ada apa dengan SNI 1729:2019

Tidak terasa, code struktur baja kita telah berubah lagi. Saat ini SNI 1729:2015 sudah digantikan oleh SNI 1729:2019. Rasanya saya sudah pernah mendapatkan file-nya, hanya sayang ketika menulis ini, file yang saya maksud tersebut tidak ketemu. Jika ada yang punya silahkan di share ya. Thank you.

SNI 1729:2019 pada dasarnya adalah terjemahan dari ANSI/AISC 360-16 yang bisa di down-load secara gratis di sini. Bagaimana, apakah sudah pada membaca isinya. He, he, kalau belum nggak apa-apa. Bagi yang sudah membaca dan memahaminya, wah hebat itu. Anda pasti penggemar ilmu struktur baja.

Jujur, setelah berkecipung beberapa tahun membantu PUPR sebagai anggota Komite Keselamatan Konstruksi, dan mendapat kesempatan untuk memeriksa beberapa kerja kontraktor, khususnya ketika mempersiapkan sistem perancah bajanya. Dapat diketahui bahwa sangat jarang mereka mempersiapkan perencanaannya memakai SNI 1729. Sebagian besar sekedar memakai hasil program komputer, apakah itu SAP2000 atau MIDAS. Kesannya, yang penting hasil program komputer menunjukkan ratio < 1.0. Dianggapnya itu ok.

Pada suatu kasus, ketika ada kegagalan perancah. Maka saya mencoba bertanya kepada engineer yang mempersiapkan perancah tersebut. Berapa panjang tekuk kolom perancah anda ?

Apa jawabannya, coba terka ?

Lanjutkan membaca “ada apa dengan SNI 1729:2019”

keluh kesah dosen

Dosen mengeluh, bolehkah ?

Mengeluh itu menyampaikan beban batin. Jadi ketika mengeluh, rasanya lega. Hanya saja dengan mengeluh, kondisinya belum tentu bertambah baik. Maklum, mengeluh itu bukan tindakan yang nyata. Akibat mengeluh, ada kesan bahwa yang mengeluh itu pasti orang yang merasa kecewa akan sesuatu. Kecewa adalah sesuatu yang tidak enak di hati. Itu membuat tidak bahagia. Oleh sebab itu, kalau mengeluh pilih-pilihlah kepada siapa orangnya, agar ada bantuan, minimal arahan yang lebih baik agar dapat dilakukan tindakan. Jangan sembarangan mengeluh pada orang. Jika salah, maka bukannya dapat empati, atau nasehat agar tuntas masalahnya, tetapi nyinyiran yang membuat tambah kecewa.

Kesimpulannya, sembarangan mengeluh pada orang akan membuat orang tidak bahagia. Itulah mengapa banyak nasehat mengatakan agar hidup itu selalu bersyukur.

Bapak mengeluh apa ?

Itu, saya koq sebel kalau membaca tulisan atau komentar yang ditulis di grup dosen, khususnya di Facebook. Sebagian besar isinya koq mengeluh. Saya berpikir, ini grup dosen atau grup buruh. Dosen itu jelas berbeda dari buruh. Menurut saya, menjadi dosen adalah pilihan profesi bebas dari seseorang yang mandiri dan istimewa, yang punya pikiran bebas dan merdeka dalam menentukan kehidupannya agar berbahagia. Berbeda dengan buruh, yang karena kebutuhan hidupnya maka harus cari pekerjaan (apa saja) agar bisa bertahan hidup.

Lanjutkan membaca “keluh kesah dosen”

saya ini programmer lho !

Jika anda memperhatikan, saya suka memperkenalkan diri sebagai engineer, guru besar, penulis dan programmer atau pemrogram. Untuk engineer mudah diidentifikasi, yaitu gelar yang terpasang di depan nama saya, yaitu Ir. Hanya saja pemakaian gelar itu sekarang lagi jadi permasalahan dengan adanya undang-undang insinyur yang baru. Padahal saya sudah pakai itu sejak tahun 1989. Kalau saya menyebut diri saya, guru besar atau profesor maka tentu tidak ada yang meragukan, ada acara pengukuhannya yang meriah. Juga untuk sebutan penulis, tidak perlu diragukan karena sudah ada buku yang diterbitkan dan sampai sekarang masih bisa dibeli di Bukalapak atau di Tokopedia atau sumber langsung di http://lumina-press.com.

Untuk profesi saya sebagai programmer, maka bagi yang baru-baru kenal saya, tentu akan banyak bertanya-tanya. Apa betul saya ini seorang programmer. Jawaban tentang hal itu hanya bisa diketahui jika telah membaca buku saya, yang terbitan PT. Elexmedia tahun 2002 atau 18 tahun yang lalu. Tentu saja buku tersebut sudah susah dicari dan sudah banyak yang melupakannya. Sejak buku itu terbit, rasanya produktifitas saya sebagai programmer hanya diaplikasikan pada struktur beton, dan belum struktur baja. Padahal setelah itu, saya lebih banyak fokus mendalami struktur baja, yang akhirnya terkulminasi dengan terbitnya buku struktur baja di tahun 2015 dan 2016 yang lalu. Akibatnya di kalangan profesional, saya ini dikenal sebagai ahli struktur baja. Nggak salah deh.

Lanjutkan membaca “saya ini programmer lho !”

keberpihakan

Kata “keberpihakan” menurut kamus kbbi termasuk kata benda (noun) yang berarti “hal berpihak“. Itu maksud dari tulisan saya kali ini.

Dengan menyatakan keberpihakan, ada kesan bahwa kita sependapat, sepemikiran, atau minimal setuju dengan tindakan-tindakan pihak yang kita pilih. Pihak yang dimaksud bisa berupa tokoh (orang), sekelompok, segolongan, sepemahaman, atau sesuatu apapun yang bisa dijadikan rujukan. Menyatakan keberpihakan untuk saat ini sangat mudah dilakukan. Meskipun mudah tetapi dampak dengan menyatakan keberpihakan tersebut tidaklah dapat dianggap sepele. Kasus ini misalnya :

Lanjutkan membaca “keberpihakan”

progress kemajuan iptek Indonesia

Kemajuan iptek suatu negara umumnya selaras dengan produktifitas masyarakat ilmiahnya dalam menulis jurnal atau paper ilmiah. Itu pula yang menjadi alasan, mengapa penilaian kenaikan pangkat dosen untuk guru besar (GB) adalah didasarkan dari jurnal ilmiah international bereputasi yang ditulisnya. Bereputasi adalah jurnal ilmiah yang terindeks oleh lembaga pengindeks yang diakui DIKTI. Salah satu lembaga pengindeks yang sangat terkenal di Indonesia adalah SCOPUS.

Lembaga pengindeks lain adalah Web of Science, bahkan banyak pakar bilang ini levelnya lebih tinggi (sulit) dari Scopus. Ada juga yang namanya DOAJ (Directory of Open Access Journals), ini banyak juga digunakan tetapi kesannya agak di bawah Scopus. Maklum, ini akan mengindeks jurnal berbahasa Indonesia juga, jadi terkesan tidak eksklusif. Nah kita juga tidak mau kalah, pemerintah mencoba membuat juga pengindeks khusus versi Indonesia yang dinamakan Sinta (Science and Technology Index), dibawah pengelolaan Dikti. Kehebatan Sinta adalah mengindeks dosen-dosen Indonesia yang ber-INDN, seberapa produktif dosen tersebut. Ini link indeks saya. Masih kalah produktif dibanding dosen-dosen lain.

Selanjutnya kita membahas data berdasarkan pengindeks SCOPUS ya.

Tahun-tahun sebelum adanya kebijakan memakai indeks SCOPUS tersebut, maka selain jurnal international, karya tulis buku juga dianggap sebagai alat ukur kedalaman ilmu seorang. Apakah pantas menjadi GB atau tidak. Saat ini yang dianggap valid untuk menjadi GB, hanya jurnal international bereputasi. Menurutku itu terjadi karena kualitas buku yang diterbitkan, bahkan oleh seorang profesor, sangat beragam. Buku bisa diterbitkan, tanpa harus melalui peer-reviewer, suka-suka sendiri penulisnya. Karena sangat subyektif isinya, maka akhirnya sekarang ini yang dipakai alat ukur adalah jurnal international bereputasi, yang proses peer reviewer-nya terjaga.

Lanjutkan membaca “progress kemajuan iptek Indonesia”

UTS Str Baja II – Okt. 2020

Hari ini periksa jawaban murid yang ambil mata kuliah Struktur Baja 2, Semester Ganjil 2020/2021 di Progdi Teknik Sipil UPH. Ini sudah UTS ke dua kalinya yang benar-benar pakai sistem on-line. Nggak pernah ketemu langsung, dan sudah tidak ada lagi kertas yang bertumpuk-tumpuk seperti dulu. Hasil pembelajaran sekarang semua tersimpan di data Cloud. Aksesnya dari Ipad dan corat-coretnya pakai digital Pencil. Sudah benar-benar paperless.

Lanjutkan membaca “UTS Str Baja II – Okt. 2020”

intro – tentang space frame

Catatan : Ini baru intro dari tulisan yang sedang aku susun. Ada seorang teman yang mengasuh seminar-seminar teknik berbayar, yang memintaku membawakan topik berjudul “Metode Konstruksi Struktur Baja Space Frame“. Katanya saya punya kompetensi untuk membawakanya, tidak sekedar secara akademis, tetapi juga ada pasar yang mau membelinya. Lho koq bisa, menurut temanku alasannya adalah [1] adanya buku yang kutulis, ini ada reviewnya juga a, b, [2] pengalamanku sebagai anggota K2K PUPR yang mengevaluasi banyak metode konstruksi dari para kontraktor infrastruktur di negeri ini, dan [3] karena kegiatanku tempo hari terkait dua proyek dome dengan konstruksi baja, yaitu di Jateng (desain) dan Papua (konstruksi). Hebat juga temanku tersebut, maklum banyak acara-acara seminar yang diselenggarakannya pada sukses, padahal biayanya saja mahal. Jauh dibanding acara seminar akademis yang host-nya perguruan tinggi. Saya juga senang, karena kalau mengisi acaranya, waktunya tidak dibatasi hanya 15 menit saja. Tahu khan, bisa berbagi apa kalau hanya 15 menit. Itu sih sekedar presentasi untuk dapat KUM saja, tidak untuk berbagi ilmu. Padahal jujur saja tulisan dengan judul tersebut sangat menantang. Maklum jenis struktur yang dibahas relatif jarang ada. Oleh sebab itu untuk menuliskannya saya perlu membaca banyak literatur asing dari jurnal-jurnal ilmiah dibanding berdasarkan pengalaman di lapangan. Selain itu juga berarti harus mulai mengasah kembali kemampuan berimajinasi sebagai penulis. Ini intro yang telah aku buat, selamat membaca.

Lanjutkan membaca “intro – tentang space frame”

HUT ke-75 NKRI

Hari ini tepat Dirgahayu NKRI, saat itu 75 tahun yang lalu bangsa Indonesia yang dipimpin oleh Dwitunggal (SoekarnoHatta) mendeklarasikan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Itu kita rayakan untuk mengingat puncak perjuangan para pahlawan. Kemerdekaan yang direbut dengan penuh perjuangan, tidak sekedar peluh tetapi juga tumpah darah dari ribuan nyawa anak bangsa, dari Sabang dan Merauke dengan harapan mencapai damai dan sejahtera bagi rakyat yang terdiri dari Bhinneka Tunggal Ika atas dasar Pancasila. Bukan untuk segolongan agama atau suku saja. Ingat itu !

Kewajiban kita semua yang lahir dan hidup di NKRI untuk mensyukuri dan bisa memanfaatkan kemerdekaan ini dengan hal-hal positip, minimal bisa mandiri, dan tidak merepotkan orang lain, syukur-syukur bisa sampai tahap memberi kepada sesama untuk bersama-sama mencapai kedamaian dan kesejahteraan rakyat, semoga di bumi seperti halnya di dalam sorga. Amin.

menyambut Kurikulum Kampus Merdeka

Selamat pagi semua, delapan hari menjelang HUT kemerdekaan ke-75 Indonesia. Merdeka, sekali merdeka tetap merdeka !

Mas Mendikbud membuat keputusan yang membuat “heboh” para pengelola perguruan tinggi, yaitu ide Kurikulum Kampus Merdeka (ini sudah banyak yang menanggapi, ini ada panduannya oleh Unila, silahkan baca untuk dipahami). Pembahasan tentang ini adalah sangat relevan dengan hari kemerdekaan Indonesia ke-75 ini. Kita perlu meyakini apakah keputusan dengan kata merdeka tersebut adalah keputusan strategis bagi kemajuan bangsa ini atau bahkan ternyata sebaliknya.

Dalam membuat ulasan ini tentu perlu dilihat latar belakang pembahas. Beda latar belakang tentu akan berbeda pendapat. Jujur, saya ini tipe pendidik, yang meskipun dianggap senior tetapi pengalamannya di bidang birokrasi kampus adalah tidak banyak, tidak ada yang bisa dibanggakan. Saya ini lebih berpengalaman pada profesionalitas dalam penerapan ilmu dari mata kuliah yang diampunya. Saya ini lebih fokus atau tepatnya lebih senang untuk mengembangkan content mata-kuliah tersebut sehingga bisa dijadikan rujukan. Itu sebabnya dalam mengajar, saya jarang (kecuali pertama kali) untuk memakai materi orang lain. Saya punya keyakinan bahwa materi kuliah yang saya buat, adalah yang terbaik.

Oleh karena alasan itu pula, saya selalu menuliskannya jadi buku ajar, yang bersifat publik. Semua orang bisa mengakses dan mengevaluasinya. Itu mungkin yang menyebabkan saya banyak terlibat dengan dunia praktis konstruksi. Itu juga alasan, mengapa saya tidak punya banyak dana penelitian hibah DIKTI, yang menurut saya banyak birokrasi dan dananya terbatas. Penelitian saya lebih banyak memanfaatkan problem aktual lapangan sehingga bisa dikerjakan dan dibiayai oleh praktisi. Dari situ akhirnya bisa diangkat menjadi materi tulisan di jurnal international. Hal itu yang mendukung nilai kum saya sehingga bisa meraih gelar jabatan tertinggi di dunia akademisi, yaitu GB seperti sekarang ini.

Lanjutkan membaca “menyambut Kurikulum Kampus Merdeka”

Endorse dari mas Ridho (Padang)

Dalam masa new-normal para dosen yang kreatif berusaha mencari cara baru dalam pengajaran. Salah satunya adalah membuat content Youtube untuk mendukung proses pembelajaran.

Salah satu content Youtube milik dosen muda mas Ridho Aidil Fitrah, staf pengajar di Universitas Dharma Andalas (Padang) ternyata ikut mempromosikan buku saya. Adanya endorse dari teman dosen seperti itu tentunya suatu kehormatan, maklum sejak terbit 2016 lalu sudah jarang yang kasih testimoni. Oleh sebab itu video mas Ridho perlu ditayang ulang di blog ini. Terima kasih mas Ridho.

Buku-buku saya dapat dibeli via online di situs http://lumina-press.com

Note : saat ini lagi Lumina-press masih dalam masa libur mengikuti masa Covid-19. Belum ada informasi untuk mulai aktif lagi. Hanya saja buku tersebut juga ada yang menjual di toko online Bukalapak dan Tokopedia. Silahkan mana yang dapat dulu.