• Pemahaman yang dihasilkan oleh pengajaran luhur dari tradisi atau perintah agama, yaitu menolong orang miskin, terlantar dan papa, ternyata bersifat universal. Itu tidak hanya berlaku di Indonesia tetapi juga di negara-negara lainnya.

    Ada kejadian yang menarik di China, kasusnya hampir sama seperti yang terjadi di Jakarta dimana telah ditemukan uang jutaan di gerobak pengemis yang ternyata berpura-pura saja. Di China kasusnya bahkan lebih menarik lagi, yang urutan kejadiannya berhasil direkam oleh wartawan. Untuk itu dipersilahkan sendiri untuk melihatnya dalam rangkaian foto-foto berikut.

    (lebih…)

  • Kreatif dan penuh inovasi, jargon yang seringkali diharapkan ada pada anak-anak muda lulusan perguruan tinggi. Harapannya, jika nanti setelah mendapatkan pekerjaan, tentunya dapat berlanjut terus kepada pengembangan diri dan karirnya, untuk akhirnya bisa “memberi sesuatu” bagi masyarakat dan bangsa.

    (lebih…)

  • Jarang di Indonesia, kita mendengar terjadinya keruntuhan bangunan gedung yang fenomenal sebagaimana pernah terjadi pada jembatan (Ingat tentang runtuhnya jembatan Kertanegara, November 2011 tempo hari. Ini ulasan saya mengenainya).

    Apakah itu berarti pelaksanaan konstruksi bangunan gedung lebih aman dibanding konstruksi jembatan ?

    (lebih…)

  • Memang benar, pada pendidikan sarjana teknik sipil, tidak ada mata kuliah yang secara khusus mempersiapkan mahasiswanya mahir presentasi. Seakan-akan itu dianggap sebagai suatu ketrampilan bawaan mahasiswa.

    (lebih…)

  • Kehidupan menjadi guru atau dosen itu memang warna-warni. Itu menurutku, tetapi mungkin juga bagi orang lain bisa berbeda. Bahkan mungkin ada yang heran juga, apakah bidang itu mencukupi (untuk mencari nafkah).

    (lebih…)

  • Jika membaca judul threat ini, jangan merasa kaget. Judulnya sih memang memberi kesan “nyolot”, tetapi itu aku pilih karena itulah kesan mendalam yang kudapat dari acara di Jogja kemarin. Untuk diketahui, pada hari Minggu tanggal 10 November 2013 kemarin, aku datang memenuhi undangan adik-adik di Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta, untuk menjadi salah satu pembicara tamu pada acara Seminar Nasional dengan tema “Strategi Perancangan Bangunan Tinggi Tahan Gempa”. Ini infonya.

    Acaranya sendiri menurutku luar biasa, istimewa, maklum aku bisa duduk bersama pembicara tamu lainnya yang merupakan wakil-wakil perguruan tinggi ternama. Lihat saja, Prof. Bambang Suhendro (UGM) dan Dr-Ing. Yosia I. Rastandi (UI). Nah, aku khan mewakili UPH perguruan tinggi swasta yang relatif masih muda usianya. Jadi acara tersebut tentunya memberi kesan khusus padaku.

    (lebih…)

  • Minggu lalu baru saja selesai mengikuti acara seminar Konteks 7 di kampus UNS yang diselenggarakan oleh bapak Dr. Tech. Sholihin As’ad dan teman-teman.  Dapat bertemu dengan teman-teman sesama dosen dari banyak kampus di Indonesia. Begitulah cara para “guru” perguruan tinggi bersosialisasi. Acara seminar tersebut ternyata mendapat sambutan hangat, informasi yang aku dapat bahwa ada sekitar 215 makalah yang dipresentasikan. Memang sih, materinya tidak sekedar struktur, tetapi bidang teknik sipil yang lain.

    Jaman sekarang ini, pengikut seminar dan pembuatan makalah kelihatannya semakin meriah. Mungkin karena dampak sertifikasi DIKTI, yang mewajibkan setiap dosen untuk melaporkan kinerjanya tiap 6 bulan sekali. Kemungkinan itu aku sampaikan karena kelihatannya yang dipentingkan adalah bahwa makalahnya diterbitkan dalam prosiding dan diperoleh sertifikat. Kenapa begitu, karena ketika kemarin aku presentasi, peserta yang mendengarkan di kelas tersebut tidak lebih dari 10 orang. Bahkan kebanyakan mereka adalah para pemakalah juga yang sedang menunggu giliran presentasi, memprihatinkan ya . 😦

    Kondisi itu sudah aku perhatikan sebelumnya pada beberapa seminar semacam itu, yaitu jika peserta dan pemakalah adalah sesama dosen. Kenapa ya, . . .  ke depan, kelihatannya strategi yang dipilh harus diubah. Paper yang dipresentasikan harus dipilih, kalau tidak maka sia-sia. Memang sih, bagi golongan yang sekedar mengejar kum maka event seperti itu adalah yang paling diharapkan.Tetapi bagi golongan teman-teman yang ingin mendapat respon atau tanggapan bagi pengembangan karya ilmiah maka tentu akan kecewa, maklum pada cuek. 😀

    Nah karena itulah maka event tanggal 10 November 2013 di kampus UNY, Yogyakarta, diharapkan akan berbeda.

    (lebih…)

  • Merek kecap yang dijual harus No.1, dan sangat istimewa. Begitulah kira-kira analogi kalau orang ingin sukses dalam mempromosikan produknya.

    (lebih…)

  • Pilihan hidup menjadi guru adalah menarik. Maklum, tidak bisa berjauhan dari yang namanya belajar dan mengajar. Tidak hanya di kampus tempatnya terdaftar sebagai staf pengajar dengan mahasiswa-mahasiswanya, tetapi juga dimana-mana, tentu saja sejauh ada yang meminta untuk mengajar. Kalau tidak, ya tentu nggak bisa mengajar secara langsung.

    Tahun ini, tepatnya tanggal 10 November 2013, pada hari Minggu, saya diundang untuk mengajar di UNY, Yogyakarta, bersama-sama dengan dua pakar lain, yaitu Prof. Bambang Suhendro (UGM) dan juga bapak Dr.-Ing. Josia Rastandi (UI). Topiknya adalah bangunan tinggi tahan gempa.

    Ini poster yang telah dibuat tentang seminar yang aku maksud :

    poster-seminar-uny-10-nov-2013_
    Seminar Nasional UNY, Yogyakarta, 10 November 2013

    Bisa bertemu bersama dengan dua pakar di bidang teknik struktur, tentu sangat menarik. Bagi adik-adik mahasiswa yang tertarik menggeluti bidang “structural engineering” maka seminar yang diadakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta tentu perlu dipertimbangkan. Apalagi kontribusinya relatif sangat murah, jika dibandingkan dengan seminar serupa yang diadakan di Jakarta tentunya. Hanya saja saya kuatir, makalah saya (yang belum saya submit) apakah bisa di-copy-khan belum ya, maklum seperti biasa makalah seminarku khan tebal-tebal 😀 .

    O ya, kira-kira materi yang aku bawakan nanti pada seminar tersebut adalah sebagai berikut:

    Strategi Perancangan Bangunan Tinggi Tahan Gempa[1]

     Wiryanto Dewobroto

    Universitas Pelita Harapan

     

    Abstrak

    Pencapaian ekstrim di suatu bidang, umumnya dapat dikaitkan dengan ilmu penge-tahuan dan teknologi yang terkini. Seperti misalnya : keberadaan pesawat terbang tercepat, orang tentunya ingin mengetahui teknologi mesin seperti apa yang dipakai, siapa atau negara pembuat, dan sebagainya. Pada bidang teknik sipil juga seperti itu, pencapaian ekstrim apa yang ada, juga tentang ilmu pengetahuan dan teknologi yang mewujudkannya. Hanya saja bidang itu cakupannya luas, menyangkut berbagai wujud bangunan fisik kasat mata. Salah satu yang tetap menarik adalah keberadaan bangunan gedung tinggi dan risikonya terhadap bahaya gempa, apakah aman atau tidak jika itu terjadi. Maklum, bangunan gedung tinggi adalah produk rekayasa teknik sipil yang dekat dengan masyarakat awam, bahkan jadi tempat kehidupannya sehari-hari. Perkembangan bangunan gedung tinggi saat ini, sangat pesat. Tidak lagi sekedar gedung tinggi atau super-tinggi, dengan selesainya Burj-Khalifa Tower, Dubai (828 m, 2010), maka era gedung mega-tinggi dimulai. Apalagi jika ditambah kabar rencana bangunan gedung mega-tinggi (> 600 m) di Jakarta (CTBUH 2012). Oleh karena itu, tidak salah kiranya para praktisi dan akademisi di bidang rekayasa teknik sipil perlu mempersiapkan diri, dan mempelajari strategi perancangan yang dipakai. Itulah salah satu maksudnya, mengapa makalah ini ditulis, yaitu pengenalan lebih dekat, melalui pendekatan komprehensif tetapi memotivasi, berdasarkan falsafah ilmu struktur untuk memahami kemajuan rekayasa teknik sipil pada gedung-gedung high-rise, super-tall maupun yang trend saat ini : mega-tall. Tentu saja, untuk itu semuanya maka bangunannya harus tahan gempa dan tahan terhadap angin yang besar.

    Key words : tall-building, super-tall, mega-tall, tahan gempa, daktail


    [1]    Seminar Nasional “Strategi Perancangan Bangunan Tinggi Tahan Gempa”, Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta,  10 November 2013, Ruang Aula KPLT Lt. 3 FT-UNY, Yogyakarta.

    O ya, materi yang aku berikan adalah pengembangan dari materiku sebelumnya. Baik yang aku bawakan di UAJY (Jogja), YAI (Jakarta) atau Unrika (Batam).  Maklum, materi lama masih tetap valid dan perlu ungkapkan lagi. Sekaligus juga agar mendapat tanggapan yang lebih baik, agar nanti kalau jadi buku akan lebih berbobot. 😀

    Jadi bagi teman-teman atau adik-adik mahasiswa yang belum pernah mendengar uraianku tentang gedung tinggi, maka aku tinggi ya di event tersebut.

    O ya, besok hari Kamis – Jumat 24-25 Oktober 2013 aku juga berkunjung ke UNS, Solo ke event Konteks 7. Pada event tersebut makalah yang aku bawakan tentang Struktur Baja, khususnya aplikasi Direct Analysis Method (AISC 2010). Tapi yang tentu saja waktunya sangat-sangat terbatas dibanding yang akan diadakan di Jogja nanti. Bayangkan, waktu presentasi di Konteks 7 hanya 15 menit, bandingkan yang di UNY (Jogja) sesuai jadwal adalah 50 menit.  Nah, lumayan khan 50 menit untuk mengajar. Guru nih ye . . . 😀 .

    Catatan : saat ini pihak penerbit LUMINA Press sedang menjajagi kerja sama dengan pihak UNY, khususnya Ketua Jurusan Teknik Sipil. Moga-moga bukuku yang terbaru tentang SAP2000 dapat juga di jual pada event tersebut. Moga-moga berhasil deal-nya.

  • Membaca berita-berita yang beredar saat ini kelihatannya harus disikapi hati-hati. Jika tidak, maka apa yang diharapkan pasti tidak akan kesampaian dan hanya kecewa akibatnya.

    Berita yang aku maksud adalah tentang mobil murah.  (lebih…)