• Komentar Wiryanto : Artikel bergambar di bawah ini diperoleh dari milis asing, tidak diketahui sumber pembuatnya. Meskipun demikian jalan ceritanya cukup logis untuk menjadi pertimbangan dalam mengantisipasi bahaya susu bermelamin.

    Kenapa penting ?

    Karena saya pernah membaca, ada ahli (??) yang menyatakan bahwa melamin dalam jumlah kecil tidak apa-apa. Ini khan bisa berbahaya jika digunakan orang untuk tujuan tertentu.

    Ada pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati. Jadi harapannya informasi ini cukup berguna untuk maksud tersebut.

    Semoga.

    (lebih…)

  • Berita dari Kassel, Jerman

    Prof Dr.-Ing. Harianto Hardjasaputra sudah hampir satu bulan ini tidak ada di UPH. Beliau saat ini sedang berada di Jerman dalam rangka visiting profesor, karena mendapatkan grand research selama tiga bulan dari DAAD. Jadi wajar saja kalau Jurusan Teknik Sipil UPH menjadi lebih sepi, beliau khan senior yang menjadi pilar utamanya. Tapi kondisi ini khan hanya sementara, jadi jangan dikuatirkan, toh itupun demi kemajuan negeri ini juga khan.

    (lebih…)

  • Tepat pada tanggal 21 Oktober beberapa puluh tahun yang lalu, seorang ibu ditemani oleh suaminya telah melahirkan dengan selamat seorang bayi laki-laki, anak pertamanya. Suka cita dan syukur dipanjatkan kehadirat Allah, bahwa kelahiran anaknya lancar, sehat walafiat dan tidak kurang sesuatu apapun. Sejak itu, bayi tersebut tumbuh besar dan yang nantinya menjadi kakak dari tiga adik-adiknya meramaikan keluarga ibu tersebut dan suaminya.

    Waktu bolehlah berlalu, empat puluh tahun lebih telah terlewati, kedua suami istri yang diceritakan di atas sekarang telah menjadi kakek dan nenek dari 9 cucu-cucunya masih saja menyempatkan diri di pagi-pagi hari via interlokal dari Jogja untuk menyampaikan ucapan selamat dan berbahagia atas berkat dan karunia Tuhan bahwa bayi laki-lakinya yang saat ini telah menjadi guru, dari para insinyur, ternyata masih diberi kesempatan ada di dunia ini dengan kesehatan yang tidak kurang sesuatu apapun sekaligus masih juga dipenuhi oleh rasa syukur akan kehidupannya ini.

    Perhatian dari antar anggota keluarga merupakan suatu kebiasaan yang telah bertahun-tahun dilaksanakan. Jelas itu juga merupakan suatu berkat juga, bahwa keberadaannya masih diberi makna dan diingat. Anggota keluarga yang dimaksud adalah dari orang-tua, adik-adik, dan tentu juga tidak lupa adalah dari istrinya juga. Bahkan istrinya itu pula yang mengucapkan selamat ulang tahun pertama kali ketika baru saja bangun dari tidur. Anak-anaknya tidak lupa, meskipun sehari sebelumnya, ibunya anak-anak sudah mewanti-wanti dengan tegas. 😉

    Saya kira itu suatu kehidupan yang wajar dari setiap anggota keluarga yang saling menghormat, mengasihi dan memberi perhatian satu sama lain. 😉

    Tidak ada yang istimewa, karena memang seperti itulah yang disebut keluarga. Iya khan.

    Tapi yang berikutnya berbeda. Mau tahu ?

    (lebih…)

  • Silahkan baca terlebih dahulu pertanyaan sdr Rendy, mahasiswa teknik sipil tahun pertama sbb :

    salam kenal pak wir..
    saya rendy, mahasiswa t. sipil unpar (univ. parahyangan). baru masuk tahun ini (semester I). saya mau bertanya.

    1. apakah d saat melamar pekerjaan nanti, lulusan darimana seseorang itu berpengaruh ? saya dengar dr org2 katanya klo yg univ. negri lebih d prioritaskan di bandingkan dengan yang swasta ..
    2. dan terakhir..saya denger2 dr org2 yg juga civil engineer.. ktnya t.sipil unpar itu bagus.. termasuk salah satu yg di perhitungkan..apakah benar demikian..?

    bagaimana menurut bapak menanggapi pertanyaan2 saya tersebut..?

    Saya kira cukup menarik pertanyaan tersebut untuk diulas, saya yakin banyak anak-anak muda serupa yang mempunyai pertanyaan sama mirip. Khususnya bagi mereka yang tengah memikirkan masa depannya nanti. Idenya seperti halnya seseorang musafir (pengelana) yang menemui persimpangan jalan, jika yang bersangkutan asing maka dalam benaknya pasti timbul pertanyaan: “Jalan mana yang sebaiknya dipilih agar sampai pada tujuan“, dan bila sudah dipilih jalannya, maka ketika ragu (misal menemui halangan) maka akan timbul pertanyaan yang serupa seperti itu tadi. “Apakah sudah benar jalan yang aku pilih ini ? ”

    Jadi pertanyaan itu timbul karena adanya keragu-raguan terhadap apa yang menjadi pilihannya (universitas tempatnya belajar sekarang). Keragu-raguan tersebut tentu dikaitkan dengan apa yang diharapkan nantinya. Jika nantinya saja tidak tahu, atau cuek, maka tentu tidak ada pemikiran seperti itu. Dari pertanyaan yang diajukan oleh saudara Rendy di atas, maka apa yang diharapkannya cukup jelas dan sederhana, yaitu setelah lulus sekolah maka ingin mendapat kerja yang baik. Tentu itu ada kaitannya dengan harapan agar kesejahteraan hidupnya terjamin nanti. Betul bukan ?! 

    (lebih…)

  • Judul di atas sangat berkesan provokator ! Tapi jangan salah, itu fakta yang terjadi di Padang, di universitas negerinya Andalas. Tidak percaya ? Silahkan up-dated dulu dengan membaca harian kompas berikut.

    (lebih…)

  • Telah tertanam di dalam benak kebanyakan orang, bahwa Indonesia adalah negeri aman sentosa, penduduknya ramah-ramah, suka damai dan tidak suka kekerasan.

    Itu yang aku ingat ketika kecil dulu, memang benar rasanya demikian saat itu. Tetapi dengan bertambahnya umur, dengan bertambahnya wawasan dan juga mungkin karena kebebasan informasi semakin mudah, maka pemahaman seperti itu mulai luntur. Sekarang koq rasanya sering terdengar, atau terbaca bahwa banyak kejadian kekerasan, tidak hanya di Jakarta  tetapi juga di kota-kota lain, semakin merata saja dimana-mana.

    (lebih…)

  • Paham dan dapat memaknai arti kehidupan bagi seorang manusia adalah penting. Tetapi saya melihat, kelihatannya tidak semua orang dapat memahaminya, bahkan terlihat kesan bahwa karena alasan-alasan lain maka kehidupan manusia itu dapat dinomor-duakan.

    (lebih…)

  • Berita tentang DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) di Jakarta tidaklah terlalu bergema, apalagi yang tidak membaca koran. Tetapi tentang hal tersebut ternyata berbeda jika berada di kota Yogyakarta. Karena baru saja mudik, maka tahulah bahwa permasalahan tentang keberadaan Sri Sultan sebagai Gubernur cukup menarik perhatian bagi penduduk kota Jogjakarta. Koran-koran lokal, harian Kedaulatan Rakyat banyak memuat artikel tentang itu, bahkan ada juga spanduk di jalan-jalan di tepi kampung yang intinya “tetap mendukung Sri Sultan atau penerusnya sebagai Gubernur DIY“.

    (lebih…)

  • Istilah mudik tentu tidak asing lagi, bahkan sering dikaitkan dengan kemacetan lalu-lintas yang terjadi, baik di tol Cikampek, atau tol Kanci, atau bahkan di jalur selatan, Nagrek. Tetapi saya yakin tidak semua orang berkesempatan ‘menikmati’ apa itu yang namanya mudik tersebut.

    Menikmati ? . Yah seperti saya tadi pagi yang baru saja kembali ke Jakarta setelah hampir seminggu di Jogja, mudik. Jangan bayangkan jika datengnya pagi pk 8.00 berarti berangkatnya adalah kemarin sore. Ternyata berangkatnya kemarin pagi juga, pukul 9.00. Jadi hampir 23 jam di perjalanan.

    (lebih…)

  • Dear Colleagues,

    Once again I write to remind you of the approaching deadline (30 September 2008) for submitting abstract to International conference of EACEF, Malaysia, 4 – 6 August 2009.

    With the supporting from all of you, now we can announce that the 2nd International Conference of EACEF will be hosted by Universiti Teknologi Malaysia (UTM), jointly organized by UTM and UPH.

    You can find the detail of this international conference in this brochure or our website

    http://eacef.wordpress.com/ and http://www.apsec2009.com

    As the appreciation for Indonesian Civil Engineer as the initiator of 1st EACEF Conference, the Organizing Committee has agreed to encourage more Indonesian participants in the 2nd EACEF International Conference by giving special conference fees for RM 600 (USD200) instead of RM 1000 (USD 350). This special conference fee is valid only for participant from Indonesia (Indonesian Citizenship).

    To confirm this special conference fee, please contact us through e-mail:

    reg­_eacef@yahoo.com

    Based on your information, we will coordinate with the Organizing Committee in UTM for ensuring this special conference fee.

    We, as the Organizing Committee of Indonesian’s Chapter, will try our best to make your participant in the 2nd of EACEF Conference becoming happen.

    Best Regards,
    Prof. Dr.-Ing. Harianto Hardjasaputra

    International Advisory Committee
    (Indonesian’s Chapter)