• Kadang-kadang bangga juga terdaftar dalam komunitas penulis, kesannya eksklusif.

    Lho, emangnya bapak penulis ? Bukankah bapak ini hanya seorang guru ?

    Betul. Gajian tiap bulannya sih guru. Tapi tiap semester terima royalti juga lho dari penerbit. Itu khan namanya penulis profesional. Kalau penulis blog di wordpress seperti ini khan hanya hobby doang. Jadinya disebut penulis amatir. ๐Ÿ˜‰

    (lebih…)

  • Rasanya, nggak habis-habis kita mendengar istilah teroris. Saat ini yang disebut teroris sedang beraksi di Mumbai, India. Sebelumnya kita mendengar itu, dalam kaitannya dengan peristiwa bom-bom yang sering terjadi di tanah air, tempo hari. Ketika pelakunya belum tertangkap, media selalu heboh dengan dugaan-dugaan tentang keberadaan teroris tersebut, sampai pada akhirnya orang yang dianggap teroris tersebut tertangkap. Hebat juga itu polisi. ๐Ÿ˜‰

    (lebih…)

  • Terus terang judul di atas saya comot langsung dari berita detik.com . Kelihatannya ini berita menarik, karena sudah ada yang langsung memberi reaksi. Tersinggung gitu ! Ya gimana lagi, yang memberi pendapat seperti judul di atas ternyata tidak sembarangan, yaitu bapak Prof Syafi’i Ma’arif, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah. Jadi pastilah akan terjadi silang pendapat di masyarakat, mengamini atau tidak.

    (lebih…)

  • Ketika mendengar kata “plagiat”, maka aku jadi ingat diskusi kemarin dengan Prof. Bambang, bahwa pada tahap Ujian Terbuka-pun promovendus bisa saja mengalami kegagalan !

    (lebih…)

  • Jadi guru jaman sekarang kelihatannya lebih susah, tidak bisa sekedar hanya mengandalkan ijazah saja.

    Kenapa ?

    Karena untuk meningkatkan karier (gaji) di jaman sekarang ini perlu dievaluasi kompetensi dan perannya sebagai agen pembelajaran melalui penyusunan portofolio.

    (lebih…)

  • Jika anda pembaca setia blog ini, secara sadar atau tidak, cukup banyak saya bercerita tentang hal-hal yang dianggap sukes yang telah saya kerjakan. Biasa, sangat manusiawi, maunya kelihatan yang baik-baik saja. Saya kira sebagian besar dari kita juga demikian.

    (lebih…)

  • Meskipun semua persyaratan untuk sidang terbuka sudah selesai, sehingga mestinya akhir tahun ini beres ! Tapi apa daya, jadwal acara di bulan November dan Desember di UNPAR sudah penuh. Oleh karena itu setelah dipilih waktu yang paling tidak beresiko, maka jadinya baru di awal bulan Januari tahun depan. Yah, bagaimanapun harus disyukuri, minimal ada bulan Desember, waktu untuk bagi-bagi undangan untuk ujian terbuka tersebut. ๐Ÿ˜‰

    (lebih…)

  • Seperti biasa, komentar yang masuk cukup bervariasi. Salah satunya ini.

    Sore Mr Wiryanto..boleh numpang nanya.. ?

    saya menemukan suatu kasus dimana ada sebuah gedung yang sudah berumur +/-20 tahun, terjadi penurunan/lendutan pada tengah balok tepat di atas entrance (pintu masuknya).

    agar pintu tetap bisa digunakan maka setiap kali pintunya seret (pintu kaca) maka mereka (pemilik gedung) membobok sisi bawah balok/bagian yang melendut tersebut sampai sekarang sudah terlihat tulangannya. memang bentang antar kolomnya sangat besar.

    Nah, kira2 ada suggest pak ? terlebih lagi ada rencana untuk merubah fasade bangunan tersebut (pakai curtain wall)…

    terima kasih

    taufik

    Suatu kasus yang menarik, apalagi ternyata masalah pak Taufik di atas juga telah dikirim ke milis dan telah banyak mendapat tanggapan, yang umumnya berupa resep “to the point”.

    Oleh karena itu saya mencoba memberi suatu pemikiran yang berbeda, saya akan mencoba masuk pada falsafah permasalahan, baru kemudian mencoba mencari solusi. Moga-moga membantu.

    Ada balok beton yang berumur 20 tahun melendut, tapi belum runtuh. Meskipun berperilaku daktail, tetapi adanya lendutan tersebut telah menunjukkan bahwa dengan konfigurasi beban yang ada, balok tersebut tidak berfungsi dengan baik. Apabila tidak diperhatikan dengan baik, yaitu dilakukan perawatan dan perbaikan, maka keruntuhan hanya masalah waktu saja. Moga-moga pada saat runtuh nanti, tidak ada orang dibawahnya. ๐Ÿ˜‰

    Bagi pengawas bangunan, hal tersebut patut diperhatikan, khususnya bila itu bangunan publik. Pemilik bangunan diberi pengertian. Bila tidak peduli, dan ternyata nanti menimbulkan bencana maka pemilik bangunan tersebut bisa dituntut. Bila karena alasan biaya belum ada, maka minimal perlu dilakukan tindakan-tindakan yang mengurangi resiko timbulnya bencana itu.

    (lebih…)

  • Komentar Wiryanto : Iseng-iseng browsing journal, eh ketemu proceeding gratis. Tentang struktur lagi, wah cukup menarik. Siapa tahu yang lain juga tertarik

    Proceedings of the 6th International Conference on Computation of Shell and Spatial Structures
    IASS-IACM 2008: โ€œSpanning Nano to Megaโ€
    28-31 May 2008, Cornell University, Ithaca, NY, USA
    (lebih…)

  • Untaian kata di atas sering kita dengar, bahkan telah dijadikan iklan berdurasi mini untuk menyatakan bahwa pemimpin adalah sebaiknya begitu “sedikit bicara banyak kerja“.

    Sepintas, terkesan suatu kebenaran yang tidak perlu dibantah lagi. Anda mestinya setuju seperti itu bukan ?

    Bagi yang setuju, pastilah berpikir bahwa pendapat tersebut tentunya ditujukan kepada orang yang banyak membual tetapi tidak bisa menunjukkan bukti dari omongannya tersebut. Jadi “bicara” yang dimaksud adalah “yang bersifat bualan omong kosong“. Padahal kita tahu, bahwa seorang pemimpin adalah mengarahkan atau memberi arahan, dan arahan yang baik adalah jika dapat dikomunikasikan kepada orang-orang yang dipimpinnya. Begitu bukan ?!.

    Salah satu cara komunikasi yang paling efektif adalah bicara atau menulis, seperti ini bukan. Jadi jika seorang pemimpin sedikit bicara, bagaimana bisa dianya memberi arahan yang tepat bagi orang-orang yang dipimpinnya.

    Oleh karena itu aku jadi bingung dengan maksud iklan tersebut. Juga komentar seorangย terhadap presiden kita, yang isinya seperti ini : ‘SBY Banyak Bicara Sedikit Kerja’ – Vina Nurul Iklima

    Apakah yang dimaksud dengan “bicara” pada iklan atau artikel tersebut adalah “banyak membual” ?