• Berbicara tentang menulis skripsi tentunya sesuatu yang menarik, khususnya bagi seorang mahasiswa. Maklum pengalaman tersebut perlu dilalui jika ingin lulus, baik di level S1, S2 bahkan S3. Jadi kalau yang ingin banyak sekolah tinggi maka menulis skripsi atau thesis atau disertasi adalah wajib adanya. Oleh sebab itu artikelku

    tip-tip menulis SKRIPSI

    24 Februari 2007

    yang sudah berusia lebih dari 10 tahun ini, masih ada yang mengunjungi. Jadi ketika kemarin beres-beres menghidupkan lagi blog “The Work of Wiryanto Dewobroto” berpindah dari alamat lama, http://wiryanto.net yang kena suspend ke alamat baru http://wiryanto.blog maka sambil mengup-dated lagi link-link yang ada dan tentu saja perlu membaca lagi maka ketahuan isinya masih relevan. Oleh sebab itu bahkan saya tambah lagi dengan beberapa temuan yang sering aku jumpai dalam jeda 10 tahun tersebut.

    Jadi bagi mahasiswa yang ingin skripsi atau thesis atau disertasi ada baiknya mereview lagi pengetahuannya dan membandingkannya dengan tip-tip menulis yang kubuat di atas. Jika sudah senada, yakin penulisan anda pasti akan lancar, tetapi yang ternyata bertolak belakang atau menemukan hal-hal baru maka anda perlu merenungkan lagi tentang rencana anda. Jangan grusa-grusu, bisa-bisa kecewa nantinya. Apalagi jika ketemu dosen yang kritis.

    Oke. Aku tidak membahas threat-ku lebih lanjut, tetapi mencoba menjawab beberapa pertanyaan pembaca yang belum sempat aku tanggapi. Ini masalah yang memang sering terjadi diseputar penulisan. Mari kita baca komentar yang kupilih tersebut.

    Dari saya pribadi khususnya sangat mengapresiasi adanya artikel ini karena sifat nya yang membangun dan memotivasi pelajar agar tetap fokus pada tujuan utamanya yang wajib diselesaikan pada tahap akhir bidang study.

    Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan kepada bapak, tetapi kali ini saya ingin menanyakan beberapa poin saja sekira nya bapak dapat berikan penjelasan ataupun selebihnya masukan.

    Kali ini yang mau saya tanyakan mengenai : adanya persamaan TANPA DISENGAJA. Adanya referensi jurnal tentu akan sangat mempermudah bagi pemula yang ingin menentukan sebuah topik atau tema yang akan diajukan ketika menentukan sebuah judul skripsi.

    Pertanyaannya, saya menemukan kasus adanya persamaan di sebuah judul skripsi dengan objek yang sama, hanya subjek yang berbeda dan permasalahan yang diteliti hampir sama pengumpulan data berupa data primer maupun sekunder. setelah saya telusuri dan saya cermati hanya yang membedakannya TANPA DISENGAJA hanya di wilayah kecamatan yang berbeda

    sekian dan terima kasih

    Jujur saja ketika membaca ini, saya agak bingung. Itu alasannya saya tidak menjawabnya langsung, dan baru setelah beberapa bulan kemudian ketika membaca lagi maka saya mencoba melakukan analisis. Mengapa sampai ada pertanyaan di atas.

    (lebih…)

  • Jika dipikir-pikir saya adalah satu dari sedikit dosen teknik sipil yang sering nulis artikel populer tentang struktur kayu di internet. Lumayan konsisten lho, sejak 2007 atau sepuluh tahun yang lalu. Jika dikumpulkan cukup banyak juga. Ini list artikel yang aku maksud :

    1. mau kemana struktur kayu kita ? – 11 Juli 2017
    2. Sesi 1 (Struktur Kayu) – 19 Agustus 2016
    3. mengapa Struktur Kayu harus dihapus ? – 1 April 2016
    4. tanggapan – Kurikulum Inti Teknik Sipil 2015 – 31 Maret 2016
    5. struktur kayu, inikah kondisimu ? – 6 Juni 2012
    6. Struktur Kayu – 24 Mei 2011
    7. tanggapan Prof KAYU terhadap Prof BAMBU – 27 April 2008
    8. ada yang tertarik meneliti kayu di universitas saya ? – 17 November 2007
    9. Konstruksi Kayu Indonesia – apa kabar ? – 4 November 2007

    Teorinya, dengan sejumlah artikel tersebut tentunya pengetahuanku tentang struktur kayu, dapat dianggap cukup lumayan. Karena banyaknya tulisan itu pula yang mungkin menyebabkan aku banyak dikontak orang untuk sekedar berdiskusi tentang struktur kayu. Kesannya adalah pakar, padahal jujur saja hanya karena senang nulis saja. Hobby gitu lho.

    (lebih…)

  • Artikel tentang inovasi proyek tempo hari, yaitu :

    https://wiryanto.blog/2016/09/28/ini-inovasi-di-dunia-konstruksikah/

    yang merupakan up-load ulang dari http://wiryanto.net ke http://wiryanto.blog ternyata masih eksis. Lihat saja komentar-komentar di Facebook. Hanya saja karena ada komentar terlalu pede, yang menyebutkan bahwa sistem hybrid-pier di LRT Palembang yang sedang aku pertanyakan tingkat inovasinya, disebut sebagai yang pertama. Apalagi disebutkan dunia persilatan konstruksi. Maka jadilah gempar. Maklum pembaca blog ini khan memang dedengkot-dedengkot praktisi maupun ahli di bidang konstruksi. Pernyataan tadi seperti melempar pemantik api di atas rumput kering. Langsung hot dan terbakar deh. 😀

    Inovasinya meragukan ya pak. He, he, . . . .

    (lebih…)

  • Fasilitas pada blog berbasis WordPress.com memang OK.

    Betul, saat ini alamat blog “The Work of Wiryanto Dewobroto” yang lama (http://wiryanto.wordpress dan http://wiryanto.net) telah di-suspended akibat memuat file berhak-cipta dan tidak bisa diakses lagi. Padahal file penyebabnya juga aku dapat dari internet.  Meskipun demikian WordPress memberi fasilitas yang hebat, yang dapat mengakses kembali isi blog-ku tersebut. Ini khan tentunya sangat baik, mereka peduli pada hukum-hukum yang berlaku di negaranya, tetapi juga peduli dengan kepentingan pemakainya. Top deh.

    Jadi ada fasilitas admin untuk melakukan eksport/import, yaitu dengan memindahkan isi tulisan dari blog lamaku dan dipindahkan ke blog yang baru. Adanya fasilitas tersebut, juga menegaskan bahwa daripada mempertahankan blog yang kena kasus (hukum hak cipta) maka lebih baik buat alamat blog baru. Proses transfernya memang tidak otomatis penuh, maklum ada pertanyaan-pertanyaan yang perlu direspon agar fasilitas tersebut sukses bekerja. Materi yang ditransfer termasuk juga komentar-komentar pembaca.

    Hasil saja proses transfer tersebut tidak bisa menjanjikan pulih 100% pulih. Maklum gambar-gambar atau file digital yang di-upload pada alamat blog lama., menjadi tidak bisa diakses. Semua itu juga hilang bersamaan dengan mulainya blog lama tersebut di suspended.

    Intinya meskipun tidak semua bisa kembali, tetapi jelas itu akan sangat membantu. Oleh sebab itu kedepannya, saya akan mencoba menulis dan memperbaiki kembali threat lama yang bisa diimpor tersebut, sekaligus meng-up-dated materinya.

    O ya, akibat hilangnya alamat blog lama maka sejak itu akan dihapus semua file digital bukan milik saya, yaitu untuk menghindari terjadinya suspended lagi untuk blog ini. Jadi ebook gratisan sudah tidak ada lagi ya. 😀

     

  • Orang Indonesia itu pada dasarnya gigih, sehingga akan bertahan kuat jika menghadapi ancaman luar yang mengganggu kelangsungan hidup atau rejekinya. He, he, mungkin itu pula yang dilakukan orang-orang di DPR yang ngotot memperjuangkan hak angket untuk KPK.

    Hanya heran saja untuk teman-teman dosen struktur kayu, koq adem ayem saja. Padahal sudah beberapa tahun ini dari forum BMPTSSI sudah keluar rekomendasi bahwa mata kuliah Struktur Kayu, tidak lagi menjadi mata kuliah wajib di Jurusan Teknik Sipil di Indonesia. Mestinya dengan kondisi seperti itu, jika nantinya mata kuliah tersebut tidak dibuka, atau tidak ada khan berarti tidak lagi memerlukan keberadaan dosen struktur kayu. Nganggur dong dosennya !

    Lho pak Wir, apakah mata kuliah itu masih diperlukan. Bukankah sekarang ini untuk membangun hanya ada pilihan struktur baja atau struktur beton saja khan ?

    Suatu pertanyaan standar, yang mungkin itu juga ada di benak para dosen anggota BMPTSSI tersebut. Ini bisa dimaklumi karena cara pikir yang lagi trend di sini adalah link-and-match. Bahwa apa yang perlu diajarkan di perguruan tinggi adalah apa-apa yang menjadi kebutuhan dunia kerja yang ada. Cara berpikir yang menganggap bahwa perguruan tinggi hanyalah tempat untuk melatih anak-anak muda agar siap mengisi posisi sebagai pegawai, mengerjakan sesuatu pekerjaan yang telah rutin dilakukan.

    (lebih…)

  • Perkenalkan alamat baru blog “The Work of Wiryanto Dewobroto” yaitu http://wiryanto.blog

    Saya terpaksa berpindah ke alamat ini dari yang lama di http://wiryanto.wordpress.com dan juga http://wiryanto.net. Itu terjadi karena ada keteledoran memuat file berhak-cipta. Maksud hati ingin berbagi informasi ke teman-teman engineer lain, eh ternyata kena pasal dari DMCA. Jadi begitulah, blog dengan begitu banyak tulisan yang dibuat (sekitar 10 tahun), sampai sekitar 1000 artikel, menjadi tidak bisa diakses lagi. 😦

    (lebih…)

  • Seminar Nasional ke-2 Fakultas Sains dan Teknologi UPH, yaitu SNSRT 2017, telah sukses terselenggara tanggal 17 dan 18 Mei 2017.  Sukses karena banyak teman-teman mengasih selamat (maklum saya ketua pelaksana seminar tersebut), tidak ada complaint terkait pelaksanaan acara (ini tentunya karena kerja keras dari seksi acara yang dikomandoi pak Andry Panjaitan cs)  dan yang lebih penting lagi adalah karena secara keuangan tidak ada yang tombok. Ini semua tentunya cukup melegakan. Bayangkan saja, informasi seminar tersebut yang berupa poster baru bisa ditayangkan pada akhir bulan Januari 2017. Ini posternya yang aku desain khusus dengan program Adobe Indesign.

    poster-snsrt-uph-2017_18Jan

    Ini poster awal, yang bahkan belum mencantumkan siapa-siapa Invited Speaker yang akan diundang.  Nggak tahu apa karena warnanya atau foto gedung UPH-nya, ternyata informasi yang disampaikan tentang seminar tersebut dapat menarik banyak peserta. Tahu sendiri khan, promosinya relatif murah, hanya pakai medsos dan email saja. Jadi ketika batas penerimaan abstrak, yaitu awal Mei, ada sekitar 147 kiriman abstrak yang masuk.

    Jelas itu sesuatu yang tidak kuduga, padahal sebelumnya agak pesimis dengan jumlah peserta yang akan hadir. Dibayangkannya hanya sekitar Jabodetabek, ternyata tanggapannya datang dari 14 kota di Jawa (a.l. Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Bandung, Bogor, Cianjur), Sumatera (a.l. Padang, Medan, Lampung), dan Kalimantan  (Palangka Raya).

    Dengan jumlah abstrak yang masuk tersebut maka prosidingnya bisa lebih dari 1000 halaman. Itupun jika para pemakalah disiplin membatasi makalahnya maksimum 8 halaman. Jika lebih, wah ribet urusannya. Meskipun kebayang akan bagaimana tebalnya (mahalnya) prosiding, padahal anggarannya telah ditetapkan. Hanya saja jumlah abstrak masuk yang banyak, juga membuat para panitianya bersemangat dan percaya diri untuk mengundang beberapa invited speaker sekaligus untuk memeriahkan acara tersebut. Inilah poster seminar final yang memuat para invited speaker yang dimaksud.

    poster-snsrt-uph-2017-FINAL

    Desain poster seminar relatif sederhana, tetapi efektif lho. Lihat saja nggak sampai dua bulan, sudah ratusan yang memberikan tanggapan berupa abstrak. Jujur saja, untuk masalah desain, saya memang penggemar Google style, sederhana. Sampul-sampul buku yang aku buat juga seperti itu, to the point.

    Akhir pengumpulan makalah penuh atau full paper ternyata jumlahnya berkurang dari jumlah abstrak yang masuk. Jadi pemakalah seminar menjadi 112 paper saja, tapi itupun datang dari 40 institusi terpisan, dan yang dari luar pulau juga tetap commited untuk hadir. Ini adalah daftar institusi pengirim makalah:

    1. Indonesia International Institute for Life Sciences
    2. Institut Sains Terapan dan Teknologi Surabaya
    3. Institut Pertanian Bogor
    4. Klinik Kesehatan LPMP Sumatera Selatan Kemendikbud RI
    5. Politeknik ATI Padang
    6. Politeknik Negeri Bandung
    7. Politeknik Negeri Semarang
    8. Poltekkes Kemenkes Surabaya
    9. PT. Matahari Putra Prima
    10. P.T. Pratama Industri, Sukabumi
    11. PT. Bima Sakti Geotama
    12. Pustek Keselamatan dan Metrologi Radiasi – BATAN
    13. Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana
    14. Sekolah Tinggi Teknik Surabaya
    15. Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
    16. Universitas Atma Jaya Yogyakarta
    17. Universitas Brawijaya
    18. Universitas Gadjah Mada
    19. Universitas Hang Tuah Surabaya
    20. Universitas Ibn Khaldun
    21. Universitas Indonesia
    22. Universitas Indraprasta PGRI
    23. Universitas Katolik Parahyangan
    24. Universitas Kristen Indonesia
    25. Universitas Kristen Krida Wacana
    26. Universitas Kristen Maranatha
    27. Universitas Malahayati
    28. Universitas Muhammadiyah Purwokerto
    29. Universitas Negeri Medan
    30. Universitas Padjadjaran
    31. Universitas Palangka Raya
    32. Universitas Pelita Harapan
    33. Universitas Pembangunan Nasional
    34. Universitas Pendidikan Indonesia
    35. Universitas Tama Jagakarsa
    36. Universitas Tarumanagara
    37. Universitas Trisakti
    38. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
    39. Universitas Sumatera Utara
    40. Universitas Suryakancana Cianjur

    Dengan jumlah sebegitu banyak, maka dapat hadir di acara tersebut tentunya dapat juga digunakan untuk meluaskan jaringan pertemanan (networking) dari komunitas ilmiah yang ada. Ini adalah salah satu kelebihan menulis call-for-paper di seminar dibanding menulis di jurnal ilmiah. Untuk kualitas mutu penulisan, tentunya yang di jurnal ilmiah lebih tinggi karena review-nya dapat lebih detail.

    Ini dokumentasi foto-foto selama seminar berlangsung, bagi para peserta seminar melihat foto-foto ini tentunya penting.

    bersama1
    Gambar 1. Pembukaan acara diawali oleh MC

     

    (lebih…)

  • Ada undangan dari HAKI Komda Sumatera Utara untuk menjadi narasumber pada seminar HAKI tanggal 28 Juli 2017 di hotel Grand Swiss Bellhotel, Medan. Adanya undangan seperti itu tentunya aku sambut dengan bangga dan senang hati.

    (lebih…)

  • Banyak alasan memilih kehidupan menjadi dosen dibanding praktisi di lapangan. Namun ada juga yang berpikir bahwa kehidupan dosen itu monoton, maklum dianggapnya hanya mengajar materi yang relatif sama kepada mahasiswanya dari semester ke semester, lalu bertahun-tahun juga akhirnya. Adapun yang selalu baru hanya muridnya. Itu tentunya dengan catatan bahwa muridnya pintar-pintar dan selalu lulus mata kuliah yang diajarkan. Itu penting karena kalau muridnya banyak yang tidak lulus, maka yang dituduh tentu dosennya. Kesannya, dosennya tidak mampu mengajar. 😀

    Adanya pendapat seperti di atas itulah yang menimbulkan cara pandang pada masyarakat bahwa kehidupan praktisi di lapangan adalah dunia yang nyata. Mereka dapat berbangga, karena mereka ketemu masalah yang selalu baru. Dinamis, begitu pernyataannya. Mereka bahkan berpikir bahwa negaranya maju adalah berkat karya nyata mereka, bukan karena pernyataan para teoritis di kampus, yang notabene adalah dosen-dosen yang disebut monoton di atas.

    Apakah seperti itu kehidupan seorang dosen dalam kaca mata sehari-sehari.

    Sebagai seorang yang melakoni kehidupan dosen yang dimaksud, maka pandangan di atas tidak bisa disalahkan. Tugas utama dosen, sehingga mereka mendapatkan gajian adalah mengajar murid-murid mahasiswanya. Jika tidak ada mahasiswa yang diajar, maka bisa-bisa institusinya akan memindahkan dosen yang bersangkutan karena membebani anggaran belanjanya. Jadi kehidupan sebagai pengajar adalah utama, jika tidak mau gajinya dicoret. 😦

    Nah dalam mengajar tersebut, maka yang utama adalah membuat pintar murid-muridnya, kalau bisa mereka dapat lulus semua. Itu tentunya tidak sekedar lulus, tetapi berharap bahwa ilmu yang diajarkan dosen dapat menjadi bekal para alumninya untuk berkiprah di dunia nyata setelah lulus.  Jika tujuan itu dapat dicapai, maka tidak ada tuntutan lagi bahwa materi yang diajarkan selalu baru tiap tahunnya. Paling-paling cuma mengikuti peraturan pemerintah yang terkait dengan materi yang diajarkan tersebut.

    Lho maksudnya itu apa pak Wir, koq terkait peraturan pemerintah segala ?

    Yah memang, itu mungkin hanya berlaku untuk materi kuliah yang aku ajarkan. Maklum, aku khan mangajarkan mata kuliah terapan, seperti Struktur Baja, Struktur Kayu, dan semacamnya. Kalau materinya bersifat dasar, seperti Matematika dan Fisika maka jelas pernyataan saya di atas, tidak berlaku.

    Materi struktur baja dalam aplikasinya, seperti perencanaan jembatan baja atau gedung baja dapat terkait dengan keamanan publik. Untuk memastikan itu, maka pemerintah membuat suatu peraturan khusus, untuk mensyaratkan setiap perencanaan yang dibuat harus memenuhi ketentuan minimum untuk menjamin keamanan bangunan terhadap hal-hal khusus, seperti beban gempa dsb. Peraturan tersebut bisa berubah sesuai dengan perkembangan jaman.

    Lho koq bisa berubah ya pak. Apakah ilmu-ilmu yang diajarkan di perguruan tinggi itu juga berubah, siapa yang merubah dan dimana perubahan itu dapat dilihat / diketahui ?

    Ini suatu pertanyaan filosofi. Tidak setiap orang dapat menjawabnya, apalagi kemudian dikaitkan dengan kehidupan dosen, yang dianggap sebagian orang adalah kehidupan tidak nyata (teoritis) dan stagnan (monoton dan tidak dinamis). Apakah dengan demikian perubahan yang dimaksud dihasilkan oleh para praktisi di lapangan ?

    (lebih…)

  • Bekerja sebagai dosen di kampus sebenarnya tidak senang jika disebut dosen killer. Nggak ada untungnya di era jaman sekarang ini, yang jika tidak puas sedikit mahasiswanya bisa saja langsung demo (tapi nggak sampai teriak-teriak di jalan). Apalagi mengajarnya di kampus swasta, yang sumber pendapatan utamanya adalah SPP mahasiswa.

    Itu makanya saya harus bekerja keras membuat materi-materi lengkap untuk mengajar. Karena lengkapnya maka sampai-sampai laku ketika dibuat menjadi buku. Itu salah satu alasan mengapa saya rajin menulis buku (buku yang aku maksud di distribusikan LUMINA Press). Karena materi yang saya ajarkan relatif banyak, itu lho yang mata kuliah Struktur Baja. Semua materi yang kutulis di buku, yaitu sekitar 900 halaman adalah materi untuk mata kuliah Struktur Baja I, II dan III di Universitas Pelita Harapan. Oleh sebab itu saya sadar, kalau mereka harus menghapal rumus-rumus di buku, pasti banyak yang fail. Oleh sebab itu dalam ujian-ujiannya maka mereka boleh membuat dan membuka catatan tangan yang mereka buat (bukan open books lho).

    (lebih…)