Di kampusku sendiri memang belum ada program S2 teknik sipil kekhususan ilmu struktur. Adanya baru S2 teknik sipil kekhususan manajemen konstruksi, itupun posisinya di tengah kota Jakarta, bukan di kampus Karawaci. Oleh sebab itu aku tidak mempunyai murid bimbingan di level S2 di kampusku sendiri. Hanya saja ada satu perguruan tinggi di Jakarta yang melihat potensi keilmuan yang kumiliki, dan memberiku kepercayaan melakukan bimbingan thesis S2, khususnya yang tertarik dengan bidang keilmuanku tersebut.
-
Kehidupan mengajar bagi saya adalah suatu kehormatan, apalagi ditambah karunia menulis. Lengkap sudah modal untuk mengisi kehidupan ini secara warna-warni. Akibatnya profesi dosenpun dapat menjadi sesuatu yang dibanggakan, tanpa perlu melengkapi diri dengan Rubicon. 😀
Salah satu ciri atau tanda jika proses mengajar / menulis mendapatkan respon yang baik dari murid / pembaca adalah adanya pertanyaan, baik itu secara lesan (mengajar) atau tertulis (dibaca tulisannya). Pertanyaan dapat menjadi menjadi petunjuk apakah materi yang diajarkan mendapat respon atau tidak. Semakin banyak pertanyaan, berarti para murid tertarik untuk mendengarkan bahkan bisa terjadi diskusi tambahan untuk menjelaskan hal-hal lain yang mungkin terlewatkan. Proses pengajaran menjadi hidup.
-
Jumlah perguruan tinggi yang memiliki Jurusan Teknik Sipil di P. Kalimantan ada sekitar 23 (Sumber banpt.or.id). Itu berarti komunitas pembelajaran teknik sipil relatif banyak. Bayangkan, jika setiap jurusan punya 50 orang murid (pukul rata) maka setiap tahun akan ada kurang lebih 1150 orang yang datang bergabung. Karena mata kuliah struktur baja adalah wajib diikuti untuk menyelesaikan pendidikan teknik sipil, maka tentunya penyelenggaraan seminar struktur baja akan banyak peminatnya. Anggap saja yang masih aktif belajar adalah 5 angkatan terakhir atau sekitar 5750 orang dan yang benar-benar mau meluangkan waktu ada sekitar 5% saja maka itu saja akan ada sekitar 200 orang. Sudah ramai itu.
Adanya harapan seperti itu, dan juga karena adanya dukungan Asosiasi Masyarakat Baja Indonesia (AMBI) sekaligus untuk usaha menangkap peluang akan ramainya dunia konstruksi saat di Indonesia. Oleh sebab itu Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Pontianak mengambil inisiatip menyelenggarakan Seminar Nasional Rancang Bangun Konstruksi Baja, di kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Seminar sehari tersebut akan berlangsung pada hari Rabu, tanggal 18 Oktober 2017 yang akan diadakan di Hotel Mercure Pontianak, Kalbar.

Hotel Mercure Pontianak, Jl. Jendral Ahmad Yani No.91, Pontianak, Indonesia Penyelenggaraan seminar di hotel seperti di atas, tentunya tidak sekedar untuk mengakomodasi keperluan akademis semata (kapita selekta perkuliahan), tetapi juga ditujukan sebagai sarana pengembangan profesional di P. Kalimatan dan sekitarnya, khususnya di bidang rekayasa konstruksi baja.
-
Pernyataan bahwa “barang mahal itu indikasi mutu“, tentu akan lebih banyak yang setuju dibanding jika pernyataannya adalah “barang mahal itu indikasi indah” atau bisa juga “makanan mahal itu enak“.
Setuju atau tidak ?
Mestinya iya khan. Bahwa ada yang tidak setuju karena faktanya ada juga yang bermutu tetapi relatif murah : Itu tentu ada. Tetapi untuk mendapatkannya tentu tidak segampang kalau harga tidak dibatasi. Itulah alasannya mengapa dalam menyatakan hal di atas, saya memilih kata akan lebih banyak. Jadi kalaupun ada yang tidak setuju, maka itu adalah sah-sah saja, hanya saja saya yakin jumlahnya relatif sedikit.
Juga dari kalimat yang saya bandingkan di atas dapat diketahui bahwa kriteria mutu lebih bersifat objektif dibanding kriteria indah atau enak. Adapun yang terakhir bersifat subyektif, sangat tergantung person atau manusia yang menjalankan atau menggevaluasinya.
Karena mutu tidak banyak tergantung dari person atau manusia, maka sebenarnya kriteria mutu lebih banyak bisa dibuat daripada kriteria indah atau enak. Padahal sebenarnya dalam kriteria mutu itu kadang kriteria enak atau indah bisa masuk di dalamnya, yaitu selama hal itu bisa didefinisikan.
-
Dapat kiriman pertanyaan via Facebook messenger, ini isinya :
Selamat malam Pak Wir
Saya mahasiswa Teknik Sipil 2014.
Saya kagum dengan pengetahuan bapak dalam bidang sipil terutama bidang struktur, bidang yang juga saya senangi.Jika dibandingkan dengan teman-teman angkatan sipil saya sendiri khususnya yang mengambil struktur, saya termasuk yang di atas rata-rata. Namun setelah membaca tulisan-tulisan Bapak dan diskusi yang terjadi dengan pembaca blog Bapak, saya merasa ilmu struktur saya belum ada apa-apanya. Oleh karena itu saya berencana memperpanjang studi saya yang awalnya target lulus 4 tahun, saya perpanjang menjadi 4,5 tahun. Dengan tujuan setengah (0,5) tahun terakhir saya gunakan untuk banyak-banyak membaca buku atau artikel, ikut lomba, konsultasi gratis dengan dosen, dan ikut proyek dosen. Karena kalau sudah lulus tentunya akan sulit untuk menjalani tujuan-tujuan di atas.
Namun orang tua saya berkata lain, orang tua ingin saya lulus 4 tahun. Tapi saya agak keberatan, karena saya sadar ilmu struktur saya masih cetek, saya benar-benar ingin memperdalam ilmu struktur setidaknya dalam waktu 6 bulan (karena saya agak keberatan kalau disuruh lanjut S2, hehe).
Yang ingin saya tanyakan, menurut bapak sebaiknya saya lulus tepat waktu 4 tahun atau 4,5 tahun ? Terima kasih
Seorang mahasiswa dengan kepercayaan diri tinggi akan kemampuannya dibanding teman-teman seangkatan, tetapi jadi ragu ketika membaca diskusi di lain tempat. Merasa bahwa penyebabnya adalah ilmunya yang kurang.
-
Kopi sebagai gaya hidup atau life style, tidaklah semua orang akan memahami. Akupun sebelumnya juga demikian, dan mulai paham karena adanya gerai kopi Starbucks yang sering penuh dengan pengunjung. Saya sebut itu gaya hidup karena harganya yang mahal itu. Lihat saja, harga kopi satu gelas setara dengan 5 – 10 bungkus kopi bubuk yang biasa kuminum. Tapi heran juga, meskpun harga mahal tetapi gerai kopi yang menjualnya, menjamur di mana-mana.
Jadi ketika hari minggu kemarin, aku diajak jalan-jalan istriku untuk melihat pameran orang penjual kopi semacam Starbuck, aku tertarik melihatnya. Ini laporan visualku dari sana sekaligus menguji Canon G9X Mark II yang baru.

Untuk masuk pameran diharuskan membayar Rp 15.000,-/orang . Ini pagi ketika baru dibuka, jadi masih sepi. Aku heran, mau masuk ke pameran kopi saja harus membayar. Apanya yang menarik pikirku, kopi khan hanya begitu-begitu saja. Waktu itu saya membayangkan akan istirahat di dalam, suasananya pastilah seperti interior gerai kopi Starbuck. Memang sih, mirip-mirip. Hanya saja di dalamnya tidak ada gerai kopi Starbuck itu sendiri.
-
Sabtu pagi ini ada kegiatan di kampus UPH, yaitu acara retreat tahunan. Retreat yang diselenggarakan oleh UPH bekerja sama dengan The Mission yang anggotanya adalah pengusaha-pengusaha Kristen di Indonesia. Itu sebabnya pada retreat tersebut bisa diundang pembicara dari mancanegara.
Retreat adalah semacam kegiatan penyegaran rohani, dengan cara menyisihkan waktu sejenak merenung, introspeksi diri dan mendengarkan siraman rohani dari seseorang yang dianggap mumpuni. Harapannya agar pikiran kita bisa lebih jernih lagi (segar) dan mendapatkan kembali makna kehidupan ini. Tahun-tahun awal ketika bekerja di UPH, maka retreat karyawan dilakukan di luar kota, beberapa kali di daerah Puncak, dengan membawa anak dan istri. Mengingat hal ini, tentu sangat menyenangkan sekali. Hanya saja sekarang anggota keluarga di kampus UPH bertambah banyak, sehingga jika itu dilakukan maka tentu biayanya akan sangat besar. Oleh sebab itu, sekarang ini retreatnya berupa seminar mendengarkan semacam kotbah, dengan mendatangkan para motivator rohani dari manca negara. Untuk tahun ini pembicaranya adalah Hugh Whelchel, Executive Director of Institute Faith, Work & Economic, dari Amerika.
Seperti biasa karena ini juga kegiatan wajib di UPH maka aku mempersiapkan diri dengan baik. Lokasi acara adalah di Grand Chapel di Gedung C Kampus UPH, suatu ruang pertemuan tertutup terbesar yang dimiliki UPH. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini pula aku membawa juga camera baruku, Canon G9X Mark II. Adapun kamera lamaku Canon G11 yang ukurannya relatif lebih besar dan kalah teknologi, maka siap-siap untuk dipensiunkan. Jujur saja, aku pernah punya sebentar Sony Cyber-SHOT DSC-HX90V, Compact Camera dengan zoom 30x. Harganya kira-kira sama dengan Canon G9X. Hanya saja camera Sony itu tidak memuaskan jika digunakan pada ruang tertutup. Fokusnya lama, dan hasilnya kadang kalah oleh kamera handphone yang makainya berkesan asal jepret. Jadilah kamera Sony itu kujual lagi (rugi deh) dan gantinya adalah Canon yang akan aku uji coba di acara retreat hari ini.
Maklum mengambil foto di ruang tertutup, tanpa blitz adalah cukup menantang. Kamera pocket murah kelihatannya kalah kemampuannya dengan kamera handphone yang ada saat ini. Untuk kamera handphone biasanya aku memakai Xiomi. Hanya saja untuk detail, untuk cahaya kurang maka hasilnya kadang juga tidak terlalu memuaskan. Oleh sebab itu setelah membaca berbagai review di internet, kamera Canon G9X ini mempunyai spek yang lebih baik dari camera handphone atau kamera poket semacam Sony tersebut. Jadi event retreat ini adalah saat yang tepat untuk mencobanya.
-
Puji Tuhan, buku karanganku ke-6 berjudul “Komputer Rekayasa Struktur dengan SAP2000” yang terbit pertama kali tahun 2013, telah tersedia kembali. Jadi bagi rekan-rekan pembaca yang belum sempat memilikinya, silahkan ke LUMINA Press.
Materi buku cetakan ke-2 ini, sama seperti cetakan ke-1 (tahun 2013), hanya saja kertasnya memakai tipe yang sama digunakan oleh bukuku Struktur Baja Edisi ke-2 (tahun 2016). Jadi ketika dibandingkan dengan buku lama edisi hardcover akan terlihat lebih tebal, tapi nggak bisa dibilang lebih berbobot lho. Maklum, dengan kertas book paper terbaik yang dipunyai percetakannya, maka meskipun terlihat lebih tebal, tetapi buku tersebut lebih ringan beratnya dari buku cetakan pertama. Ini penampakan buku SAP2000 cetakan ke-2 tersebut. Buku baru yang sebelah kiri, adapun buku yang lama (versi hardcover) ada di sebelah kanannya.

Buku SAP2000 cetakan ke-2 (kiri) dan cetakan pertama (kanan) Materi buku cetakan ke-2 di atas, tidak ada perubahan dengan materi yang pertama. Hanya cetak ulang saja. Oleh sebab itu, program SAP2000 yang digunakan juga yang masih versi 7.4, versi lama.
Buku dicetak ulang untuk mengantisipasi kebutuhan buku teks bagi mahasiswa UPH, khususnya yang akan mengambil mata kuliah Komputer Rekayasa Struktur (2 sks) yang merupakan mata kuliah khusus yang dibuka karena keberadaanku. Jadi mata kuliah seperti itu belum tentu ada di jurusan teknik sipil lain, di luar UPH.
-
Hari libur tanggal merah, oleh sebab itu ada baiknya diisi dengan hal positip, yaitu menulis. Hanya saja sebelumnya perlu kami mengucapkan Selamat Hari Idul Adha bagi teman-teman pembaca yang merayakannya. Tuhan memberkati kita semua.
