang biasanya digunakan di indonesia?

    4. Bila sekiranya pak wir bisa memberikan refrensi proyek struktural yang menggunakan hollow core slab yang ada dijakarta

    Mohon maaf pak bila pertanyaan saya terlalu banyak. tapi karena keterbatasan informasi dan proyek yang menggunakan hollow core slab dan beruntungnya saya menemukan blog bapak di internet.

    Salam sukses,

    Gandi Yudha

    Tertarik dengan jawabanku atas pertanyaan pak Gandhi. Silahkan dilanjut membacanya.

    (lebih…)

  • Menjadi dosen di era saat ini memang berbeda dari jamanku dulu ketika kuliah. Saat sekarang ini sudah tidak aneh lagi ada sebutan dosen profesional, yaitu dosen yang mempunyai sertifikasi pendidik yang dikeluarkan oleh DIKTI. Jamanku dulu jelas sebutan seperti itu tidak ada. Memang, di dalam satu kampus, tidak semua dosen mempunyai sertifikasi pendidik seperti yang aku maksud. Mengapa, karena quota-nya ditentukan oleh pemerintah.

    Jadi istilah dosen profesional di atas jelas berbeda dengan istilah insinyur profesional, yang saat ini juga sedang ramai dibicarakan.

    (lebih…)